
Yandi ga habis pikir dengan gadis yang ditemuinya beberapa minggu lalu itu. Gadis berkulit kuning langsat yang tinggi nya ga sampai 150cm itu sukanya main futsal atau basket.
Berdasarkan bocoran dari Ardi, kalau gadis bernama Reinata itu susah susah gampang untuk di dekati. Info yang didapat dari sepupunya yang satu sekolah dengan Rei beberapa hari yang lalu pun hampir sama.
Dia bilang gadis itu lebih sering menghabiskan waktu istirahatnya dengan teman-teman cowok yang hanya beberapa orang itu. Bahkan dia pernah terlibat baku hantam dengan anak STM sewaktu upacara 17an gabungan di lapangan kabupaten.
Sepupunya bilang hari itu pas upacara tiba-tiba hujan turun, semua siswa siswi basah kuyup. Banyak dari siswi-siswi yang bajunya agak transparan, barisan mereka yang dekat dengan barisan anak-anak STM membuat anak-anak STM itu bersorak sorak bergembira dengan pemandangan yang mereka lihat.
Sebenarnya Yandi juga melihat dan mendengar adegan sorak-sorak bergembira anak-anak STM tersebut, tapi Yandi melewatkan satu adegan ketika seorang anak STM itu sorak sorak bergembira yang ditujukan ke Rei.
Rei yang tidak terima langsung meninju perut anak STM itu, keributan pun tak terhindarkan. Cowok itu tak terima mendapat hadiah manis diperutnya, dan berniat membalas pukulan itu. Tapi sayang, ketika dia melesatkan pukulan itu Rei berhasil menghindar dan mengunci tangannya. Akhirnya mereka dipisahkan oleh hujan yang semakin lebat dan upacara usai.
Diperjalanan pulang kembali ke Sekolah, tiba-tiba Rei ditarik dengan ikat pinggang yang dilingkarkan ke leher Rei. Rei yang kaget sontak melakukan tendangan ke arah belakang. Ternyata si anak STM merasa belum puas saat dilapangan tadi dan kembali berusaha menyerang Rei di perjalanan kembali ke Sekolah. Keributan kembali pecah dijalanan, karena sekolah mereka searah. Mereka kembali dipisahkan oleh teman masing-masing.
Yandi hanya bisa geleng-geleng kepala ketika sepupunya itu menceritakan tentang Rei.
Yandi semakin penasaran dengan Rei yang dikenalnya di jalan. Dia tidak menyangka gadis itu akan menjahilinya ketika dia sedang kesal karena motornya mogok.
Jujur kesal Yandi saat itu, ketika ditawari korek api. Sudah lelah berusaha menghidupkan motor, malah di tawarin korek api pula.
Kalau cowok mungkin sudah di ajaknya berantem saat itu.
***
__ADS_1
"Rei..." Kakak kelas Rei yang berkulit putih itu menemui Rei di lapangan basket.
"Ada apa kak?" Rei menghentikan tangannya yang sedang memainkan bola basket.
"Bisa ngobrol sebentar." Tanya nya pada Rei.
Rei memberikan bolanya pada Zikri dan berjalan keluar lapangan.
"Kenapa kak?" Tanya Rei ketika sudah duduk di pinggir lapangan basket dekat kakak kelasnya itu.
"Kamu jadian sama Bang Yandi?" Tanya nya tanpa basa basi.
"Hah." Rei mendelikkan matanya mendengarkan pertanyaan itu.
"Enggak kak"
"Mana saya tau kak, Rei ga pernah nemuin dia kok." Ujar Rei sambil berdiri dan bersiap kembali ke lapangan.
"Rei, kak belum selesai" cegah si kakak kelas menarik tangan Rei.
"Apalagi sih kak?" Tanya Rei sambil menepis tangan si kakak.
"Rei udah bilangkan, kalau Rei sama sekali tidak menemui Bang Yandi. Dan Rei juga ga punya hubungan apa-apa sama Bang Yandi. Jadi kakak ga perlu khawatirlah" suara Rei mulai terdengar kesal.
__ADS_1
Terdengar bel istirahat berakhir berbunyi, Rei segera berlalu dari hadapan si kakak kelas. Rei tidak ingin terlibat pertengkaran dengan kakak kelasnya itu.
Pertengkaram yang hanya disebabkan karena cowok. Rei sudah khatam dengan hal-hal seperti itu.
Karena bukan kali ini saja Rei harus menghadapi cewek yang cemburu, karena cowoknya dekat dengan Rei.
***
Malam ini kembali Yandi datang ke kost Rei. Rei dan Sari yang baru pulang dari membeli makan di luar langsung menghampiri Yandi. Sementara Sari langsung berlalu ke dalam kost.
"Bang yandi, tolong ya jangan sering-sering kesini" ujar Rei tanpa basa-basi.
"Kenapa Rei?" Tanya Yandi terkejut dengan ucapan Rei.
"Rei ga mau ya ribet sama cewek-cewek abang tu." Rei segera berlalu dari hadapan Yandi.
Tapi Yandi segera menarik tangan Rei, yang membuat langkah kaki Rei terhenti. Rei segera menepis tangan itu.
"Cewek yang mana Rei?, ini abang sedang usaha supaya punya pacar." Ujar Yandi tersenyum sambil berusaha mengambil tangan Rei lagi.
Rei melototkan matanya. Segera berlalu pergi dari hadapan Yandi.
Rei tidak ingin menanggapi dan melayani Yandi. Rei tidak mau berurusan dengan kakak kakak kelasnya itu. Bukan karena Rei takut, Rei hanya tidak ingin lepas kontrol emosinya.
__ADS_1
Tetap Mohon krisan nya ya, biar lebih baik lagi...
Next ga ya.