Rebirth Of Emperor And Empress Of God

Rebirth Of Emperor And Empress Of God
Izin buat petualang


__ADS_3

Semasa perjamuan makan malam antara Yang Mulia Kaisar Qiao, Yang Mulia Permaisuri Qiao dan anak-anaknya di meja bulat bernuansa naga emas kecuali Qiao Qinyang kerna dia jarang makan pada waktu malam.


"ayahanda"panggil Pangeran mahkota Qiao Yongsheng melalui telepati dengan sang ayah.


"iya..kenapa anak ku?"tanya Yang Mulia Kaisar Qiao Jianheeng sambil meneruskan makan nya seperti biasa dan tenang.


"setelah makan nanti apa bisa kita berdua bicara? Ini soal adek"ucap Qiao Yongsheng melalui telepati lagi.


Sedang kan Yang mulia Permaisuri Qiao hanya menatap heran pada suami dan anak sulung nya Kerna dia merasa kalo ada perbicaraan sulit antara kedua nya.


"ehemm!!"


"apa kalian berdua masih mau tenung satu sama lain..buat waktu yang lama? kalo mau di terusin..yah..teruskan..bunda mau ke taman belakang..!"ucap Yang Mulia Permaisuri Qiao lalu berdiri dari duduk nya dan berjalan dengan santai menuju ke taman belakang.


"eh!!"kaget Yang Mulia Kaisar Qiao Jianheeng dan Pangeran mahkota Qiao Yongsheng lalu mereka pun menatap satu sama lain dan Yang Mulia Kaisar Qiao Jianheeng pun berlari mengikuti Yang Mulia Permaisuri Qiao sedang kan Pangeran Mahkota Qiao Yongsheng masih duduk di kursi nya dan makan seperti biasa.


Di taman belakang peribadi yang hanya bisa di masuki oleh keluarga kerajaan sahaja.


HUP..


Yang Mulia Kaisar Qiao memeluk tubuh istri nya yang ramping dan mulus itu.


"jangan!"tepis Yang Mulia Permaisuri Qiao lalu berjalan ke arah kursi yang berada nggak jauh dari mereka.


Sang Kaisar hanya pasrah mendapat perlakuan begitu dari sang istri tercinta nya..


"mujur sayang..kalo nggak.."ucap Yang Mulia Kaisar Qiao Jianheeng dalam hati nya tapi nggak habis dia ngomong dalam hati..dia udah mendapat satu tatapan tajam dari sang istri.


Srengg!!


"Yang Mulia Kaisar pikir aku nggak tau..kalo Yang Mulia Kaisar lagi umpatin aku dalam hati! huh!"ucap Yang Mulia Permaisuri dengan nada sinis sambil melipat dada di tangan nya.


"ehh!! nggak sih! mana ada!! Istri ku..kamu itu terlalu banyak pikiran deh!"ucap Yang Mulia Kaisar Qiao sambil memalingkan wajah nya ke arah lain.


"apa benar? tapi..melihat raut wajah Yang Mulia Kaisar..ku pikir Yang Mulia Kaisar bohong sama ku.."ucap Yang Mulia Permaisuri Qiao sambil mengusap dagu nya.


"apa Yang Mulia Permaisuri Qiao nggak percaya sama suami sendiri? Tega banget deh kamu sayang.."Rengek Yang Mulia Kaisar sambil menggeliat manja di pundak Yang Mulia Permaisuri Qiao.


Puk..


Yang Mulia Permaisuri Qiao pun menepuk kepala Yang Mulia Kaisar Qiao Kerna berada di luar batas.


"aduh! sakit sayang!! kalo kamu pukul lagi..bisa bocor kepala ku!!"rengek Yang Mulia Kaisar sambil mengusap kepala nya.


"rasain! Bucin mu itu udah melampaui batas tau nggak?! Kamu pikir kita di luar huh?!"ucap Yang Mulia Permaisuri Qiao nggak guna adat sebagai seorang Yang Mulia Permaisuri Qiao lagi Kerna udah hilang sabar dengan Sang suami nya.


"emang nya kenapa kalo aku bucin? Apa Yang Mulia Permaisuri Qiao nggak suka punya suami bucin kayak ku? sebucin-bucin ku..aku hanya bucin sama istri sendiri! Dan sayang dan cinta sama istri sendiri!"ucap Yang Mulia Kaisar Qiao sambil menepuk dada nya dengan bangga.


"pufftt!!"

__ADS_1


"hahahaha!! kenapa sih pikiran Yang Mulia Kaisar Qiao kayak gitu? jauh amat sih!"ketawa Yang Mulia Permaisuri Qiao sambil memegang perut nya yang sakit akibat tertawa terlalu banyak.


"apaan sih? emang nya omongan ku salah?"tanya Yang Mulia Kaisar Qiao dengan nada bocah kecil yang usia nya 5 tahun.


"hahahaha!! Sayang udah deh!! perut ku udah mau meletup nih!"ucap Yang Mulia Permaisuri Qiao yang masih memegang perut nya.


HUP..


Kelakuan Yang Mulia Kaisar Qiao sebentar tadi hanya untuk membuat Yang Mulia Permaisuri Qiao ketawa dan nggak marah lagi sama nya,walaupun ini di luar istana dia sanggup bikin apa aja buat bahgiain sang istri tercinta.


*


*


*


Di Tempat Lain...


