Pulau Karang

Pulau Karang
Pantai - 3


__ADS_3

Brak !


 


Terdengar suara pintu depan rumah tersebut dibuka dengan keras


 


Nadia dan Galuh menghentak terkejut mendengar suara bantingan pintu tersebut


 


 


“Kamu kemana tadi Kemal!” suara teriakan laki laki terdengar keras dari arah pintu rumah


 


 


Tak tak tak


 


Tak tak tak


 


Langkah kaki terdengar berjalan melangkah sepanjang lorong rumah tersebut


 


Wajah Nadia nampak sedikit cemas sedangkan Galuh semakin berhati hati


 


 


“Sudah dicari, sering menghilang, kemana saja kamu!” suara tersebut terdengar semakin keras dari balik kamar


 


“Kemarin malam kamu keluar rumah kah Kemal?” tanya suara tersebut dengan sangat lantang


 


“Ayah menyempatkan untuk melihat ke rumah, tapi kamu tidak ada yah?” Masih dengan nada yang keras suara tersebut melontarkan pertanyaan


 


Nadia menoleh ke arah Galuh sejenak setelah mendengar suara tersebut. Wajah Galuh berubah menjadi lebih serius, ia tidak menghiraukan tatapan wajah Nadia, dan masih melihat ke dalam ruangan tersebut. Nadia kemudian memalingkan wajahnya kembali ke arah jendela dan memperhatian pria yang sedang berdiri di depan ruang kamar tersebut, yang dipanggil dengan sebutan Kemal.


 


Kemal hanya berdiri terdiam menatap ke arah lorong pintu masuk rumah ketika suara teriakan tersebut terdengar. Pria yang memanggilnya perlahan berjalan masuk ke arah dirinya. Nadia dan Galuh mencoba untuk melihat siapa sebenarnya pria tersebut apa sebenarnya yang mereka lakukan di sana.


 


“Lain kali kalau pergi kamu harus bilang ya” pria itu mulai nampak dari jendela luar rumah, ia berjalan mendekat ke arah Kemal dan berkata dengan nada yang halus


 


“Kan ayah jadi khawatir kalau kamu tidak ada di rumah ..” pria tersebut kembali berkata sambil berjalan memutar ke belakang Kemal. Kemal hanya tampak berdiri diam dan melihat lurus ke depan tanpa memperhatian pria yang mengaku sebagai ayah dari dari Kemal.


 


 


Tak tak tak


 


 


Tak tak tak


 


 


Pria tersebut kembali mengitari tubuh Kemal untuk yang kedua kalinya. Hingga ia akhirnya berhenti dan berdiam sejenak di belakang Kemal. Suasana hening tercipta, dimana keduanya hanya berdiri terdiam di lorong rumah tersebut.

__ADS_1


 



 



 


 


“JAWAB KALAU DITANYA!!” tiba tiba pria tersebut berteriak kencang dan menarik dengan keras rambut Kemal hingga ia dapat melihat pria tersebut yang berdiri di belakangnya. Wajah Kemal nampak meringis kesakitan namun ia tidak mengeluarkan suara apapun.


 


“Kemal .. Kemal ..” pria tersebut melepas tarikan dari rambut Kemal dan berjalan ke depan wajahnya


 


“Kamu tau kan nak, ayah khawatir kalau kamu pergi keluyuran ..” pria tersebut kemudian mengelus-elus rambut Kemal dan memegang pundaknya. Kemal tidak pernah melihat pria tersebut sekalipun, hanya tatapan kosong ke arah lorong rumah yang muncul dari wajahnya.


 


“Kemal ..”


“Kemal ..”


 


“Kemal ..”


 


Pria tersebut memanggil nama Kemal berulang ulang sambil berjalan memutar ke arah wajahnya


 


 


PRAK!!!


 


 


 


“Kamu kalau ayah ngomong, ya di LIHAT!” teriak pria tersebut ke arah Kemal


 


“Dasar anak iblis!” teriak pria itu lagi


 


Nadia membuang wajahnya dari jendela, ia tidak sanggup melihat apa yang sedang terjadi di hadapannya. Ia menarik tangan Galuh dan mencoba untuk mengajaknya kembali ke pantai, namun Galuh tidak bergeming. Ia masih melihat dengan samar samar ke arah dalam kamar tersebut, mencoba melihat siapa sebenarnya pria tersebut yang mengaku diri sebagai Ayah.


