Reinata

Reinata
kakak kelas


__ADS_3

Reinata # 2


#yandi


Bel tanda istirahat telah usai berbunyi, ketiga kakak kelas Rei itu segera beranjak menuju kelas mereka. Rei kembali ke bangkunya.


"Bang Yandi siapa Rei?" tanya Zikri yang sedari tadi diam memperhatikan.


"Tau tuh, ga jelas, " jawab Rei sambil mengangkat bahunya, tanda malas membahasnya.


Bagi Rei itu bukanlah hal penting yang harus dibahas. Rei bersyukur akhirnya guru pun masuk dan memulai jam pelajaran terakhir. Dia tidak harus meladeni kekepoan Zikri yang pasti tanpa ujung itu.


***


"Rei..." Kakak kelas yang juga sekost dengannya berlari mengejar Rei yang ada di depannya.


"Ya, kenapa kak?" Rei menghentikan langkahnya.


"Kamu ada masalah sama Ratih?" Tanya kak Rina ketika sudah di samping Rei


"Enggak"


"Tadi dia nanyain kamu ke kakak, kirain kalian ada masalah, "


"Enggaklah, ngapain cari masalah sama cewek kak. Ga level berantem ama cewek, " Ujar Rei sambil tertawa.


"Dasar laki, " Kata Rina sambil mendorong bahu Rei pelan, dan Rina pun ga kalah tertawa.


Mereka bercanda dan tertawa sepanjang jalan sampai ke kost.


***


"Rei, ada yang nyari tuh di luar, " kak Rina tiba-tiba nongol dalam kamar yang memang tak di kunci.


"Siapa Kak?" Tanya Rei, yang tak merasa ada janjian.


"Bang Yandi, eh Rei kamu kenal dimana sama Bang Yandi?"


"Hah, kenapa tuh orang nyariin aku, " tanya Rei bingung


"Nah loh Rei, jangan-jangan dia dendam kali gara-gara yang kemaren" ujar Sari


"Serius Rei, kamu kenal sama Bang Yandi? Apa gara-gara ini tadi pagi Ratih nyariin kamu?" Kak Rina yang semakin penasaran memburu jawaban Rei.

__ADS_1


"Tau ah Kak, bilang aja Rei udah tidur" jawab Rei sekena nya sambil kembali memainkan HP nya.


"Ya udah, tapi nanti cerita ya" kata Kak Rina sembari keluar dari kamar


"Rei, kok Kak Rina sebut Kak Ratih? Emang apa hubungannya?" Sari yang dari tadi penasaran akhirnya buka suara.


Rei menceritakan pada Sari kejadian saat istirahat tadi.


"Pacarnya Kak Ratih kali ya Rei?" Tanya Sari penasaran.


"Iya kali, tau ah ga peduli juga aku" jawab Rei kembali memainkan HPnya.


***


Seminggu ini Yandi Selalu datang ke kost, karena kebetulan ada temannya anak SMA yang juga kost di sana. Tapi Rei tak pernah menemuinya.


Sampai malam minggu ini Rei akhirnya bertemu dengan Yandi di depan ketika Rei akan mengambil makanan pesanannya.


"Rei, tunggu. Boleh ngobrol sebentar?" Tanya Yandi dengan nada yang lembut.


"Kenapa?" jawab Rei dengan cuek


"Ist kok gitu sih jawabnya. Yang harusnya marah tu aku kali Rei" ujar Yandi masih dengan ramahnya.


"Ya enggaklah, cuma mau ngobrol aja. Kenalan ama kamu, bolehkan?" Tanya Yandi tersenyum.


"Kan udah kenal nama aku, apalagi" jawab Rei sambil berlalu masuk ke dalam.


Yandi bengong ditinggal Rei dengan jawaban yang ga enak itu.


"Yan... Yan... Mending kau ajak dia sparing lah dari pada ngajak dia kenalan" kelakar Ardi yang dari tadi melihat adegan Yandi dan Rei.


"Tuh cewek unik ya Di, baru kali ini aku di cuekin cewek gitu" jawab Yandi sembari duduk disamping Ardi.


"Dia emang gitu Yan, ga mempan deh kamu pasang muka manis depan Rei gitu" ujar Ardi sambil memasukkan kacang ke dalam mulutnya.


"Eh, dia punya pacar ga sih Di?. Seminggu aku perhatikan di sini ga ada yang apelin dia" Selidik Yandi.


"Gimana mau punya pacar Yan, bodyguardnya banyak. Tunggu aja ntar lagi juga pada datang tuh bodyguardnya"


Tak lama empat motor datang memasuki halaman kost, mereka rata-rata anak STM yang Ardi kenal. Karena setiap malam minggu mereka selalu datang untuk menjemput Rei, atau sekedar bermain gitar di halaman kost. Ada dua anak SMA yang Ardi dan Yandi juga kenal. Mereka lalu saling menyapa dan ngobrol. Merekapun terlibat percakapan yang seru, membahas malam minggu yang tidak ngapelin cewek.


***

__ADS_1


Di Dalam Kamar Rei sedang bersiap-siap dengan kostum futsalnya.


"Main futsal lagi Rei?" Tanya Sari melihat Rei yang sedang memakai sepatunya.


"Iya, udah dijemput anak-anak tuh. Kamu mau ikut?” tanya Rei sambil mengikat sepatunya, Sari hanya menggelengkan kepalanya.


"Besok mas Surya jadi datang kan?” tanya Rei lagi.


Mas Surya adalah pacar Sari, mereka sudah berpacaran dari Sari kelas 3 SMP.


"Jadi, ibu kamu ada nitip katanya tadi" jawab Sari.


Rumah Mas Surya memang tak jauh dari rumah orangtua Rei. Jadi ketika Surya ada berkunjung ke Kota ini, orangtua Rei selalu menitipkan makanan kesukaan anaknya itu.


"Iya, tadi ibuk bilang. Ya udah aku berangkat. Kamu ada mau nitip ga, ntar aku beliin sekalian" tanya Rei ketika sudah akan keluar kamar.


"Iya, nitip cemilan cepuluh cebelas ya. Buat temen nonton ntar malam" jawab Sari sambil cengengesan.


"Oke.." Jawab Rei sambil menutup pintu kamar.


"Bu, Rei pamit main Futsal ya" ujar Rei ketika berpapasan dengan Ibu kost di lorong pintu keluar.


"Iya.. Ina tuh kok senang betul main futsal?, ini malam minggu cuma Ina yang pamitnya main futsal" jawab Ibu kost sambil geleng-geleng kepala lihat tingkah anak kostnya yang satu ini. Ibu kost ini memanggil Rei dengan sebutan Ina. Panggilan yang biasa dikeluarga Rei.


Rei yang dibilangin cuma cengengesan, udah khatam dengan geleng-geleng bu kostnya.


***


"Mau pada futsal ya Do?" Tanya Yandi pada Aldo teman sekelasnya di SMA


"Iya, ikut yok?" Ajak Aldo.


"Ga ah, ga hobi gua" jawab Yandi


Tak lama muncul Rei dari dalam dengan kostum bolanya.


"Yuk langsung cabut kita" ajak Rei langsung berjalan ke arah parkiran.


"Oke, kami jalan dulu ya Yan" Aldo dan teman-temannya berlalu mengikuti Rei yang sudah jalan duluan.


Yandi yang di ajak bicara cuma bengong bin melongo ngeliat pemandangan di depannya.


"Tuh, benerkan aku bilang" ujar Ardi ketika motor menghilang di ujung pagar.

__ADS_1


__ADS_2