
Tidak ada anak yang bisa memilih untuk dilahirkan di keluarga yang seperti apa. Seperti halnya Nessa, ia hidup dengan ayah yang kesehariannya sangat buruk. Ia tak hanya berkelahi, ia bahkan sering membunuh orang karena suatu alasan. Ntah itu karena dendam, karena permintaan orang lain dan alasan lain yang membuatnya sangat mudah membunuh seseorang.
Nessa tak pernah berharap ia tahu pekerjaan ayahnya. Ia sangat ingin dalam keterbatasan pengetahuan tentang dunia yang gelap itu.
Satu-satunya hal baik yang ia tangkap dari sikap ayahnya adalah kesetiaannya pada istrinya, yaitu ibu kandung Nessa yang bernama Emily. Sayangnya, ibunya harus meninggal di usia yang sangat muda. Ibunya meninggal karena menjadi korban dari baku hantam yang terjadi antara ayahnya dan kelompok lain.
Saat ibunya meninggal. Nessa baru berusia 5 tahun. Ingatannya masih jelas. Emily sebenarnya bukanlah perempuan tanpa kemampuan bela diri. Sebaliknya, saat terjadi perkelahian dirumah nya, Emily maju di barisan paling depan. sebuah kecerobohan yang berakhir naas. Sebelum para pengawal mengikutinya bertarung saat itu, Emily memilih melindungi Nessa, segala cara ia lakukan untuk keamanan putrinya. Namun sayang, begitu banyak orang licik di dunianya, ia ditusuk di punggungnya. Darah muncrat hingga ke wajah Nessa yang sedang berada di kolong meja. Saat itu Nessa tetap diam, karena ibunya memberi isyarat padanya disaat sekaratnya.
Nessa jelas tak baik-baik saja. Sejak saat itu ia dan kakak laki-laki nya yang bernama Finn harus menyembunyikan jatidirinya. Mereka dalam pengawasan anak buah ayahnya dan kedua pihak tidak terlibat terlalu dekat. Semuanya demi keamanan Nessa.
Setiap satu minggu sekali, ayah Finn dan Nessa meminta mereka untuk datang ke suatu tempat. Meski hanya sebentar, namun obrolan itu sangat berkualitas. Banyak hal diceritakan dan saat itu, mereka seperti keluarga lainnya. Namun di dunia nyata Finn dan Nessa, setiap harinya mereka merasa seperti anak yatim piatu yang dititipkan pada bibinya yang bernama Alleta. Perempuan yang merupakan janda tanpa anak dengan senang hati menerima dua anak seperti anaknya sendiri.
Finn dan Nessa dibimbing Alleta. Bahkan pertemuan rutin dengan ayah mereka, Alleta lah yang mengatur segalanya.
"Bagaimana sekolah hari ini?" tanya Alleta
"Biasa saja, Bi. Tidak ada yang istimewa. Lebih tepat membosankan," Jawab Finn
"Bagaimana denganmu Nessa? Apakah masih ada anak yang mengganggumu?” tanya Bibi
"Apa kau dirundung? Siapa yang melakukannya? Biar ku balas dengan tangan ku sendiri," kata Finn geram seketika
"Tidak usah, Kak. Aku bukannya tidak bisa membalas, aku malas berdebat dengan mereka, aku lebih baik membaca di perpustakaan, itu lebih baik," Jawab Nessa
"Hahaha, dasar kutu buku! Harusnya kau pukul saja mereka, apa yang akan ayah katakan saat ia tahu kau jadi korban perundungan?" kata Finn
__ADS_1
"Aku sudah bilang, aku akan menyelesaikannya sendiri, jadi jangan bawa-bawa ayah," Jawab Nessa
Bibi Alleta terlihat kagum dan mengangguk setuju. Ia memang mengenal keponakannya Nessa sebagai pribadi yang tenang. Ia bukan tidak mampu menghadapinya, Nessa selalu punya cara sendiri untuk mengatasi masalah nya.
