Putri Yang Tersembunyi

Putri Yang Tersembunyi
2. Kehebohan di Sekolah


__ADS_3

Nessa lalu pergi meninggalkan Sofia dan teman-temannya yang masih terdiam karena terkejut di kamar mandi. Lalu ia pergi ke kelas setelah berganti menggunakan kaos olahraga yang dibawanya.


Teman-teman sekelasnya memperhatikan orang baru yang tiba-tiba duduk di kursi Nessa. Mereka merasa orang itu bukan Nessa yang mereka kenal, namun jika melihat dari sepatu dan tas yang dipakainya jelaslah itu Nessa.


Finn yang mendengar jika adiknya telah di serang anak-anak yang merundung Nessa langsung datang ke kelas itu. Ia duduk di bangku depan dimana Nessa duduk.


"Kamu yakin tidak apa-apa?" tanya Finn


"Iya. Tidak apa-apa. Sudahlah sana kembali ke kelasmu, aku sudah bilang tidak usah khawatir padaku, aku akan mengurus nya sendiri," jawab Nessa


"Sekarang wajahku terungkap begini. Sepertinya kita tidak perlu berpura-pura lagi. Lakukan saja keinginan mu, rapikan rambutmu, gunakan parfum kesukaanmu dan jadilah dirimu sendiri Finn. Aku tahu kau pun tertekan selama ini. Kita akan saling menjaga," kata Nessa


"Heh, disaat begini kau masih memikirkan hal itu?" kata Finn yang kemudian mengacak-acak rambut adiknya


Dari pintu kelas. Sofia melihat kejadian itu, membuatnya makin kesal karena Finn yang ia sukai tak berubah untuk menyayangi Nessa, bahkan setelah sebuah kebohongan yang Nessa buat. Karena kesal, Sofia mendekati mereka.


"Apa kau tidak merasa jijik dengan orang yang telah membohongi mu selama ini, Finn? gadis ini berpura-pura menjadi gadis lugu ntah apa motifnya menipu kita semua selama ini," kata Sofia sambil beranjak pergi, Finn sama sekali tak memperhatikannya m.


Bel berbunyi. Finn bangkit dan menepuk pundak Nessa, berpamitan untuk kembali ke kelasnya. Semua teman di kelasnya saling berbisik mengenai tampilan Nessa.


Tak lama guru kelas masuk. Lalu setelah memberi salam, tatapannya tertuju pada siswa yang memakai seragam olahraga. Ia paham, jika gadis berkacamata yang biasanya duduk di bangku itu adalah Nessa.


"Dimana Nessa? apakah hari ini dia membolos?" tanya Pak Guru Luis


"Saya Nessa, Pak," jawabnya


Setelah Pak Guru Luis diam sejenak dan memperhatikan Nessa, ia berinisiatif untuk berbicara dengan Nessa.


"Benarkah? Ayo ikut saya ke kantor," kata Pak Guru Luis


"Baik," jawab Nessa

__ADS_1


Nessa kemudian bangkit dan mengikuti Pak Luis ke kantor Guru. Ia tahu jikalau Pak Luis akan meminta penjelasan tentang penampilan nya itu. Nessa menjelaskan jika itu bibinya yang meminta dirinya untuk melakukan itu lalu tidak ada maksud buruk sama sekali. Bibinya hanya ingin melindungi dirinya dari orang-orang jahat.


"Baik. Alasanmu diterima. Mungkin kali ini setelah terungkap, kamu memang benar harus berhati-hati, karena wajahmu cantik, pasti akan ada laki-laki jahat yang mengganggu mu," kata Pak Luis


"Baik, Pak. Saya akan berhati-hati," kata Nessa sembari tersenyum ramah


Nessa kembali ke kelas dan mengikuti pelajaran. Saat jam istirahat. Ia pun pergi ke Perpustakaan seperti biasanya. Rambut yang biasa ia gerai, kali ini ia ikat tinggi namun dengan kacamata biasa miliknya.


Penjaga perpustakaan mengamatinya. Ia mengurus buku yang dipinjam Nessa. Lalu ia memperhatikan Nessa dari atas sampai bawah.


"Apa kau Nessa?" tanya penjaga Perpustakaan


Nessa hanya menjawabnya dengan senyum. Ia tak tahu harus menjawab apa lagi. Ia juga tak harus menjelaskan banyak hal pada orang lain.


"Bagaimana kau bisa berubah dalam sehari? Apa kau baru saja menemukan sesuatu yang ajaib seperti dalam buku fantasy yang kau baca setiap hari?” tanya penjaga Perpustakaan


"Tebakan anda kurang tepat. Karena seseorang telah melakukan kesalahan dan aku yang harus menanggung akibatnya," jawabnya


"Apakah itu kutukan yang membuatmu jadi lebih cantik?"


