RAKANA

RAKANA
chapter 5


__ADS_3

CITTTTTTT


BRAAAKK


darah menggenang,membasahi jalan di tengah senja sosok yang terbaring dijalan dengan keadaan mengenaskan dengan wajah dan tubuh yang dibalut pakaian bernuansa putih berubah mengerikan karena sudah dihiasi oleh cairan berbau amis darah.


Di tengah keadaannya yang sangat memperhatikan sosok tersebut tersenyum tipis dengan cairan bening menetes dari sudut matanya.


Tut


Tut


Tiiiiiiitttttttttttttttt


seorang dokter menggelengkan kepalanya menatap rekan lainnya dan menatap jam dinding yang tergantung.


"catatan kematian pukul 18:36 pasien dinyatakan berpulang!"


...[ ]...


DEG


Memegang dadanya yang tiba-tiba berdetak tak menentu, perasaannya terasa tidak karuan seperti ada hal yang membuncah dari sana antara detak menyakitkan bercampur kebahagiaan semuanya bagai nano-nano.


"gue kenapa sih,ini jantung murahan apa bagaimana masa gara-gara makan siomay jantung gue berdebar kayak gini"gumam Kana dan kembali melahap siomay keduanya


"ini perasaan apa? kenapa di satu sisi gue seneng dan disisi lain gue sedih,ini perasaan apa gado-gado kok campur aduk"


"Cih, ARGGGGGGGGGGG"kesal dengan perasaannya Kana memilih berteriak dan karena hal itu membuat kang siomay terlonjak kaget dan hampir terjungkal bahkan para pembeli ikut kaget menyebabkan sebagian tersedak


aduhhhhh


uhukkk air


nafas gue,mau ilang


ayang minum,uhukk mau mati


astagfirullah


apa sih teriak ekke kan kuaget ihh kesel deh


menyadari kesalahannya Kana malah cengegesan,dengan tangan mengusap tekuknya canggung apa lagi tatapan para pelanggan tertuju padanya


"Hehehehe maaf semua,tadi saya kaget karena liat buaya darat lewat makanya teriak"


"HAHH!! Mana neng buayanya,mana!? alamak bahaya atuh kalau ngak ditangkap nanti banyak yang dimangsa,tunggu Mamang telpon tempat penangkaran dulu"


"ehh ngak usah mang,buayanya udah lewat pakai motor"


"kok bisa! memang buayanya bisa bawa motor neng!?"

__ADS_1


"ohh pasti bisa lah mang, buaya-buaya jaman sekarang sudah canggih"


"saya baru tau atuh"


"makanya mang, bergaul"ujar Kana yang sekarang mengalihkan pandangannya kearah jalan,menghiraukan wajah sang Mamang siomay Ngebung.


...[ ]...


Melangkah memasuki kawasan sekolah setelah membolos 3 mata pelajaran sosok Kana masuk dengan pakaian yang sudah acak-acakan dimana dasi seragam iya ikatkan di dahi, jas iya sampirkan di bahu serta mulut yang sibuk mengunyah permen karet dan terkadang juga membuat gelembung.


Iya datang ke sekolah karena ingin ngadem sambil cuci mata,kalau untuk ikut mata pelajaran hari ini jawabannya ngak dulu deh,mager soalnya.


melihat ke sekeliling yang sepi,Kana tau bahwasanya para siswa-siswi sudah kembali memulai pelajaran selanjutnya tapi saat dirinya berbelok sesuatu mengejutkannya,disana didekat ahh ngak kalian tidak boleh tau cukup aku saja kalian jangan!


"ih mau aja main lahap-lahapan dengan congor lelaki bau tanah,kek ngak ada berondong aja"


"keknya bisa nih gue jadiin ladang uang,lumayan buat beli seblak"


mengambil gambar serta Vidio Kana tersenyum senang dirinya berpikir tidak sia-sia iya datang ke sekolah kalau kayak gini.


"sama-sama gila,kok bisa-bisanya main kuda lumping disitu Wah ambil gambar lagi Kana biar dapat uang banyak!! hehehehe uang-uang"


sudah puas dengan kegiatannya Kana pamit undur diri,agar mata batinnya tidak tercemar terlalu jauh.



Melengos ke kantin Kana membeli satu kotak donat dengan isi ada 4 didalamnya semua itu sangatlah menggiurkan dimatanya yang sudah lama tidak makan hal yang manis-manis.