"Baiklah. Bibi percaya kamu bisa mengatasinya, tapi saat menurutmu para perundung itu sudah keterlaluan maka Bibi akan membantumu sebagai walimu," kata Bibi Alleta
"Baiklah, Bi. Terimakasih. Kak Finn tolong jika aku belum meminta tolong padamu jangan bertindak apapun! meski saat di sekolah nanti kau melihatku seolah dianiaya, Ok?" kata Nessa
"Terserah kau saja!" Jawab Finn sambil mengedikkan bahu nya
Setelah makan. Bibi Alleta seringkali memberi make up aneh pada Nessa. Menurut Nessa yang dilakukan bibi nya sangat tidak masuk akal. Karena jika ia bermaksud menyembunyikan jatidirinya dari musuh-musuh ayahnya, hal itu tidak akan berhasil. Karena pasti musuh ayahnya sudah tahu jika Nessa adalah anak dari Agler Balin. Ia hanya akan membuat Nessa dirundung oleh teman-temannya dengan make up semacam itu.
Nessa tak pernah bisa menolak bibi Alleta yang sudah baik menjaganya selama ini. Bahkan bibinya rela bercerai dengan suaminya asal tetap memihak pada kedua keponakan nya.
Sedang Finn, tak boleh memakai barang mewah, mengenakan minyak rambut bahkan parfum. Semuanya tidak boleh dipakai saat bepergian. Meski itu semua tak menempel pada Finn, ia tetap tampil dengan kharisma yang luar biasa. Ada banyak gadis yang mendekatinya. Namun Finn bodoh dan sering mengabaikannya seolah ia sibuk dengan adiknya. Hal itu membuat semua gadis di sekolah berpikir jika Finn memiliki selera yang buruk. Tak ada yang mengira bahwa Nessa adalah adik Finn, semua sepakat kedekatan keduanya terlihat seperti sepasang kekasih.
Seperti halnya para perundung Nessa yang sudah frustasi dengannya. Mereka juga menginginkan Finn jadi pacar salah satu diantara perundung itu.
Nessa dan Finn berpisah saat harus masuk kelas masing-masing.
"Heh, Nessa!" panggil Sofia
Nessa kemudian berhenti saat terdengar Sofia memanggilnya. Ia menghadap lurus kedepan tanpa menengok ke belakang.
"Apa kau tak mendengarku! Ayo cepat ikuti aku," kata Sofia
__ADS_1
"Kemana?” tanya Nessa
"Ke toilet," jawab Sofia
"Aku tidak mau," jawab Nessa
"Ayo, cepat!" tarik Sofia namun sayangnya ia tak bisa membuat Nessa bergerak.
Nessa kuat saat harus bertahan. Ia tak berpindah dari tempat nya.
"Apa maumu, hah?" tanya Sofia
"Aku yang harusnya tanya, apa maumu? Kenapa harus ke toilet disaat aku sama sekali tidak mau buang air kecil," jawaban Nessa membuat Sofia kesal
"Hahaha, apa kamu pikir aku akan mengajakmu buang air kecil? Cepat!" tarik Sofia lebih keras kali ini ia dibantu oleh teman-temannya.
Saat sampai di toilet. Sofia menyuruh Nessa untuk jongkok. Ia menyiramnya dengan satu ember air. Air yang mengguyurnya membuat semua riasan di wajah dan tubuh Nessa luntur seketika. Kenyataan itu membuat Sofia terkejut, begitu juga dengan teman-temannya.
Nessa merasa dirinya kini sudah ketahuan. Lalu ia berdiri, mengibaskan air yang ada di wajahnya. Dengan santai ia menyingkirkan Sofia dan menuju wastafel. Nessa mencuci wajahnya dan membersihkan make up yang di pakaikan bibi nya.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya Sofia
"Aku? Nessa seperti yang kau kenal. Apa maumu sekarang? Sudah puaskah membuat make up seseorang luntur?" kata Nessa dengan santai sembari terus membersihkan sisa make up
Hal yang membuat Sofia semakin terkejut adalah wajah cantik Nessa yang selama ini dirundung nya. Ia tanpa sengaja telah mengungkap kecantikan seseorang yang ia benci. Senjata makan tuan.
__ADS_1