"ibu.."panggil Jing Feng Gui pada Ho Xianlun yang sedang memasak roti kukus pelbagai bentuk.


Mendengar sang anak memanggil nya Ho Xianlun pun memalingkan wajah nya menghadap sang anak lalu dia bertanya "kenapa Feng'er..?"dengan wajah penasaran sambil menutup kembali penutup kukusan roti itu ke tempat nya.


Jing Feng Gui nggak langsung menjawab ucapan ibu nya tapi dia berlari dan memeluk tubuh ibu nya dengan erat.


HUP..


"ehh??"kaget Ho Xianlun kerna anak nya tiba-tiba memeluk nya tanpa sebab dan itu membuat kan dia merasa gelisah takut ada berita berat yang ingin anak nya sampai kan pada nya.


"iya feng'er..kamu kenapa sayang? apa ada sesuatu yang mau kamu omongin sama ibu? coba kasi tau..mana tau ibu ijinin"ucap Ho Xianlun sambil melepaskan pelukan mereka dan merangkul kedua pundak anak nya itu.


"ibu..aku mau pergi petualang..aku mau mengembara dan dalam masa yang sama aku mau tingkatkan kekuatan kultivasi ku.."ucap Jing Feng Gui sambil menatap wajah ibu nya dengan tatapan memohon.


"huhh"keluh Ho Xianlun setelah mendengar ucapan sang anak yang ingin berpetualang ke serata benua bahkan mungkin ke serata dunia atau alam.


"sebelum ibu ijinin kamu pergi..kamu harus kasi tau sama ayah mu..nanti ayah mu pasti bakal marahin ibu kalo biarin anak kesayangan nya pergi tanpa pengetahuan nya"ucap Ho Xianlun lalu menoel hidung mancung sang anak.


"baik ibu! Dengan segera anak mu ini bakal laksanakan!"ucap Jing Feng Gui dengan nada yang semangat lalu pergi dari situ untuk ketemu dengan sang ayah.


"huh..apa ini yang di namakan takdir? apa benar anak ku yang terpilih? ku harap dia bisa menempuh nya dengan aman"gumam Ho Xianlun setelah Jing Feng Gui pergi dari situ.


Lalu Ho Xianlun pun Kembali mengerjakan pekerjaan yang terhenti tadi.


*


*


*


Di tempat Jing Feng Gui..

__ADS_1


Seorang pria yang bertubuh kekar walaupun udah memasuki usia 38 tahun.Dengan teliti dan fokus dia menyiapkan beberapa perangkap bagi memantapkan lagi keselamatan Klan Jing.


"Bulan ini..udah 2 kali Klan Jing di serang pasukan musuh tapi..setiap kali mereka datang corak baju..dan senjata yang di miliki mereka bukan seperti musuh yang biasa..apa mungkin.."ucap Ketua Jing Zihan lalu tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu.


tok..


tok..


tok..


"ayah!"panggil Jing Feng Gui sambil mengetuk pintu.


"masuk!"jawab ketua jing Zihan sambil membaca mesej surat kecil yang di hantar melalui burung tadi.


Jing Feng Gui pun memasuki aula Ketua Sekte Jing.Kerna nggak mau bazirin waktu dia pun berlari kecil ke sang ayah.


"ayah.."panggil Jing Feng Gui sambil duduk di kursi yang berada di hadapan meja ketua klan Jing.


"iya nak"jawab ketua jing Zihan lalu menatap wajah sang anak dengan wajah yang tertanya-tanya.


"ayah..apakah bisa aku pergi petualang? aku mau jadi lebih kuat yah..dan punya pengalaman dalam bertarung"ucap Jing Feng Gui sambil menatap wajah sang ayah.


"apa kamu udah minta restu sama ibu mu? jika ibu mu udah restu..ayah setuju aja..cuma kamu perlu jaga keselamatan kamu ketika kamu berada di luar sana..dan jangan leka apalagi meremehkan pihak lawan"ucap ketua Jing Zihan dengan nada yang serius.


"udah yah..Ibu bilang kalo ayah ijinin baru ibu ijinin.."ucap Jing Feng Gui.


"baik lah kalo gitu..kapan kamu mau pergi petualang?"tanya ketua Jing Zihan.


"kalo bisa secepat mungkin yah..kan lagi 2 tahun Kekaisaran Qiao bakal mengadakan kompetisi jadi aku mau menyertai kompetisi itu kalo aku berjaya mencapai ranah Emperor immortal level 2"ucap Jing Feng Gui.


"ya udah..kalo gitu kemauan mu..ayah setuju"ucap ketua Jing Zihan walaupun hati nya mengata 'tidak' tapi dia juga nggak mau mengekang anak-anak nya kecuali anak nya itu gadis baru lah dia sedikit memberi kekangan tapi nggak melampaui batas takut jadi kacau nanti.


"makasih yah!"ucap Jing Feng Gui lalu pergi dari situ dengan raut wajah yang senang.


*


*


*


"Ruo'er!"panggil seorang wanita yang baru mencecah usia 36 tahun.


"iya bu!"sahut Shu Ruolan yang berusia 14 tahun.


"yuk makan!"panggil sang ibu dengan menampilkan wajah yang manis dan hangat.


"baik!"sahut Shu Ruolan lagi lalu dia pun berlari ke arah sang ibu yang lagi menunggu nya di hadapan pintu.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2