 


“Galuh … ayok kita balik” bisik Nadia ke arah Galuh yang masih melihat ke dalam sambil menarik tangan Galuh mengajaknya untuk pergi dari tempat itu


 


“stt.. tunggu aku masih mau lihat siapa sih itu ..” Galuh melepaskan genggaman tangan Nadia dan melihat kembali ke arah dalam kamar tersebut  


 


“Ih, ayoo udah, nanti dia bisa lihat kita loh, cepet balik yuk!” Nadia kembali menarik tangan Galuh lebih kencang.


 


“Lah kan kamu yang ngajak kesini, sekarang minta balik, tunggu sebentar, aku masih penasaran, jangan ribut! Nanti kedengeran mereka!” Galuh kembali menolak tarikan tangan Nadia dengan lebih kuat dan kembali melihat ke dalam rumah tersebut.


 


Dari balik jendela, Galuh melihat pria tersebut nampak sedang memegang wajah Kemal dan mengelusnya. Pria tersebut kemudian berjalan ke belakang meninggalkan Kemal yang masih berdiri di lorong rumah tersebut. Kemudian ia kembali dengan segelas minuman di tangannya, dan meneguk minuman itu di hadapan Kemal.


 


“Kamu haus tidak nak?” tanya pria tersebut sehabis meneguk minuman dari gelas yang ia genggam

__ADS_1


 


Kemal masih terdiam berdiri tidak menjawab pertanyaan pria tersebut


 


“Tadi apa ayah bilang? Kalau di tanya harus apa?” pria tersebut mendekat ke wajah Kemal sambil tersenyum lebar


 


“hmm, ayah ulangi yah, apa kamu haus ?” pria tersebut mengulangi perkataan yang sama dengan kecepatan bicara yang lebih perlahan


 


Kemal perlahan menganggukkan kepalanya


 


“nah begitu nak, kamu haus yah, bilang saja, ayah akan ambilkan minum dahulu di belakang yah” Pria tersebut kemudian berjalan kembali ke belakang rumah dan mengambil minuman dari sana


 


“ini minuman kamu nak, kasian kamu sudah kehausan yah” pria tersebut membawa minuman tersebut dan menyodorkannya ke wajah Kemal.


 


Byarrr


 


Tiba tiba minuman tersebut ia jatuhkan tepat ke arah kepala Kemal hingga sekujur tubuhnya menjadi basah


 


“oh iya”


 


“ayah lupa kamu gak bisa ngomong”


 


“maaf ya Kemal”


 


“TIDAK ADA MINUMAN UNTUK KAMU!” Teriak pria tersebut dengan lantang


 


“Untuk kamu anak yang membuat semuanya menjadi hancur, ini yang harus kamu terima sebelum akhir” Pria tersebut nampak marah dan frustasi


 


Pria tersebut kemudian menggenggam dengan erat pergelangan tangan Kemal dan menyeretnya masuk ke dalam kamar tidur tersebut, setelah itu ia mendorong Kemal hingga ia terlempar dan terjatuh ke kursi yang berada di tengah tengah kamar tersebut. Kemal yang terlempar pun terhempas ke belakang bersama dengan kursi tempat ia terjatuh dan mengantam tembok dekat jendela dimana Galuh dan Nadia sedang mengintip.


 


BRAKK!


 


suara hantaman kursi pada dinding kamar tersebut


 


“waaa!” teriak Nadia terkejut seketika mendengar suara hantaman kursi pada tembok kamar tempat mereka mengintip


 


Wajah Galuh yang sebelumnya serius berubah menjadi sangat pucat ketika ia mendengar suara teriakan Nadia dari sebelahnya. Nadia membelalakkan matanya, ia melihat kearah Galuh dengan wajah yang sangat cemas, ia tidak tahu apa yang harus diperbuat. Galuh kemudian melihat kembali dengan cepat ke arah jendela rumah untuk memastikan posisi dari pria tersebut


 


ternyata pria tersebut tiba tiba sudah tidak ada disana


 


terdengar suara langkah kaki cepat melewati lorong pintu menuju ke pintu belakang rumah tersebut


 

__ADS_1


Jantung Galuh berdegup dengan kencang, nafasnya mulai terdengar kencang, ia memutuskan untuk menarik Nadia dengan kencang berusaha berlari untuk segera keluar dari tempat itu


 


__ADS_2