Ratu Tomboy Jatuh Cinta Sahabat Selamanya

Ratu Tomboy Jatuh Cinta Sahabat Selamanya
bab dua


__ADS_3

...Ok, nyokap memang nggak salah, karena nyokap pernah ngajak Sazhi ke tempat kerjanya namun berakhir dengan teguran dari bos tempat kerjannya itu, yang melarang nyokap bawa anak ketika kerja. Kenapa? karena adek gue itu punya ciri khas yang gak bisa ilang dari auranya, hebat memang karena adek gue punya penyakit bau ketek. Kalau gue jadi nyokap, gue pasti berhenti aja kerja. Toh kerja di sana hanya untuk mengusir sepi dihati . Bukan untuk mencari kebutuhan hidup....


Sazhi mulai menangis dan gue mulai laper. Gue yang besar ini aja sudah kelaparan, gemana adek gue yang masih kecil itu? Betah banget kayanya nyokap di dapur.


"Fiuh,,,,,,, " Gue menghela napas dengan wajah sedikit merengut. "Maaaaaa..... " Gue manggil sedikit nyaring. Beginilah kalau orang laper, bawaannya emosi. "Mana, mam, sarapannya..... katanya bikin menu baru. Apa sih menu barunya sampai selama ini bikinnya? " lanjut gue, triak dari meja makan. Gue perhatikan Sazhi yang tampak lebih tersiksa dari gue.


"Sazhi.... sabar, ya. Nggak usah nangis, nggak usah berisik".


" Ya..... sebentar lagi try.". Terdengar sahutan mama dari dalam dapur. "Ini lagi goreng telur. O ya, try, kamu sukanya didadar apa mata sapi? " tanya mama sambil mengelap keringat nya yang bercucuran. Apaaaaa??? selama ini gue menunggu baru menggoreng telur dan nanya lagi mau dibikin mata sapi atau dadar.???.


"Dibikin mata kambing aja, ada nggak? " jawab gue ketus. Sumpah, rasanya mau kabur ajha dari sini.


"Hohoho.... mana ada mata kambing sayang. Ya sudah, digoreng dadar aja. O ya, tanya Sazhi juga dong mau di ikin apa telurnya? " suara mama kayak nggak berdosa banget, ya. Liat anakmu ini yang sudah merah padan menahan lapar. Apalagi kini suara tangisan Sazhi semakin kencang dan itu membuat gue tambah bete, dan kesal. Sazhi itu emang sudah sedikit besar, berumur lima tahun, tapi cengengnya Nangudzubillah min zaliq. Setiap hari suara nyanyian dangdutnya aja yang didengarnya.


"Butuh berapa jam lagi sih mam baru kelar itu makanannya? Aku mesti cepet-cepet ke sekolah nih". Gue pun akhirnya keluar dari ruang makan yang sedari tadi nyanyian dangdut Sazhi menggema keseluruh rumah, pusing gue dengernya coba merdu dikit kek, ini kayak terompet cacat suaranya.

__ADS_1


Praaanggg...... dung.... dung. !!!


Terdengar lagi tuh suara bom nuklir dari dapur. Gue berhenti sesaat dan menoleh ke belakang. Terlihat mam sedang membersihkan pecahan-pecahan piring yang berhamburan di lantai bercampur dengan nasi goreng bikinannya. Oooh, rupanya beliau dari tadi lama cuma bikin nasi goreng dan telur goreng toh. Dahi gue kayaknya naik dua senti dan nambah deh kerutan diwajah yang mulus ini.


"Aduh, maaf nasinya tumpah, try. Tapi untungnya masih ada satu piring lagi, " kata mama dengan wajah yang merasa berdosa. Emang berdosa kayaknya mam nih, sudah satu jam dari waktu gue bangun tidur sampai am mepet mau masuk sekolah baru kelar nih masakan.


"Kasih ke Sazhi aja mam, Satry makan di sekolah aja" jawab gue datar karena ini perut sudah nggak bisa di ajak kerja sama tim lagi kali menyangkut urusan lapar, pengennya ngamuk aja.


