
*author harap novel ini bisa membuat kalian para readers senang ya*
Jleb..
Jing Feng Gui pun membuka mata nya Kerna nggak merasa sakit di bahagian perutnya padahal tadi dia sempat melihat kalo istri kedua nya menghalakan pedang di perut nya.
DEG..
"TIDAK!!"teriak Jing Feng Gui lalu menyambut tubuh sang istri pertama nya.
Istri pertama Jing Feng Gui pun mengelus wajah sang suami sambil menatap wajah tampan sang suami tercinta tapi apakan daya kalo diri nya di madu,di lubuk hati terdalam nya terasa sakit kerna istri mana yang sanggup di madu bahkan nerima segala cacian dan makian dari madu nya sendiri walaupun tingkat kultivasi nya lebih tinggi dari istri kedua.
"suamiku..jagalah dirimu sebaik mungkin"lirih istri pertama nya lalu menghembuskan nafas terakhir nya tepat di pangkuan sang suami tercinta.
tes...
"tidak! jangan ninggalin aku! maafkan aku yang nggak berguna ini!"lirih Jing Feng Gui sambil mencium punggung tangan sang istri.
"hahahaha! lihat lah! istri pertama mu bakal mati nggak lama lagi ! dan kau dengan mudah termakan rayuan ku dulu !"ejek sang istri kedua Jing feng Gui lalu pergi meninggalkan Jing Feng Gui bersama kekasih gelap nya.
Jing Feng Gui menulikan telinga nya dan matanya menatap wajah cantik sang istri pertama sambil mengelus dengan lembut.
tes..
"maaf kan aku sayang! maaf kan aku! aku mohon kembalilah ke pangkuan ku! beri aku satu lagi kesempatan! aku janji! aku janji bakal setia dengan mu! hiks..hiks..ku mohon kembali lah!!"teriak Jing Feng Gui dalam hati nya sambil memeluk erat tubuh sang istri sebelum dia membalaskan dendam buat sang istri.
wushh..
Dengan perlahan-lahan tubuh istri pertama menghilang di bawa angin.
"tidak! tidak!"ucap Jing Feng Gui sambil mencapai serpihan tubuh sang istri yang berterbangan di udara.
"jangan! jangan pergi ninggalin aku!! ku mohon!"teriak Jing Feng Gui sambil berlari menggapai tubuh sang istri tapi malang nya nihil semakin lama tubuh sang istri makin hilang di bawa angin.
"Aku berjanji! Ke mana pun kau di hantar di situ juga lah aku ada Qiao Qinyang!! aku bakal jadi suami mu selamanya!"teriak Jing Feng Gui lalu berpaling dan terukir senyuman misterius di wajah Jing Feng gui.
"tunggu lah aku Shu Ruolan!!"gumam Jing Feng Gui sambil mengepalkan tangan nya menahan kemarahan yang memuncak dalam diri nya.
"berani nya kau membunuh istri ku! ya walaupun kau istri kedua ku! tapi perbuatan mu pada ku dan istri ku udah melampaui batas! tunggu kau! hutang nyawa di bayar nyawa!"teriak Jing Feng Gui lalu membuka pintu teleportasi dan menuju ke sebuah istana yang megah dan mewah.
Di tempat lain..
Shu Ruolan berjalan dengan angkuh dan sombong menuju ke atas takhta tempat di mana seorang raja dan permaisuri duduki.
"udah lama ku impikan takhta ini.. akhirnya bisa juga ku duduki bersama dengan kekasih ku.. hehehe"gumam shu Ruolan sambil mengelus kursi raja dan permaisuri itu dan berjalan mengelilingi nya.
HUP..
Tiba-tiba ada sebuah tangan kekar yang memeluk tubuh nya dari belakang,lantas Shu Ruolan memalingkan kepala nya dan senyum kepada kekasih nya itu.
__ADS_1
"Feng Gang ge ge..."ucap Shu Ruolan dengan nada yang manja sambil memeluk tubuh Feng Gang.
"kau manja sekali ruo'er"ucap Feng Gang sambil membalas pelukan Shu Ruolan.
Klang!!
Mereka berdua kaget Kerna pedang yang di halakan ke arah mereka hampir membunuh mereka berdua.
"Siapa itu huh?!"teriak Feng Gang sambil mendorong Shu Ruolan ke belakang tubuh nya.
"ck! kalian berdua sejak tadi romantis segala..apa nggak capek? aku yang ngelihat juga capek tau!"sindir suara misterius itu yang menggema di seluruh pelosok istana itu.
"Hei! kalo kau berani muncul di hadapan ku sekarang!"teriak Feng Gang sambil mengeluarkan pedang milik nya.
"hahahaha!! apa sang raja iblis takut dengan kehadiran ku?!"ucap Jing Feng Gui yang berada di hadapan kedua manusia itu dalam keadaan halimunan.
