
" solimih solimih,palalu kaya mih kali " Ucap Rio, terkekeh.
" Diam kau fergusooh,aku muak dengan kalian.Huh,kalian jahat.Akan ku adukan kalian ke Manda " Ucap Dian,lalu berlari sambil memegang mulut dan dadanya.
" Gila tuh anak " Ucap Galang.
" Gitu gitu juga,itu bespleeent lu tulul " Ucap Rio.
" Gw pindahin lu ke amrik mau " Ancam Galang.
" Oh,makasih atas tawarannya Fergusooh " Ucap Rio tanpa sadar.
" Makanya,diem " Ucap Galang dingin.
" Anda jangan solimih Fergusooh, saya dari tadi diem.Ga lari larian " Ucap Rio tanpa sadar.
" Gw,buang lu ke kolong jembatan mau hah " Ucap Galang kesal.
" Jangan Fergusooh, Nanti saya makan apa ? astaplooh,eh astagfirullah. Kenapa gw jadi gini " Ucap Rio sadar akan perkataannya yang berbeda.
" Apakah ini yang dinamakan kurma,eh karma maksudnya " Batin Rio.
" Siapa peduli " Ucap Galang, lalu pergi.
" Aduh,mampus dah gw.Tuan maafkan hambamu ini tuan,saya pantas mendapatkan hadiah tuan " Ucap Rio,sambil mengikuti Galang.
__ADS_1
# Disisi lain.
" Mandaa " Teriak Dian.
" Manda,bantulah Dian yang super duper imut kaya kelinci dan di simpen dalam panci sampe bu cici,membaju cuci " Tertarik Dian gak henti henti.
trenggg,trenggg ( suara bel bunyi )
" Aduh,dasar bel Kampret. Napa bisa bunyi sih,kan ga bisa ketemu Manda " Kesal Dian.
" Huaaa,Manda Mandaaa " Teriak pasrah Dian.
" Dian,lu kenapa.Lu kurang asupan zat karatan ya ? " Ucap salah satu siswa.
" Diam kau curut bengek,apa kau tidak melihat.Saya sebagai Raja para perempuan sedang mencari,Penyelamat hidup saya '' Ucap Dian, sambil memegang keningnya dan memegang dadanya.
" oh,wow.Anda sangat Pandai,akan ku angkat kau menjadi penasehat sang pangeran Dian yang sangat ganteng tiada tara dan tiada bandingannya di dunia.Terima kasih,muach muach kau sangat pandai tapi lebih pandai saya " Ucap Dian, sambil mengecup tangan siswa itu.
" Bacot banget sih,si Dian. Apa dia orang yang kabur dari Rumah Sakit Jiwa " Batin siswa itu.
# kelas.
" Manda,Mandaa,Mandaa,Mandi,Manda lagi Mandi.Eh,keceplosan.Maaf salah dialog " Ribut Dian di kelas.
" ehem,ehem " Deheman seorang Guru yang sedang berdiri di depan Kelas.
__ADS_1
" Kenapa kau Fergusooh, Apa kau tak tempe hah ? " Ucap Dian sambil berteriak tanpa melihat ke depan kelas.
" Ehem,ehem " Dan Guru itu pun berdehem kembali.
" Sudah ku bilang,apa kau tak tem..." Ucap Dian,yang terpotong karna ia berbalik dan melihat bahwa yang berdehem itu bu Sintia.
" e,e,ehh Ibu.Bu kapan datang ? " Ucap Dian sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
" Sekarang aku beri tempe,Kau keluar SEKARANG ! " Teriak Bu Siantia.
" Bu,ta..ta..tapi Bu.Saya ada urusan sama Manda bentar bu " Ucap Dian sambil memohon.
" GA ADA ! SANA PERGI.BERDIRI DI LAPANGAN,JANGAN LUPA HADAP BENDERA DAN HORMAT.SAMPAI BEL PULANG ! MENGERTI ! "Ucap Bu Sintia Tegas.
" Ta,ta,tapi Bu Say... " Ucap Dian terpotong oleh Bu Sintia.
"GA ADA TAPI TAPI,SEKARANG OUT ! " Teriak Bu Sintia.
" Baik,Fergusooh.e,e,eh Maksudnya Baik Bu " Ucap Dian,sambil melangkahkan kakinya keluar kelas.
" emm,Bu bentar aja bu " Ucap Dian yang membalikan badanya.
" Ga ada,Manda pulang karna Manda sakit.Jadi temuin nanti setelah hukuman beres dan bel pulang berbunyi " Ucap Bu Sintia.
" Ia bu " Ucap Dian lesu.
__ADS_1
**BERSAMBUNG**