RAKANA

RAKANA
chapter 4


__ADS_3


..."Aku bisa bergini,karena siapa!?Karena perbandingan yang selalu mengikuti"...


..._RAKANA_...


Menghembuskan nafas pelan Kana siap dengan hari baru,hari dimana untuk pertama kalinya iya memperlihatkan wujudnya kembali pada penghuni yang ada dirumahnya ini setelah melakukan permain petak umpat yang iya lakoni selama 2 bulan lamanya.


Tak


Tak


Tak


suara ketukan langkah kaki dari sepatu sneaker berwarna putih hitam menapak lantai keramik menuju ruang makan dimana disana berkumpul orang-orang untuk pertama kalinya akan iya tatap wajah-wajahnya.


para perkerja yang iya lewati mengulas wajah terkejut akan ketidak percayaan,serta bertanya-tanya siapa gadis dengan rambut diikat ekor kuda,yang sedang berjalan santai Tampa beban didalam rumah keluarga Adijaya.


siapa dia!?,bagaimana bisa masuk kedalam rumah ini!?


aku seperti pernah melihatnya tapi dimana!


benar wajahnya kenapa tidak asing


kok wajahnya sekilas mirip tuan ya


kau benar


Menghiraukan segala ocehan yang terdengar sosok tersebut masuk dan duduk begitu saja disebuah kursi makan tanpa mengidahkan tatapan terkejut serta kebingungan yang dilayangkan oleh para orang yang saat ini sedang menghuni wilayah diruang makan mewah yang iya datangi.


mengambil selembar roti dan mengoleskan selai strawberry sosok yang tidak lain adalah seorang Kana melahap roti hasil racikannya.


"Apakah kenyang kalau terus memelototi ku seperti itu!"ujar Kana mengembalikan kesadaran dari 4 orang yang dari tadi terdiam melihatnya

__ADS_1


"Siapa kau!?"tanya sang kepala keluarga yang duduk pada bangku bagian ujung


"Aduh hati mungil gue nyeri cuy"Kana memegang dadanya dramatis dan memasang tampang kecewa dan sakit hati sambil melihat tampang dari sosok seseorang yang akan iya panggil ayah mulai sekarang sumber cuan berjalannya.


"jawab pertanyaan ku"


"ayolah ayahku sayang sampai hati kau tidak mengenali cebongmu ini,kalau soal buat aja cepat setelah jadi dilupain Upsss- Hahahahahhahahahhahahha canda-canda jangan melihatku seperti itu!?"Kana tertawa saat melihat ayahnya itu menatapnya tajam sampai Kana takut itu mata kapan saja bisa menggelinding.


"oke-oke gue kenalin diri dulu nih,biar kalau salah satu dari kalian serangan jantung terus mati ngak gentayangan karena penasaran!!"Kana menyandarkan dirinya ke sandaran kursi dengan tangan kanan yang masih memegang rotinya


"Hello my name is RAKANA ADIJAYA senang bertemu dengan kalian!!"ujar Kana dan kembali melahap roti ditangannya sambil menyeringai saat melihat keterkejutan berlebihan dari dua orang perempuan selain dirinya dan raut tidak percaya dari saudara kandung laki-laki serta ayahnya.


"APAAAA!!"


...[ ]...


Kana saat ini sedang duduk anteng dikursi deretan belakang dekat jendela matanya terpejam serta telinganya terpasang earphone yang melantunkan irama musik lembut cocok untuk rileksasi,tapi tiba-tiba matanya terbuka dan entah kenapa iya terkekeh sendiri kala sebuah ingatan yang menurutnya lucu melewati pikirannya.


"dasar tolol"gumam Kana dan memperbaiki jas sekolahnya yang sedikit miring sambil memperhatikan jalan yang dilalui oleh bis sekolah yang saat ini sedang iya naiki,dengan jumlah penumpang masih dapat dihitung dengan jemari tangan saking sedikit orang didalamnya,itupun yang menumpang orang yang tidak punya kendaraan pribadi atau orang kisminlah bahasa kasarnya.


tapi beda dari sekarang Kana pasti akan mendapatkan kendaraan sendiri,tapi untuk sekarang iya berpikir belum perlu karena pasilitas sekolah kalau tidak digunakan akan membawa kerugian baginya,yakali udah bayar uang setiap bulannya mahal-mahal tapi apa yang disediakan tidak digunakan rugi bandar dia nanti.


