
"Gue nggak ngurusin lo. Gue cuma kasian sama lo dari tadi dicuekin mulu sama dia, " balas gue menunjuk ke arah zero yang berdiri kaku di depan sambil memandang kami berdua berdebat. "Liat tuh, dia cuma diam. Lo minta tolong tadi nggak di gubris, kasian banget. " sejurus kemudian sisil memandang zero dengan tatapan yang lebay banget. Bahasa kasarnya alay lah gitu, seperti mata puss untuk boots penuh harap dan jelas bikin gue muntah ngeliatnya.
"Nanti saya coba carikan nomer urut punyamu sis, " ucap zero ramah.
Sisil yang udah berharap banget dapat perhatian dari zero, sontak mengerlingkan matanya yang indah ke arah gue dan tentu aja itu membuat gue muntah darah betulan untuk kedua kalinya dalam khayalan wkwkwk. Dari arah pintu kelas, dua orang manusia yang sudah tidak asing lagi muncul dan menyapa dengan senyuman panjang bakal sungai Nil panjangnya. Pak Narto dan bu indah yang bertugas membagikan kertas kelulusan ke kelas kami terlebih dahulu.
__ADS_1
"Pagi Anak-anak , " sapa pak Narto ramah dan selalu tersenyum panjang. Kumisnya ikut terangkat bersama senyumannya hangat panjang itu.
"Pagi pak guru, " jawab kami serentak dan zero kemudian mempersilahkan Bapak dan Ibu guru menduduki bangku yang sudah di persiapkan, kemudiannya ia pamit untuk kembali ke kelas nya. Wajah sisil memerah karena terus-terusan mandangi sosok zero yang meninggalkan kelas kami. Gue sih rada heran sama tuh anak, nggak bosen-bosennya apa? tiap hari, waktu makan, jam istirahat, sampai pulang pun nggak lepas mandangin zero mulu. kalau gue mah udah bosen mau muntah😆
...Jujur, sih memang zero yang paling cakep dan manis di antara cowok-cowok yang laun. Dia seperti primadona di SMP ceria, seperti yang gue bilang tadi di atas kalau nggak salah bener wkwkwk nanti ada cari gue ngomong kalau zero nomer satu kalau ada audisi pemilihan cowok terlaris Yang kasian itu, liat cowok-cowok yang lumayan tampan dari zero aja masih di cuekin cewek-cewek. Apa lagi yang jelek ya? ...
__ADS_1
Apa yang menarik dari dia sama-sama makan nasi, punya mata, hidung, tangan, kaki, wajah, mulut dan lainnya . Terus, atau karena gue yang sudah pindah kelamin jadi nggak bisa rasain yang namanya jatuh cinta sama cowok ya? Haaaaahhhh.... ralat, kalau dilihat-lihat gue masih normal kok. Nyatanya dulu gue pernah tertarik sama pak Ardan, guru fisika gue.
Bohong...... !!! Satrynya kan emang gak laku wkwkwk. iih siapasih yang ikutan ngomong? Authornya ya hehhee.
Pembagian amplop kelulusan berjalan dengan mulus dari kelas c sampai kelas a. Gue sudah yakin bakal lulus, karena sudah di beritahukan jauh-jauh hari sebelum hari pemberitahuan kelulusan dan pembagian amplop kelulusan digelar. siapa lagi kalau bukan wali kelas dan guru kami pak Narto yang membocorkan kalsu kami semua pada lulus dengan nilai yang cukup bagus, curangnya itu.
__ADS_1
Walau nilai gue tergolong pas-pasan , tapi gue cukup senang. Walau menjadi rangking terakhir dari teman-teman di kelas. Bagi gue nggak papa, yang penting mam senang tau anaknya yang tersayang I ni sudah berhasil lulus.
Sisil senyum-senyum kayak orang baru dapet permen dari om-om, sambil nari-nari bak gadis india yang baru masuk rumah sakit jiwa. Sebelum pembagian amplop kelulusan, ia dibantu dulu sama zero untuk mencarikan nomer urut ujian miliknya. Bikin orang susah aja. Padahal dia juga masih ingat nomer urut miliknya sendiri. Norak! Kadang-kadang gue sama Siska rada bingung sama dia. Tuh anak udah gila ya, apa emang suka banget sama film India.