
# lapangan.
Saat Dian menuju kelapangan,dan ia pun melihat Galang dan Rio sedang makan di kantin.
" Wadaw, ada 2 curut " Ucap Dian girang,lalu ia pun menghampiri mereka. Dan lupa akan hukuman yang di berikan Bu Sintia.
" Hey,Mas bro yo.Yo,yo,yo " Ucap Dian sambil joget joget ga jelas.
" Lu gila ? " Tanya Rio.
" Sorry, mungkin elu kali yang gila.Gw mah kga " Ucap Dian.
" Lu pada ga cape apa ribut terus ? " Tanya Galang muak,karna mereka setiap ketemu pasti harus ada ribut.
" Ini bukan ribut Galang " Ucap Dian.
" Terus ? " Ucap Galang.
" Adu mulut,sama tetangga.Eh,sama sahabat maksudnya " Ucap Dian, sambil menepuk nepuk pundak Galang.
" Serah ! " Ucap Galang dingin.
" Eh,btw napa kalian ada di sini ? " Tanya Dian.
" Laper " Ucap Rio.
" Lah,kirain lupada di hukum " Ucap Dian, yang tadinya berharap mereka di hukum sepertinya.
" Mana ada " Ucap Rio,sambil memakan soto yang ia pesan tadi.
" Hufft,ya udah gw mau ke lapangan " Ucap Dian,lesu.
" Tumben,lu insaf ya ? " Tanya Rio.
__ADS_1
" Mana ada,eh maksudnya ia dong " Ucap Dian,dan berdiri dengan gagahnya.
" Widih,ampun bang jago '' Ucap Rio.
" Dah ah,gw mau kabur aja " Ucap Dian.
" Kemana ? " Tanya Rio.
" Ke rumah Manda, nanti titip tas gw ya " Teriak Dian, dan saat dian sampe di lapangan.Galang menghampiri Dian.
" Mau ngapain ? " Tanya Galang dingin.
" Mau aduin lu,terus mau Nengok dia " Ucap Dian.
" Emang Manda kenapa ? " Ucap Galang, khawatir.Tapi tanpa mengekspresikan khawatir di mukanya.
" Ahciee,kepo lu ah " Ucap Dian, langsung pergi.
" Tunggu,Manda kenapa ? " Teriak Galang.
" Kampret si Dian, Awas aja ye lu " Ucap Galang.
Saat Galang melangkahkan kakinya menuju kantin,ada suara dari penjaga piket.
" Untuk sodara Galang, dan Rio.Mohon segera kelapangan,Kalian di hukum karna tak masuk kelas.Terima kasih " Ucap penjaga piket itu menggunakan speaker.
" Lah,Kampret. Pasti Bu Sintia ini,udah pasti ini " Kesal Rio.
Saat Galang mendengar pengumuman tadi,Galang langsung melarikan diri ke parkiran.Saat Rio melihat galang pergi,ia pun ikut pergi.
__ADS_1
# jalan,menuju rumah manda.
Setelah masuk ke dalam Mobil,Galang dan Rio harus melewati gerbang depan.Karna ia menggunakan mobil,bukan menggunakan motor seperti Dian.Jika menggunakan motor, ada jalan rahasia mereka ber tiga.Tetapi menggunakan mobil beda lagi,mereka harus lewat gerbang sekolah.
" Aduh lupa gerbang masih di kunci,belum waktu nya balik " Ucap Galang sambil memukul penyetir mobilnya.
" tenang,liat pak satpamnya lagi tidur " Ucap Rio.
" Ya udah sana buka gerbang nya " Ucap Galang.
" Siip,beres " Ucap Rio.
lalu Rio pun turun dari mobil dan mengambil kunci gerbang dengan susah payah.
Setelah membuka gerbang,galang pun keluar dengan mobil nya.Lalu Rio menurut gerbang dan mengunci nya,tak lupa Rio menyimpan Kunci gerbangnya lagi.
" Skuy,berangkat " Ucap Rio yang sudah masuk mobil Galang.
Lalu mereka pun berangkat menuju rumah Manda,dan menyusul Dian.
" Dasar Kampret, masih gw liatin tuh anak " Ucap Galang.
" Sabar lang,biasa obat nya abis " Ucap Rio,ngakak.
disisi lain,Dian yang sedang mengendarai motor nya itu.Tiba tiba bersin,
" haciiiuuuh,widih ada yang lagi ngomongin gw nih.Panas ceuli euuy " Ucap Dian.
**BERSAMBUNG**
__ADS_1
* ceuli \= telinga