
hari-hari ku berjalan sesuai dengan yang ku harapkan, aku bekerja dengan begitu keras dan menabung dengan baik agar aku bisa menyelesaikan janji ku dengan diri ku sendiri bahwa 2 tahun ini akan aku fokuskan untuk diri ku dan keluarga setelah itu aku akan siap untuk menjalani hari dengannya.
selama setahun lebih aku berusaha begitu keras bahkan terkadang aku mengesampingkan diriku sendiri, aku terlalu fokus pada janji ku sampai-sampai aku lupa dengan kebahagiaan diri ku sendiri, duniaku tertuju padanya yang ku kira akan menunggu ku selama 2 tahun.
aku sudah membayangkan hidup bersamanya, ada sedikit kekhawatiran ku akan kah dia akan tetap sama namun keyakinan ku padanya membuat ku merasa bahwa dia menunggu ku, toh dia juga sering mengirimkan pesan pada ku sehingga aku merasa dia benar-benar menunggu ku.
__ADS_1
ku jalani hari-hari ku dengan bayang-bayang bahwa aku dan kamu akan bersama, hal itu membuat ku terus bersemangat hingga suatu hari di awal tahun seorang teman memberi tahu aku bahwa aku akan melangsungkan pernikahan dengan seseorang.
Aku begitu kaget namun aku tetap berusaha untuk bersikap tenang dan biasa saja agar tidak satu orang pun tau betapa hancurnya hati ku saat itu, aku pun bertanya pada sahabat dekat mu dan dia bilang iya bahwa kau akan menikah, andai kau tau? dunia ku seketika runtuh angan-angan ku dan impian ku padamu hancur seketika kau menghancurkan semuanya.
Sungguh aku kecewa padamu, rasanya aku ingin berteriak dan memaki mu namun aku harus tetap tenang. Dan keheningan di malam hari membuat ku termenung di kamar ku dan membuat ku ingin menangis namun air mataku pun enggan untuk keluar, rasa sakit dan hancurnya hatiku tidak bisa ku bisa ku luapkan dengan tangisan.
__ADS_1
keesokan harinya dia mengirimkan ku undangan pernikahannya tanpa ada penjelasan sama sekali, seolah-olah tak ada yang harus di jelaskan. aku ingin sekali bertemu dan bertanya langsung padanya "kenapa nggak bilang dari awal? alasan kamu milih aku saat itu kenapa? kenapa tiba-tiba sama orang lain?" banyak hal yang ingin aku sampaikan namun aku sadar aku tidak punya hak untuk bertanya padamu.
aku hanya mengirimkan ucapan selamat padamu dan mendoakan yang terbaik untuk mu, namun dalam hati aku sungguh kecewa padamu. Rasa kecewa ku tak bisa aku jelaskan yang kurasa saat itu hanya sakit, sedih, dan rasa tidak lagi ingin percaya pada omongan lelaki.
aku kira kau berbeda dari orang-orang yang lain, namun ternyata aku salah. Andai kau tau bagaimana susahnya aku untuk tetap tersenyum dan terlihat baik-baik saja, andaikan kau tau rasa sakit yang tidak bisa ku lampiaskan dengan tangisan, andai kau tau betapa hancurnya diriku saat itu. Namun kau tak peduli bukan? datang membawa harapan dan pergi tanpa alasan sungguh menyedihkan bukan. aku seperti orang bodoh yang mengharapkan mu, aku sadar bahwa salah ku yang terlalu berharap padamu sehingga berujung sakit hati sendiri, namu caramu meyakinkan ku tak bisa ku kesampingkan. aku takut menyakiti hati mu namun hal yang berbeda denganmu bukan? malah kau dengan tak berperasaan menghancurkan hati ku.
__ADS_1
dan sudahlah saatnya aku berhenti dan memulihkan diriku lagi. aku harus bangkit dan melanjutkan perjalanan ku yang sudah ku mulai walaupun tanpa ada bayangmu lagi sebagai tujuan ku.