"Jangan, kan Satry juga lapar. Sazhi nanti mama bikinkan lagi". Sepertinya mam nggak pengen gue lewatin menu barunya.


" Tapi try, ini terobosan baru mama bikin nasi goreng terenak yang pernah mama masak loh. Try mau coba, kan? " Mama terlihat menyodorkan satu suapan ke mulut gue. Nggak tega sih kalau sudah liat wajah polos mama minta di turutin. Okelah satu kali ini aja, lagian dari tadi Cacing-cacing pada organ dangdut melulu plus ditambah nyanyian Sazhi yang aduhai geboy. Gue membuka mulut lebar-lebar dan, "Aammm......, gemana? enak, kan? " tanya mama penasaran.


"Iya enak, " jawab gue seadanya, padahal sebenernya agak asin. Wajah mama dengan cepat menebarkan senyuman yang bikin perut gue mual. Buru-buru gue pamit dan langsung kabur menuju pintu. Biar sejelek apapun orang tua, dia tetap orang tua kita dan patut dihormati, oke guys!


Baru aja menetralisir kemualan perut kok rasanya ada hawa nggak enak ya? kayak ada sesuatu yang mendekat. Padahal cuaca lagi bagus dan sedikit berangin. Kok, terasa aneh dan.......

__ADS_1


"Doooooooorrrrrr"


Tuh kan, bener. Pasti ada sesuatu. Gue menghujat pelan, nggak sengaja mata gue noleh ke serkor laba-laba hitam yang lagi merayap di atas rumput, dengan cepat gur lempar si Mr. Laba-laba itu ke muka dibuang kerok yang sudah menyemprot gue seenak udelnya barusan.


Terdengar teriakan seorang cewek dengan histeris. Kini pupil matanya jadi besar karna di dahinya ada sang Mr. Laba-laba hitam yang sudah berhasil merayap-rayap dengan mesranya.


Rasain lo, memangnya enak. Gue tersenyum senang melihat si Mr. laba-laba udah merayapi wajah gadis tersebut. Gue tahu dia paling alergi sama laba-laba. Liat aja dia nggak gerak sama sekali, kayak patung pancoran buruk rupa, jelek banget posenya. Sedangkan si cewek yang berada di sebelahnya sedari tadi cuma ngekeh-ngrkeh ketawa nggak jelas dan langsung mengambil laba-laba yang nempel kayak perangko di dahi nonong temennya tersebut dan melemparnya jauh ke jalan.


"Heh, try. Nggak lucu tau!jahat banget, masa pake laba-laba? liat nih , sisil jadi nggak gerak-gerak, kan. " Dia mencoba menggoyang- goyangkan tubuh yang bernama Sisil yang kaku nggak bergerak sama srkali. Tidak lama kemudian Sisil tersadar dari komanya sesaat.


... "Try, jahat banget sih lo!! Tadi jantung gue berhenti berdetak tau. kali gur mati gemana? " Sisil jadi nyerocos nggak jelas. "Aiiisss.....,, awas lo kalo lempar laba-laba itu lagi! Liat nih bulu-bulu di tangan gue jadi pada berdiri semua kan. Lo kan tau sendiri gue paling alergi sama kayak gituan bla... bla.... " Sisil ngoomel-ngomel nggak jelas lagi. ...


"O ya, kalo gitu jangan kegetin gue lagi kayak tadi. Untung gue bukan tipe cewek jantungan kayak elo. Lagian alergi lo aneh banget, masa ada kayak gitu? Biasanya, ya, alergi itu bentol-bentol atau gatal-gatal. "


"Udah-udah, ayo ke sekolah! hari ini pengumuman kelulusan, kan?" kata cewek satunya yang tak lain bernama siska . Ia mencoba memrcah perdebatan antara gue dan Sisil. Sisil si gadis centil dan selalu alergi pada binatang. Alerginya tergolong aneh karena setiap kali menyentuh binatang-binatang yang berbau jahat seperti laba-laba atau binatang yang menakutkan lainnya, dia pasti akan terdiam kaku dan matanya melotot ke depan. Satu, dua, tiga detik Sisil terdiam atau koma sesaat.

__ADS_1


__ADS_2