
Tentang kamu
Izinkan saya menceritakan mu sekali lagi mungkin untuk yang terakhir kali :")
Sebenarnya aku pun bingung dengan keputusan mu yang tiba-tiba. Namun ketika mengingat mu masih ada perasaan sedih, kecewa, dan banyak pertanyaan yang belum terselesaikan menurutku.
Aku bertanya pada diriku sendiri kenapa? Ada yang salah? Mengapa begitu tiba-tiba? Begitu banyak hal yang bersarang di kepala ku.
Naif rasanya jika ku bilang duniaku baik-baik saja setelah mendengar kabar tentang mu. Begitu banyak hal yang menurutku harus di jelaskan dan sampai sekarang kau tak memberitahuku jawabannya.
Mengapa begitu terburu-buru? Mengapa tidak coba bertanya sekali lagi kepadaku? Mengapa tidak coba menjelaskan masalah mu kepada ku? Mungkin aku bisa memberikan jawaban yang berbeda dari sebelumnya.
Mengapa engkau berjanji akan menunggu? Dan pada akhirnya aku yang di tinggalkan? Apakah kau tak mampu menunggu ku 2 tahun seperti janji mu? padahal sedikit lagi aku sampai. Aku merasa begitu yakin padamu, Sampai aku mengupayakan semua nya. Tahukah kamu hampir 2 tahun ini aku terus berlari untuk mencapai impianku seperti janji ku, agar aku bisa mengapainya dengan segera hingga aku bisa berbalik dan berlari kepadamu dan berkata "aku sudah cukup dengan dunia ku, Mari mulai dunia kita yang baru".
__ADS_1
Jujur aku lelah berlari tapi ketika aku berbalik aku yakin kamu masih disana menunggu ku, bukan? Seperti yang pernah kamu bilang? Saat sedikit lagi aku tiba di impian ku, tiba-tiba aku berbalik dan tak ku temukan kamu lagi disana. Apa yang salah? Mengapa kamu pergi tanpa berpamitan?
Sungguh jika kamu ingin pergi bisa kah kamu pamit? Agar aku tau, bahwa aku harus terus berjalan ke impian ku tanpa menengok kebelakang lagi, agar aku tau kau tak lagi disana, agar aku mampu melanjutkan perjalanan ku walau tanpa bayang-bayang mu lagi.
Kamu, yah kamu...
Tahukah kamu aku begitu yakin padamu. Aku begitu percaya bahwa kamu adalah tujuan akhir ku dan dunia baru ku.
Kau tahu apa yang begitu membuat ku terluka? Ketika kau pergi tanpa berpamitan kepadaku, dengan siapa kau melanjutkan perjalanan jujur aku tidak peduli karena aku yakin itu adalah takdirmu. Namun satu hal yang ku sesali sampai saat ini kau tak memberiku jawaban dari segala pertanyaan ku yang dulu.
Walau akhirnya aku sadar bahwa kita tidak akan lagi bersama, ku harap kau bahagia dengan pilihan mu, terimakasih telah menjadi pelajaran pendewasaan yang begitu berharga yang akan tetap ku simpan dengan baik di ruang hatiku yang terdalam.
Terimakasih untuk segalanya, mungkin bila kita tidak bertemu aku tak akan seperti saat ini, aku mungkin tak akan belajar memasak, mengelola uang, mengatur waktu, dan mungkin aku tak akan pernah belajar dengan baik sejauh saat ini.
__ADS_1
Terimakasih juga karena sempat menjadi kebahagiaan yang kuharap berujung sempurna ke depan, semoga pilihan mu adalah yang terbaik dan mampu mewujudkan impianmu, mensupport apapun usaha mu mu, dan menjadi bagian yang begitu penting dalam proses perjalanan baru mu kelak.
Ku harap kau akan terus bahagia karena jujur tak mudah bagiku berada di titik ini, di titik dimana aku mengikhlaskan mu dan tak lagi menginginkan mu baik saat ini atau di masa yang akan datang.
Kamu, meski akhirnya tak menjadi jawaban atas doa-doa ku, tapi aku akan tetap berterima kasih untuk segalanya.
Mari saling berlapang dada dan ikhlas akan ketetapannya, untuk itu selamat melanjutkan perjalanan masing-masing. Senang pernah menemukan mu di bumi yang seluas ini, tuan
Doa terbaik untuk mu dan hari-hari yang akan kau jalani, dan ku berharap kau juga mendoakan yang terbaik untuk ku dan hari-hari yang akan ku jalani meski tak lagi ada kamu disana. Semoga kamu bahagia dengan pilihanmu. Doakan semoga aku mampu menemukan orang lain sebaik dirimu karena kadang aku berfikir " akan kah aku dapati lagi manusia yang seperti mu"
Sampai saat ini aku bingung apakah aku harus bilang kepada mu sampai jumpa atau tidak. Karena ku tau kecil kemungkinannya kita dapat bertemu lagi.
Kalau kamu tau, jujur aku begitu terluka mendengar kabarmu apa lagi bukan kamu yang menyampaikan langsung kepada ku. Bohong kalau aku bilang tak menangis saat mendengar kabar itu, tapi bisa ku pastikan saat tulisan ini ku akhiri tak akan kau temukan lagi air mata ku jatuh karena mu.
__ADS_1