"Hahaha, yang benar saja. Senang bertemu dengan Nessa yang cantik, ini bukumu," katanya sambil memberikan buku Nessa


Sampai di kelas teman sebangku Nessa memberanikan diri untuk bertanya. Setelah beberapa waktu ia mengatur pikirannya sendiri tentang Nessa.


"Apakah kau tidak akan berubah sikap setelah kau berubah dengan penampilanmu saat ini?" tanya Erika


"Menurut mu seberapa penting penampilan? aku tetaplah aku, Nessa yang kamu kenal Erika, tidak ada yang berubah hanya karena semua orang telah mengetahui bagaimana penampilan ku," kata Nessa


"Aku berharap begitu. Karena aku pikir kau pasti akan berubah menjadi gadis populer di sekolah setelah semua orang tahu kalau kau cantik. Bagaimana denganku? orang akan tetap terus merundung ku karena aku jelek tapi berteman dengan teman yang cantik seperti mu," kata Erika


"Erika, jangan berlebihan. Abaikan saja mereka seperti yang biasa kita lakukan, selama mereka tidak menyakiti secara fisik, maka omongan mereka hanyalah sampah, tidak usah di dengarkan, ok?”

__ADS_1


Erika mengangguk. Ia merasa tenang seperti biasanya. Nessa selalu jadi bagian yang bijak. Pada kenyataannya dia bisa mengatasi sendiri perundingan yang dialaminya selama sekolah.


"Apakah Finn tahu tentang ini? dia pasti sangat senang jika pacarnya menjadi cantik," kata Erika


"Hahahah, apakah selama ini kau berpikir Finn adalah pacarku?" tanya Nessa


"Iya. Bukankah dia pacarmu? Finn sendiri yang bilang pada gadis-gadis yang mendekatinya, dia selalu bilang 'aku sudah memiliki Nessa', begitu katanya," jelas Erika


"Hahaha, sial! asal kau tahu ya Erika, Finn adalah kakakku, kau bisa anggap ini rahasia kita," bisik Nessa


Erika terlihat terkejut dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ia melihat ke arah Nessa karena jika tanpa riasan aneh, Nessa memang mirip Finn versi perempuan.


Bel berdering tanda pelajaran segera dimulai lagi. Guru-guru yang bergantian masuk ke dalam kelas dan melihat ke arah Nessa membuatnya menjadi merasa tak nyaman.


Lain lagi dengan Sofia yang kini makin tak suka dan merasa terancam dengan keberadaan Nessa di sekolahnya. Ia merasa Nessa akan merebut posisinya sebagai gadis paling populer di sekolah. Sofia mulai memikirkan rencana di kepalanya. Mata nya tak pernah lepas dari pandangannya pada Nessa. Ia tak mengira, kejadian menyiram air di toilet bukan berakhir dengan kepuasan merundung Nessa tapi sebaliknya ia merasa melakukan kesalahan karena mengungkap kecantikan Nessa yang selama ini disembunyikan.


Saat pulang sekolah. Finn menunggu Nessa di depan kelasnya. Mereka akan dijemput oleh bibi Alleta. Sofia adalah yang paling tidak suka melihat hal semacam itu.


"Kenapa senyum Finn hanya untuk si buruk rupa Nessa, apakah dia sudah tahu jika Nessa sebenarnya adalah gadis cantik, Sial! akan aku cari tahu siapa kau sebenarnya, aku yakin ada alasan kenapa kau terus menyembunyikan wajahmu selama ini," gumam Sofia


Siang itu. Bibi Alleta terkejut saat melihat Nessa sudah tidak lagi menggunakan riasan.


"Oh Tuhan. Bagaimana bisa kau berpenampilan seperti ini Nessa? kemarilah, Bibi akan menutupi wajahmu dengan jaket," kata Bibi Alleta panik


"Sudahlah, Bi. Semua orang sudah tahu, biarkan kami menjadi diri kami sendiri kali ini," kata Finn


"Ah, bibi hanya takut kalian akan mendapat masalah jika begini," kata Alleta sedih


"Tidak usah khawatir, Bi. Kami akan saling menjaga, kami juga berjanji akan menjaga bibi Alleta, kami bukan anak kecil lagi," kata Nessa


"Bagaimanapun bibi belum bisa lupa kejadian seram itu, bibi tidak mau kehilangan kalian," kata Bibi Alleta memeluk keduanya

__ADS_1


Sofia memperhatikan dari jauh. Ia merasa kesal karena Finn dan Nessa bahkan dengan bibi Finn begitu akrab.


"Lihat saja, nanti. Apa kau akan terus bisa tenang setelah ini," gumam Sofia


__ADS_2