Rebirth Of Emperor And Empress Of God

Rebirth Of Emperor And Empress Of God
kesedihan seorang gadis


__ADS_3

14 tahun kemudian..


Hiak!!


Hiak!!


"Feng'er..udah latihan nya..yuk kita makan"panggil Ho Xianlun dengan nada yang tinggi tapi lembut.


"baik ibu"jawab Jing Feng Gui lalu meletakkan pedang nya di atas kayu yang berupa meja kecil itu dan pergi ke arah ibu nya.


"nih makan..dan ingat ya..kamu harus makan sayur dan buah supaya kekal sehat.."ucap Ho Xianlun sambil menyuap anak bungsu nya.


beberapa minit kemudian..


"kakak..kakak!"panggil Adek bungsu Jing Feng Gui sambil menarik baju Jing Feng Gui.


"apa dek?"balas Jing Feng Gui sambil menatap wajah adek kesayangan nya itu.


"kakak..adek mau jadi kuat kayak kakak.."ucap adek nya ( Jing Kangjian,usia 7 tahun, laki-laki).


"Kalo adek mau jadi kuat..adek perlu mencapai ranah darkness warrior level 3..baru kakak ajarin Kang'er apa yang kakak tau"ucap Jing Feng Gui sambil mengelus kepala adek nya.


Plak..


"kakak..! kan udah adek bilang kalo jangan elus kepala adek! lihat! habis rambut adek jadi kusut Kerna ulah kakak!"ucap Jing kangjian lalu duduk di kursi nya dengan wajah yang cemberut.


"hahahaha"kekeh Jing Feng Gui sambil menutup mulut nya


"kapan kamu bilang sama kakak huh? setau kakak..Kang'er cuma mau di suapin sama ibu aja kok"ucap Jing Feng Gui dengan sedikit sindiran buat adek nya.


"ibu..! lihat kakak..dia sindirin adek!! Hua.."tangis Jing kangjian padahal tangis nya itu cuma pura-pura doang.


Ho Xianlun hanya dapat menggelengkan kepala nya melihat tingkah kedua anak nya yang semakin membesar.


"udah berantem nya..makan dulu..kalo nggak dua-dua ibu nyuruh buat bantuin ibu..mau nggak?!"ancam Ho Xianlun pada kedua anak nya.


"baik ketua!"ucap Jing Feng Gui dan Jing kangjian lalu mereka berdua meneruskan makan.


Setelah makan bersama,Jing Feng Gui meneruskan latihan nya dengan fokus kerna mau menjadi kuat dan melindungi orang-orang yang dia sayang.


Hiak!!


Hiak!!


Wushh!!


wushh!!


wushh!!


Dengan gerakan yang cepat dan lincah Jing Feng Gui berjaya memotong 5 pokok yang setebal 3 pelukan manusia dewasa.


Hoshh..

__ADS_1


Hoshh..


"nggak! ini nggak cukup! harus lebih kuat lagi!! lebih kuat!!"ucap Jing Feng Gui dalam hati nya.


Clash!!


Di potong nya sebuah batu yang besar di hadapan nya dengan menggunakan sebelah tangan nya.


Prok!!


Prokk!!


Prokk!!


Jing Feng Gui pun memalingkan kepala nya dan mencari siapa yang menepuk tangan padahal sedari tadi hanya ada diri nya seorang.Mata nya pun tertangkap pada seorang pria yang berusia 2 tahun lagi tua dari nya.


"kakak?"ucap Jing Feng Gui sambil memegang erat pedang nya.


Pria yang di panggil 'kakak' berjalan ke arah nya dengan wajah yang datar tanpa senyuman.


"apakah adek ku..udah lupain wajah dan karakter kakak nya sendiri?"ucap pria itu lalu merentangkan kedua belah tangan nya.


"adek? apa tuan udah lupa kalo adek itu hanya ada seorang dan nama nya Jing Kangjian"ucap Jing Feng Gui sambil melipatkan tangan nya di dada.


"hahaha..apakah panggilan adek udah nggak sesuai buat Jing Feng Gui"sindir pria itu sambil memeluk paksa Jing Feng Gui.


"lepas! aku udah besar kakak! dan jangan manggil nama ku adek! Kerna panggilan adek hanya sesuai buat Jing kangjian..dan kakak hanya bisa manggil ku dengan nama Feng Gui "ucap Jing Feng Gui sambil mendorong tubuh sang kakak.


"hahaha..ternyata Feng Gui kakak makin kuat ya?"ucap pria itu lalu memberi pukulan kecil di pundak Jing Feng Gui.


"apa kakak ke sini sendiri? di mana pendamping kakak?"tanya Jing Feng Gui sambil mengambil pedang yang terjatuh saat kakak nya memaksa dia untuk berpelukan adek kakak.