"cih! sebelum kau tonjolkan diri mu di hadapan ku! aku nggak bakal takut sama siapa pun termasuk Jing Feng Gui itu!"ucap Feng gang sambil melihat sekeliling takut nya si suara misterius itu menyerang nya dari berbagai arah dan dia juga perlu melindungi sang pujaan hati nya.
"tapi aku nggak mau tunjukin diri ku sebelum kalian berdua mati di tangan ku! atau kau buat ku muncul! gi mana?! mau?!"ucap Jing Feng Gui sambil tersenyum devil.
"cih! siapa sih ini orang?!"gumam Shu Ruolan yang berada di belakang Feng gang.
Tanpa membuang waktu Shu Ruolan pun menggunakan mata kuning nya untuk mencari si pelaku.Shu Ruolan melihat sekeliling dan tatapan nya terhenti di hadapan tubuh Feng gang dan dengan cepat dia menarik tubuh Feng gang supaya menjauh dari si pelaku itu.
"ruo'er kenapa kau mendorong ku?"ucap Feng gang melalui telepati.
"apa! siapa?"ucap Feng gang melalui telepati sambil melihat ke arah Shu Ruolan.
"Jing Feng Gui!"balas Shu Ruolan lalu kembali ke samping Feng gang.
"ouh! ternyata cepat juga dia mau balas dendam buat istri pertama nya ya"gumam Feng gang.
Dan sebelum mereka berdua mau nyerang Jing Feng Gui terlebih dulu menyerang mereka dari arah belakang menggunakan serangan pedang berganda.
Jleb!!
Jleb!!
Urghhhh!!
Urghhhh!!
"gege.."ucap Shu Ruolan sambil memegang sebelah tangan milik Feng gang dan Feng gang membalaskan pagutan itu.
"ruo'er ku..jangan khawatir ya! kita bisa balas dendam di dunia yang seterusnya!"ucap Feng gang lalu mayat kedua nya hilang di bawa angin.
"akhir nya..akhir nya..dendam mu udah ku balas istri ku.."gumam Jing Feng Gui lalu kembali ke rumah yang di tempati diri nya bersama isteri pertama nya.
Di sebuah pondok kecil berhampiran danau,Jing Feng Gui mengelus kantong kecil yang bercorak sepasang naga dan phoenix.
__ADS_1
"Qin'er..kalo kau ada kau pasti memeluk ku dan berkata 'suamiku..di mana pun kita berada,kapan pun waktu itu dan gi mana keadaan nya..aku bakal jadi tempat di mana kamu sandarkan kepala mu di bahu ku'..ku rindu ucapan mu Qin'er"gumam Jin feng Gui.
Uhuk..Uhuk..
"mungkin sekarang saat nya.."gumam Jing Feng Gui lalu terbaring di tempat nya dan menghembuskan nafas terakhir nya di pondok kecil itu.
Jing Feng Gui berterima kasih pada Shu Ruolan Kerna memberi racun yang mematikan pada nya...
Di tempat dan masa yang berbeza..
Di Klan Jing..
"oek..oek.."
Setelah mendengar suara tangisan bayi Ketua Feng pun masuk ke dalam kamar di mana istri dan bayi nya berada.
cklek..
"sayang.."panggil Ho Xianlun(istri Ketua Jing)
Dengan gerakan cepat ketua Feng(Jing Zihan) menghampiri sang istri.
"apa kamu udah punya nama buat anak kita sayang?"tanya Ho Xianlun pada sang suami.
"hmm"pikir Jing Zihan seketika.
"nama anak kita ialah Jing Feng Gui"ucap Jing Zihan.
"enak banget nama itu ya..aku suka"ucap Ho Xianlun sambil menyusu anak nya.
Di kekaisaran Qiao pula..
"oek..oek.."
Kaisar Qiao yang setia menemani sang istri bersyukur Kerna kedua-dua buah hati nya selamat.
Kaisar Qiao (Qiao Jianheeng) pun mengelap keringat di wajah sang istri dengan lembut.
"makasih ya sayang"ucap kaisar Qiao Jianheeng sambil mengecup kening istri nya.
"sama-sama suami ku"balas Permaisuri Qiao (Jun Shuwan)
"suami ku..apa kamu udah punya nama buat anak kita.."tanya permaisuri Qiao Shuwan sambil memerhatikan anak nya yang sedang minum susu.
"udah sayang..cantik lagi nama nya"ucap kaisar Qiao Jianheeng.
"kalo gitu..apa nama buat anak perempuan cantik kita ini..?"tanya permaisuri Qiao Shuwan sambil melihat ke arah sang suami.
"nama anak kita ialah Qiao Qinyang"ucap kaisar Qiao Jianheeng sambil mengelus tangan mungil anak nya..
__ADS_1