Kana mengangkat sebelah tangannya memanggil salah satu pelayan dari 5 perkerja disana


"ada yang bisa saya bantu nona!?"


"Hm,saya ingin pesan kopi pahit satu"


"baiklah,itu saja"


"iya"


"dimohon tunggu sebentar"


"Hm"


Melihat rintik hujan yang awalnya hanya gerimis saat dirinya masuk ke sekolah ini sekarang sudah sangat deras bahkan tidak jarang sedikit kilatan Blitz dari sang pencipta menerpa wajahnya.


"oh ya kok gue sedikit penasaran ya dengan para karakter Novel yang gue masukin ini,bagaimana ya tampang mereka apakah tampan dan cantik,biasa saja,atau burik"


"tapi deskripsi autornya sih bagus-bagus,cuma jalan ceritanya saja bikin gue kesel"


Kana sedikit melamun mengingat jalan cerita dari novel berjudul 'white Swan'.


..._White Swan_...

__ADS_1


...Bercerita tentang gadis polos,lelaki terkenal yang dicintai kaum hawa,salah satunya jadi penjahat karena terlalu terjerumus cinta,bully membully,nangis,membela,disalahkan....


...Tamat...


...[ ]...


"Transfer uang sebesar 50 juta untuk dua foto yang akan saya hapus"


"kenapa tidak semuanya sialan"


"kalau dihapus semuanya, harga relatif naik berlipat-lipat mampu bayar kalau mampu dengan senang hati akan saya musnahkan semuanya"


"Kau- BRENGSEK MATI SANA!"


"Hahahaha anda lucu sekali,saya kasih waktu 2 menit untuk anda transfer uang pada saya lebih dari itu dua foto yang saya janjikan akan beredar di media sosial"


Tut....


seseorang yang sedang bersandar di dinding didekat sebuah pintu menyeringai dengan ponsel hitam yang iya mainkan ditangannya,telinga yang terdapat tindikan berwarna hitam menikmati sumpah serapah dari dalam ruangan walau terdengar samar tapi setiap kata yang terucap tertangkap dengan baik oleh telinga tajam sosok tersebut.


Merasakan getaran dari ponsel yang iya pegang sosok tersebut melihat disana tertera sebuah notifikasi,karena misi yang iya jalani berhasil sosok tersebut berlalu pergi.


"aduh bahagianya gue,beli apa ya!?"sosok tersebut mengetuk dagunya berpikir tapi banyak hal yang terlintas dipikirannya


"Aduh bingung"


karena sibuk dengan pikirannya saat berbelok di lorong sosok yang tidak lain seorang Kana malah bertabrakan dengan sosok laki-laki berambut hitam Ebony dan pemilik mata beriris coklat caramel.


kedua mata beriris berbeda tersebut saling pandang menyelami tatapan yang dilayangkan lawan mainnya dengan intens dan dalam hitungan detik pandangan tersebut berubah datar.


"Dih"ujar keduanya bersamaan dan berlalu tanpa ada adegan saling memperhatikan untuk kedua kalinya.


...[ ]...


DISATU SISI BERBEDA


Disebuah kasur mewah yang terdapat diruangan yang tak kalah menyilaukan mata dengan dinding bercat sewarna gold,terbaring seorang anak kecil atau Remaja mungkin dengan alat penunjang kehidupan dan berbagai kabel yang menempel ditubuh ringkih tersebut.


suara dari EKG menghiasi kesunyian diruangan itu,ruang yang sudah 3 tahun tidak pernah dihiasi suara dari pemiliknya membuatnya terasa hampa.


ceklekk


suara pintu terbuka menampakkan seorang wanita dewasa memasuki tempat sosok yang masih terbaring terdiam di atas kasur,wajah cantik tersebut memancarkan kesedihan.


"kapan bangun bunda kangen senyum kamu sayang"ujar wanita tersebut sambil memegang tangan pucat sosok remaja itu


"Rumah sepi,cepatlah bangun bunda masih menanti mata indah ini terbuka"


"hiks-hiks"tangis itu pecah untuk kesekian kalinya selama tiga tahun dimana anak bungsunya terbaring koma,karena tidak sanggup menahan sesak wanita tersebut ingin bangkit pergi tapi dirinya malah dikejutkan dengan suara lirih yang dikeluarkan oleh anaknya


"Ka-k Arka!"

__ADS_1


__ADS_2