
Sisil dan Siska adalah sahabat gue dari Sd. Kami terus sama-sama sampai SMP dan sekarang SMK pun ingin masuk ke sekolah yang sama. Rumah Sisil dan Siska tidak terlalu jauh, maklum satu gang. Hari ini ialah hari yang sangat ditunggu tunggu, karena menyangkut masa depan kami bisa lanjut ke SMK atau mengulang pelajaran lagi.
Kalau Siska anaknya kurang asyik dan lebih suka menyudahi pembicaraan dibandingkan Sisil yang nggak mau kalah kalau perang mulut dengan gue. Perbedaan di antara kami bertiga itulah yang menjadikan kami tiga serangkai dan tidak terpisahkan. Oyeeee....!
Dalam perjalanan menuju sekolah, Sisil dan Siska ngerumpi nggak ada habis-habisnya, mungkin sampai jalan putus baru mereka berhenti ngerumpi, entah topik apalah yang mereka gosip kan. Padahal setahu gue, ngegosip itu nggak baik, betul kan coy? kali ini mata Sisil tertuju pada sesuatu dan itu berhasil membuatnya meng-komakan obrolan mereka. Matanya melotot dan mulutnya mangap selebar mulut buaya kalau sudah kekenyangan. Gue dan Siska jadi memperhatikannya. Emang Sisil habis megang binatang apa lagi, pikir gue.
Gue dan Siska mengikuti tatapan Sisil yang nggak berkedip, seperti mata belalang lagi dapat mangsa. Mata gue berhenti pada sosok penampakan cowok. Ia memakai kendaraan motor matic berwarna biru tua yang tengah melintas di depan kami bertiga. Ia teman sekolah kami. Kasian ya, kami bertiga cuman berjalan kaki sampai berotot kaki kami karena menempuh perjalanan sekolah yang berkisar satu kilo berjalan kaki selama tiga tahun bersekolah di SMP Ceria.
Cowok itu gosipnya menjadi dambaan setiap cewek SMP Ceria karena kharisma pada dirinya. Gemana gak? Cowok yang bernama Zero Candra adalah ketua OSIS di SMP ceria. Berwajah oval bersih, rambutnya yang lurus tertata rapi dan terdapat poni panjang menutup alis yang tebal hitam di wajahnya. Ia memakai kacamata bening kecil, sangat mirip dengan artis Korea yang pernah aku tonton di televisi. Matanya berwarna coklat tua dan hidungnya yang bangir semakin menambah pemikat dirinya. Ditambah lagi ia adalah siswa berperingkat di kelas. Gue adalah siswi terbodoh di kelas. So, it is no problem. Nggak nyambung yea hahaha! biarin yang penting author seneng 😁😁.
Tapi sayang Zero anaknya pendiam banget dan ia malah lebih suka menyendiri. sebenarnya dia itu tergolong cowok paling laris di sekolah lho. Kalau bisa dibikin peringkat cowok terlaris di kalangan cewek-cewek, mungkin Zero menjadi peringkat nomor satu. Kelebihan Zero, ia juga menjuarai dari kelulusan kami semua. Yah, memang sangat sempurnalah dia di mata kami semua, sangat di sayangkan kalau misalkan mendapatkan seorang cewek berotak satu ons ini hehehe. Dan kabarnya, gosipnya Sisil lagi kepincut cinta mati sama Zero.
__ADS_1
"Sil, mau sampai kapan lo mandangin dia trus? " Gue menjentikkan jari ke wajah Sisil yang matanya tambah mau keluar dari sarangnya. Sesaat Sisil tersadar dari alam mimpinya, ketika jari telunjuk gue nyentuh hidung yang agak mancung sedikit itu.
..."Apaan sihh lo, ganggu pemandangan indah aja lo! " wajahnya kembali merah setiap kali melihat Zero. Itulah yang membuat Sisil semangat turun sekolah demi Zero, bukan pelajaran....
..."Aah, nggak asyik lo, Zero mulu yang ada di otak lon!! untung aja lo lulus berkat Siska. Kalau bukan rasa saling bantu sesama sahabat, sudah kami kami tinggal lo ujian kemaren! " ketusku kesal seraya menendang batu kecil yang nggak ada punya salah apa-apa sama gue....
"Lo beneran suka sama Zero, sil? " sahut Siska menambahi.
"Iiihhhh.... rese deh kalian, biarin aja. suka-suka gue dong. " Sisil manyun sendiri. "Eeh, gue tahu Zero bakalan ngelanjutin sekolah di mana, " jawab Sisil sambil menari- nari bak penari balet tingkat SD.
"Penting, ya? " Gue menjawab dengan bete, nggak ada bahan lain apa selain ngomongin Zero .
__ADS_1
"Memangnya dia bakal lanjutin di mana? " tanya Siska
Sambil mrlirik ke arah sisil yang masih menari- nari. "Aduh ngapain sih lo sis nanya- nanya, bikin tambah panjang aja gosip kalian". Hujat gue sambil berjalan cepat dari mereka berdua.
"Itu lho, sekolah favorit di SMK Negeri 7 yang terkenal dengan jurusan tehnikmatikanya atau komputer. Nah, si my darling dadar gulung gue mau lanjut sekolah di sana dan gue pastinya masuk ke sana juga," jawab Sisil sambil nyanyi- nyanyi kayak penyanyi india tingkat Tk. SMK Negeri 7 memang terkenal dengan jurusan - ITnya. Selain itu sekolahnya juga jadi favorit anak- anak seperti kami ini yang memang dari dulu mengimpikan bisa masuk ke sekolah keren itu.
"Sil, lo kan dah janji sama gue bakal masuk ke SMK yang sama? SMK 4 juga favorit kan?" Kata- kata gue sedikit kesal dengar pengakuan sisil tadi. Kenapa harus ngambil sekolah yang sama kayak Zero. Di sana emang terkenal dengan sekolahnya yang mewah, tapi mahalnya! Ya ampun, kudu jual dua sapi perah dulu baru deh baru bisa masuk. Gue bukan golongan orang kaya. Bukan juga anak orang kaya, bukan juga orang miskin pasti mam bakal marah besar dan ngomel- ngomel deh, terus menjitak jidat gue dengan gayung mandi dan dengan wajah penuh nafsu membunuh.
"Yah, mau gemana lagi dong? Gue kan nggak mau sampai Zero di godain di sana," lanjut sisil sambil mengangkat bahunya.
" Hah, memangnya Zero itu siapanya elo? pacar bukan pembantu di rumah lo juga bukan," sergah Siska.
__ADS_1
"Ya udah, kalian berdua kan sohib gue nih. Nah, ikut gue aja. Dan masalah biaya biar gue yang urus," jawab Sisil sambil mencoba menenangkan dan tersenyum lebar.