
^^^Sesampainya di dalam kelas, Zero tiba-tiba masuk ke dalam kelas dan merapikan meja guru. mulai deh sisil kayak cacing kepanasan. Zero yang emang punya tampang manis dengan pedenya tersenyum kepada mereka semua, yang kini membuat gadis- gadis yang berada di kelas kayak Burung kenari yang siap menari -nari di langit biru. Mereka semua sangat mengagumi sosok zero yang bagi mereka seperti pangeran putri salju dan siap mencium mereka satu persatu. Hueeeeekk.......!!^^^
^^^Zero menyapa dengan lembut Teman-teman di kelas dan dengan sopan ia menyampaikan pengumuman kelulusan akan segera di laksanakan.^^^
Pengumuman kelulusan memang akan digilir dari kelas 3 A sampai 3 C dan kelas Calcarea terlebih dahulu. tak lama Zero berkata para lelembut di kelas serasa di nyanyikan lagu pengantar tidur. nina Bobo lelembut! Hueeeeekk slebeeew😅
Gue memperhatikan sisil yang matanya mulai memancarkan cahaya berkilauan. Silau man.... matanya nggak berkedip Sama sekali mandang zero. Ia kemudian mengangkat tangannya tinggi-tinggi tanpa sadar keteknya lagi terkena bubur sumsum.
^^^"ya Sil, ada yang ingin kamu tanyakan? " tanya zero dengan wajah baby face alaminya. O ya, Zero ini kalau ngomong resmi banget, nggak ada bahasa gaulnya dikit yang dia pakai. Ndeso banget ya? xixixi..... ups, maaaf-maaf gue cinta bahasa Indonesia juga kok.^^^
__ADS_1
..."Eh, gue lupa nomer urut ujian. Lo bisa kan bantu cariin punya gue? " tanya sisil mulai centil. Dan serentak cewek-cewek di kelas pada nyorakin sisil yang malu-maluin. Gue cuma bisa geleng-geleng kepala. Tuh anak, amnesia bekas tadi pagi gue lempar dengan Laba-lab, apa gegar otak, ya? pikir gue sebel. "Kalian kenapa sih? rese deh, " balas sisil nggak mau kalah . Sorakan mereka tambah nyaring, membuat kelas jadi berisik kayak demo minta naik gaji....
"sil, lo parah ya. kalau lupa tanya sama Siska aja kenapa sih? " gue menjawab dengan ketus.
Sisil cuma julurin lidah ke arah gue. " lo kok gak dukung gue sih try? " balasnya jutek
Zero mencoba nenangin suasana ribut di kelas akibat ulah sisil yang kecentilan minta di cariin nomer urut ujiannya.
" Teman-teman, saya minta kalian tenang! "sambung zero.tegas, Ia memperhatikan satu per satu teman-teman yang pada ngedumel nggak jelas. Tanpa menunggu lama, serentak cewek-cewek dan cowok-cowok di kelas pada diem mengikuti aba-aba dari zero, seperti anak ayam disuruh masuk kandang ngikutin semuanya. " Kalau kalian ribut seperti ini, bapak dan ibu guru jadi tidak bisa membagikan amplop kelulusan nya. jadi saya minta kalian semua tenang. " Sekali lagi zero menegaskan kepada para perusuh untuk tenang.
__ADS_1
"Udahlah, gak usah basa basi deh. kasih aja langsung amplopnya, gue dah kelaparan dari pagi belum makan tau." Gue memutus ceramah zero. Gue baru inget kalau gue belum makan cuma nyicip sedikit nasi goreng buatan mama tadi pagi. "Lagian, Anak-anak sudah pada tau kalau mereka pada lulus semuanya,. " Kata gue. Zero menatap balik ke arah gue dan tersenyum sendiri sambil berkata.
"Sebentar lagi bapak dan ibu guru akan tiba, jadi saya harap kalian tenang biar cepat selesai dan kalian bisa senang mendengar pemberitahuan kelulusan yang kalian tunggu-tunggu, " balasnya ramah. Whaatt?? Lo nggak denger ya, gue ngomel-ngomel dari tadi. Lo pikir gue lagi memuji elo dasar cowok aneh.
"Zero..... " Tiba-tiba gadis bernama anis yang berada di bangku belakang gue memanggil namanya. "Lo bakal ngelanjutin sekolah di SMKN mana? " tanyanya tiba-tiba. Sisil kaget bukan main dan langsung membalikan badannya. Ia menyipitkan kedua matanya ke arah anis. "Hey, cemburu ya sil. Ada yang nanyain soal zero mau lanjut kemana tuh? " pancing gue pada Sisil sambil senyam- senyum . Siska cuma bisa geleng-geleng kepala melihat dia kembar siam yang berantem terus dari tadi pagi.
"Udah try, biarin aja" sambung Siska akhirnya.
"Lo kenapa sih try. Ngurusin gue terus? aneh! " kata sisil dengan ketus dan memasang wajah masam bin cemberut lagi.
__ADS_1