
HAPPY READING GUYS 😘
.
MAAF TEMEN-TEMEN UPDATENYA LAMA-LAMA YA...,?
SOALNYA BULAN PUASA INI JADWAL NYA PADAT, KARENA INI BULAN PUASA AUTHOR IKUT KILATAN, JADI BELUM ADA REFRENSI,
SEKALI LAGI MAAF 🙏🙏🙏.
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
"Jixing.....! Apakah ini masih lama?" Tanya Adin samb sedikit kesal.
"Tidak nona, di depan sudah terlihat kediamannya" Ucap Jixing
Dari kejauhan terlihat rumah dari anyaman bambu, dengan ukuran kecil, tapi terlihat nyaman, karena sentuhan dari pohon-pohon yang rindang, dan dekat sungai yang jernih
"(Bahkan ini lebih nyaman daripada kediaman si Xuli itu)" batin Adin.
"Nona..., Kamu tunggu di luar saja, nanti kalo setelah selesai aku akan memanggil Anda, Ucap Jixing.
"Kenapa aku tidak sekalian masuk?" Tanya Adin.
"Anda cuci muka dulu di sana nona, nanti aku akan kembali memanggil Anda, wajah anda terlihat kusut" Ucap Jixing.
Kemudian Adin pergi ke sungai untuk cuci muka,
"Akhirnya aku cuci muka juga" Ucap Adin sambil mengambil air dari sungai.
"Dulu di zamanku kalo lagi banyak pikiran berteriak di tempat seperti ini cocok untuk melegakan pikiran dan hati" batin Adin.
"AKU RINDU MASA DEPAN" teriak Adin dengan lumayan keras
Dari atas pohon ada seorang pria terbangun dari tidurnya karena mendengar teriakkan Adin yang cukup keras
"Kurang ajar, siapa dia.,?" Saat pria itu ingin mengutuk tiba-tiba mlah menjadi pujian.
"Siap wanita cantik ini, apa tidak takut di pinggir sungai sendirian..?😪, berteriak-triak gak sopan, benar-benar Wanita aneh" Gumam seorang pria
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
⬇️⬇️⬇️⬇️
⬇️⬇️
⬇️
Jual beli Tanah
__ADS_1
“selamat sore tuan" ucap jixing dengan sopan
“iya, ada keperluan apa anak muda” tanya pemilik tanah
“Apakah tuan pemilik tanah yang berada di dekat pasar ?” tanya jixing.
“Iya benar nak, itu tanahku. Ada perlu apa nak kamu menayakan tanah itu?” Tanya pemilik tanah dengan penasaran
“Ini tuan, temanku ingin membeli tanah anda yang berada di dekat pasar, apakah anda menjualnya?” ucap Jixing sopan
“Saya tidak menjualnya, tapi jika kamu memberikan harga yang pantas aku akan memikirkannya lagi🙂.” Ucap pemilik tanah sambil tersenyum.
“Baik tuan, Aku akan merundingkannya dengan temanku.” Jawab Jixing.
⬇️⬇️⬇️
⬇️⬇️
⬇️
kemudian Jixing menghampiri Adin dengan terburu-buru,
"Nona....?" Ucap Jixing ter engah-engah.
"Ada apa, kenapa terburu-buru" tanya Adin.
"pemiliknya mau menjualnya, tapi Anda berani membayar berap" Tanya Jixing.
"Tenang saja masalah uangnya, yang penting tanahnya?" Ucap Adin.
⬇️⬇️⬇️
⬇️⬇️
⬇️
“Jadi, tanah yang aku punya itu memiliki luas 20 ha. “ Ucap pemilik tanah
“Lokasinya tepat di samping pasar itu tuan?.”Tanya Jixing.
“Anak muda, Kalian ingin membuat rumah atau untuk usaha, kenapa ingin membeli tanah seluas itu?” tanya pemilik
“rencana saya ingin membuat usaha dan sekaligus tempat tinggal untuk para karyawan-karyawan ku kelak.” Ucap Adin
“Wah , Anda seorang perempuan muda yang hebat memiliki jiwa usaha.” Ucap pemilik tanah terkagum-kagum dengan Adin.
“Iya tuan, Tanah yang Anda miliki juga menurutku memiliki tempat yang strategis, jadi saya ingin membelinya.” Ucap Adin
“Jadi berapa Anda ingin memberikan harga berapa untuk tanahku ?”
“400 Btang emas?" Ucap Adin singkat
“Baik, harga yang cocok”
⬇️⬇️⬇️
__ADS_1
"Hei, apakah itu tidak terlalu banyak?" ucap Jixing sambil berbisik-bisik.
"Hari semakin gelap, jadi kita cepat selesai dan pulang!" Ucap Adin juga berbisik.
⬆️⬆️⬆️
"Baik pak kalo begitu kita sepakat dengan negoisasi tanah hari ini, karena waktu sudah mulai gelap, kalan ini bisa di urus tanahnya?" Tanya Adin dingin
“Kemungkinan besok saya langsung urus semua.” Ucap pemilik tanah.
“Terima kasih banyak Tuan kami pamit.” Ucap Adin
“Iya nak sama-sama.” jawab pemilik tanah.,
⬇️⬇️⬇️
⬇️⬇️
⬇️
Kemudian mereka segera pulang, terlihat dari ekspresi Adin dia benar-benar sangat capek, kemudian tiba-tiba Adin teringat burung Phoenixnya.,
⬇️⬇️⬇️
⬇️⬇️
⬇️
"Baiklah, Aku akan memanggilmu setelah berada di tengah hutan ini," batin Adin.
"Yerry... Yerry... Yerry..." Panggil Adin ke burung Phoenixnya.
"Ada apa nona?" Tanya Jixing.
"Tidak ada apa-apa" Ucap Adin.
kiekkkkkkkkkkkkkkkk kiekkkkkkkkkkkkkk
plakkkkkkkk plakkkkkkk plakkkkkkkkkkk
terlihat burung besar dengan bulu yang cantik berhenti di depan Adin.
"Ayo naik" Ucap Adin dengan nada memerintah.
sedangkan Jixing hanya menganga dengan apa yang dilihatnya di depan matanya.
"Ayo" ucap Adin tanpa lama-lama lngsung menyeret Jixing untuk naik ke punggung Yerry.
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️⬇️
Terimakasih temen-temen
⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️
__ADS_1
⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️⬆️