flashback_


"APAAAA!!"Suara teriakan terkejut dari Mak tiri serta adik tirinya menggema tapi dengan cepat kedua memasang wajah tidak enak karena sudah bersuara keras dan memasang muka orang paling lemah seantero dunia cih basi


"berlebihan,untuk apa sampai berteriak seperti itu!"Kana meminum susu yang baru iya tuang dan meneguknya menghiraukan ucapan dua wanita yang menatap wajahnya saja Kana muak


"Maaf!!"ujar keduanya sambil menunduk sedih,dan karena hal tersebut saudara laki-lakinya mengeraskan rahang dan menatap bengis Kana karena menjadi sumber kesedihan dua orang yang iya kasihi


"RAKANA!!"bentak Samuel Arsaka kakak kembar dari seorang Rakana tapi apa Kana peduli dengan hal tersebut tentu saja jawabannya Tidak


"Samuel jangan membentak Kana seperti itu,Bunda dan Fiona tidak apa-apa mungkin Kana belum bisa menerima kami sepenuhnya maka dia sedikit terganggu mendengar suara kami"

__ADS_1


"iya kak muel jan-gan meninggikan suara sepeti itu Fio ta-kut!"


"maaf Bunda,maafkan kakak juga Fio"Samuel merasa bersalah telah membuat adik serta ibunya takut


Kana yang melihat drama di depannya hanya memutar bola mata malas,iya berpikir adakah katanya yang salah saat berucap tadi


"Dasar gila!"batinnya


"Minta maaf sekarang"suara ayahnya memberikan perintah membuat Kana yang sedang menggigit apel terhenti ditengah jalan


"Aa apa!?"


"minta maaf pada ibu dan adikmu!?"


"dih you setres apa gimana father,dimana letak kesalahan yang I perbuat kek ada gila-gilanya kalian ini"ujar Kana menatap ngeri orang-orang didepannya serta pandangan jijik yang khusus iya layangkan pada dua lampir yang selalu menjadi sumber penderitaan bagi Kana asli


"GADIS SIALAN JAGA UCAPAN LO,LEBIH BAIK LO PERGI DARI RUANGAN INI LO ITU HANYA PENGGANGGU TAU TIDAK!?"Samuel kembali meledak dan membentak Kana,tapi melihat Samuel yang berteriak seperti itu Kana hanya memasang wajah serius dan mengambil air putih serta memejamkan matanya dan saat mata itu terbuka kembali air yang ada ditangannya disiramkan kewajah Samuel sampai membuat tuan muda Adijaya itu tersentak dan mukanya makin mengelap


"semoga setan yang bersemayam dalam tubuh Lo wahai saudara segera pergi,semoga air doa itu dapat membantu"Kana bangkit tapi iya kembali melihat dua lampir


"aku memang risih dengan kalian berdua lebih baik jangan berbicara atau bernafas kalau kita dalam ruangan yang sama!"


menghiraukan sumpah serapah yang dilayangkan oleh orang disana bahkan pelayan juga ikut-ikutan menghujatnya tapi apa dia urus tentu tidak hujat saja dia karena mereka yang dapat dosa sedangkan dirinya dapat pahalanya..


Mata yang serupa dengan Kana melihat punggung itu menjauh membatin


"Dia berubah!!Dan kenapa perubahannya itu mengingatkan aku padamu Sandra"


END...


Menatap gerbang dengan plang nama sekolah yang terpampang di depannya Kana tercengang bukan karena sekolah itu sangat besar dan indah,bukan juga karena dua satpam ganteng yang menjaga gerbang, bukan karena tatapan siswa-siswi yang mengarah padanya bukan karena itu semua tapi karena kebodohannya yang baru tau setelah dua bulan berada disini bahwa dirinya terjebak di sebuah Novel jahanam yang terakhir kali iya baca itu pun tidak habis karena keburu kesal.


kalau tidak menatap plang nama itu dia tidak akan tau sampai kapanpun

__ADS_1


...'BINA BANGSA'...


"sungguh malang nasibku ya tuhan,semoga aku tidak bertatap muka dengan protagonis tukang hiks-hiks itu!! bisa-bisa darahku tinggi setiap saat"


__ADS_2