"ya..iya..lah apa kau nampak kakak mu ini datang berdua..?"tanya Jing Zhuting balik pada Jing Feng Gui.


"ouhh..kalo gitu lebih baik kakak langsung ke rumah aja di sana ada ibu sama adek.."ucap Jing Feng Gui lalu pergi dari situ sambil membawa pedang di tangan nya.


Jing Zhuting pun menganggukkan kepala nya setelah mendengar ucapan Jing Feng Gui lalu berjalan ke rumah nya.


*


*


*


Di Istana Kekaisaran Qiao..


Seorang gadis yang memakai baju hanfu putih dengan rambut di simpul ke belakang.


Tanpa di temani berbual atau penjaga.


Di sebab kan tubuh nya yang lemah sekarang,dia nggak bisa berkultivasi Kerna dalam tubuh nya ada segel yang sulit di hapus bahkan bukan semua kultivator bisa melihat.


"aku..hanya perlu menunggu maut menjemput.."lirih gadis itu sambil menampilkan wajah yang datar bahkan dingin.

__ADS_1


Wushh..


Angin yang lalu pun menerpa tubuh gadis itu seolah-olah memberi semangat untuk terus hidup.


"hidup seperti mayat yang nggak punya jiwa..mati seperti mayat yang nggak punya roh.."gumam Qiao Qinyang..


"apa yang perlu ku lakuin supaya aku bisa berkultivasi? apa aku harus mati supaya aku bisa bebas dari siksaan ini? kenapa aku harus berada di dalam kegelapan mentari?"gumam Qiao Qinyang sambil meneteskan air mata nya.


"jika ada peluang..tunjukkan pada ku.."gumam Qiao Qinyang lagi lalu berjalan ke arah sekuntum bunga yang hampir layu.


"bunga..nasib mu mirip kayak nasib ku..tapi kau masih lagi bisa hidup kalo aku siram mu dengan air.."ucap Qiao Qinyang lalu mengambil sedikit air dan di tuangkan ke atas bunga itu.


Puk..


Qiao Qinyang pun memalingkan kepala nya melihat siapa yang menepuk pundak milik nya.


"Qinyang'er lagi ngapain? sedari tadi kakak melihat mu asyik memandang bunga itu"ucap Qiao Yongsheng sang kakak pertama.


"lagi siram bunga kak..coba kakak lihat..bunga ini hampir layu..tapi bila ku siram..bunga ini kembali mekar.."ucap Qiao Qinyang sambil mengelus bunga itu.


"iya..kakak paham kok..apa yang ingin kamu sampaikan tapi.. Qinyang'er harus ingat ya..kamu nggak sendiri..kamu punya ayahanda,bunda..kakak kedua mu..dan kakak mu ini.."ucap Qiao Yongsheng sambil mengelus kepala Qiao Qinyang dengan lembut.


"kakak.."panggil Qiao Qinyang sambil melihat wajah sang kakak.


"iya adek kakak tersayang.."balas Qiao Yongsheng sambil tersenyum manis ke arah sang adek.


"boleh nggak kalo..adek mau petualang?"tanya Qiao Qinyang sambil menunjukkan puppy eye milik nya.


"huff..kalo soal itu..kakak nggak bisa kasi keputusan dek.."jawab Qiao Qinyang.


"tapi..kakak kan putra mahkota kekaikasaran ini...adek cuma mau petualang..mana tau semasa adek petualang..adek bisa sembuh"ucap Qiao Qinyang sambil mengusap lengan sang kakak supaya hati sang kakak luluh.


"ya..iya..baik lah..adek ku ini tau aja cara mau buat kakak nya luluh..bikin gemas nih.."ucap Qiao Yongsheng sambil mencubit pipi Qiao Qinyang dengan pelan takut sang adek kesakitan.


"makasih kakak ku sayang!"ucap Qiao Qinyang lalu memeluk tubuh sang kakak tanda terima kasih..


"tapi kakak nggak bakal janji..kalo ayahanda bakal izinin adek petualang ya.."ucap Qiao Yongsheng sambil membalas pelukan sang adek dengan pelukan kasih sayang seorang kakak buat adek nya.


"baik kak!"ucap Qiao Qinyang lalu melepaskan pelukan itu dan berlari mengelilingi padang bunga milik nya.


"yeay..!!!"teriak Qiao Qinyang sambil merentangkan kedua tangan nya ke udara.


"ini pertama kali..aku lihat adek..sesenang ini..aku gembira deh jadi kakak nya.."ucap Qiao Yongsheng dalam hati nya.


Lalu dia pun ikut adek nya berlari mengelilingi padang bunga itu.


"hahahaha.."ketawa Qiao Qinyang.


Di sisi lain..


"ku harap kau sabar menunggu kedatangan ku..sayang ku.. Qiao Qinyang.."gumam Jing Feng Gui sambil mengelus kantong naga&phoenix di tangan nya..


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2