Reinkarnasi: Legenda Bunga Yang Gugur

Reinkarnasi: Legenda Bunga Yang Gugur
Bab 1


__ADS_3

Bai Yuezhi melihat orang di luar dengan penuh kebencian, tapi tatapan nya melembut saat melihat mayat dalam pelukan nya, api di sekeliling nya sangat panas tapi dia malah hanya merasakan dingin nya tubuh ini, Bai Yuezhi melihat wajah orang itu, dulu dia terlihat sangat gagah dengan baju zirah tapi sekarang dia malah terbaring dalam pelukan nya dengan tubuh dingin dan wajah pucat, tidak ada lagi wajah lembut dan tersenyum padanya, sekarang dia baru sadar Yong'an Wang yang selalu dingin, kejam dan di sebut raja neraka ternyata senyuman nya bisa begitu lembut, dan itu hanya untuk nya sendiri, kenapa dia dulu tidak menghargai nya malam menghindari nya, takut padanya, tidak mempercayai nya, jika dia tidak mendukung bajingan itu maka dia tidak akan berakhir sampai titik ini hingga membuat satu-satunya orang yang tulus padanya mati di hadapan nya.


Flashback of


"Yong'an Gouwang punya niat memberontak dengan ini saya memerintah kan seluruh keturunan nya di penggal dan namanya di cabut dari silsilah kerajaan dan akan di hina hingga tujuh kerajaan sekian, Wangye. "Terlihat wajah kasim itu tidak enak menyerah kan pedang naga itu, tapi harus bagaimana lagi di atas langit ada langit sementara di atas tanah Daqin ada kaisar, tidak ada yang bisa melanggar nya, " chen, menerima titah, tapi chen ingin meminta pada kaisar, mohon kaisar mengingat bagaimana kaisar naik takhta tolong ampuni Wangfei. "ucap Qin Yun bersujud, dia tidak pernah bersujud kepada siapapun termasuk kaisar tapi hari ini dia bersujud hanya untuk nya Bai Yuezhi. Setelah bersujud Qin Yun mengambil pedang dari tangan kasim kemudian memotong tenggorokannya sendiri.

__ADS_1


...(Gouwang;sebutan untuk rajal)...


"Tidak, "Bai Yuezhi berlari ke arah nya, wajah nya sedikit pucat, dia sedang sakit saat kasim menyampaikan titah jadi Qin Yun menyuruh nya tetap di kamar tapi perasaan nya tidak enak jadi dia keluar melihat Qin Yun memotong tenggorokannya nya sendiri, begitu juga dengan pelayan dan prajurit juga bunuh diri satu persatu, dia berusaha menghentikan pendarahan Qin Yun tapi tidak berhasil, " Tidak, Tidak, Qin Yun sebenarnya aku bukan sakit, sebenarnya aku hamil tapi aku takut memberitahukan mu takut kamu menganggap aku aneh, "Bai Yuezhi terus menangis memberitahukan semua yang di sembunyikan nya dari Qin Yun.


" Menteri Yun kaisar berniat mengampuni mu bukan kah kamu sangat mengagumi beliau, kaisar berjanji akan mengangkat mu jadi permaisuri jadi mohon menteri ikut budak ini ke istana, "Bai Yuezhi tertawa mendengar perkataan kasim Wen tapi bukan tawa bahagia tapi tawa penuh kesedihan, apa yang di pikir lelaki itu, dia membunuh orang yang dia cintai, dia juga membunuh ayah dari anaknya, bahkan membuat anaknya mejadi penjahat sebelum di lahir kan dan juga orang-orang di kediaman Raja yang sebelumnya melayani dia dengan sepenuh hati sudah meninggal semua nya sudah tiada, " bunuh mereka semua, tidak boleh menyisakan satu pun semua orang yang menyakiti orang ku semua nya harus di bunuh, bunuh, "dalam sekejap semua pengawal dan kasim Wen yang di utus oleh Kaisar meninggal, " kami siap menerima perintah Tuan, "ucap mereka serempak kemudian berlutut ke arah Bai Yuezhi yang masih duduk dengan Qin Yun di pelukan nya, " Tuan, Wangye dia, "ucap salah satu pengawal gelap, dia adalah Lu Yang salah satu pengawal paling dekat dengan Qin Yun, " Lu Yang tutup gerbangnya kumpulkan semua mayat orang kediaman Wangye kremasi mereka sementara orang luar beri saja mereka pada anjing di kandang kita. "Lu Yang segera mengerti dan mulai mengumpulkan mayat sementara Bai Yuezhi menggendong mayat Qin Yun masuk ke dalam kamar mereka dan membaringkan Bai Yuezhi dalam pangkuan nya, " tubuh mu sangat dingin aku bantu menghangatkan nya, kamu takut dingin, takut terluka tapi tidak takut dengan medan perang kamu sangat aneh, tapi semakin aku mengenal mu baru aku tahu ternyata kamu sangat imut, jika kamu mendengar nya dulu pasti telinga mu akan memerah, lihat dan rasakan anak kita seharusnya aku melakukan nya lebih awal seharusnya aku memberitahu bahwa orang yang aku sukai itu kamu bukan orang lain tapi aku terlambat semua terlambat, di saat aku ingin kamu tapi sekarang kamu tidak ada, "Bai Yuezhi mengambil lilin membakar gorden , api terus melahap kamar mereka melahap segala kenangan mereka di kamar ini, " musuh di luar aku tidak membunuh nya kamu tidak menyalahkan ku kan, kamu mencintai rakyat, jika aku membunuh nya rakyat akan menderita kamu tidak akan suka jadi aku tidak membunuh nya, tapi aku mengutuknya hidup kesepian dan mati tertusuk ribuan panah di atas takhta nya, kamu tidak menyalahkan ku kan, dan kamu juga nak jangan menyalahkan ayah, jika kamu lahir kamu juga akan menderita lebih baik kita ikut Fu Huang ya kita bisa berkumpul bertiga nanti, "para pengawal di luar berlutut memberi hormat terkahir kepada tuan mereka, " mengantarkan Wangye, mengantar Wangfei, "ucap mereka bersamaan melihat dia orang terbakar dalam api dan Lu Yang menyalahkan dirinya sendiri, jika dia tahu bahwa titah itu adalah untuk membunuh Wangye dia pasti akan menghentikan nya tidak peduli berapa kali pengawal gelap punya kekuatan itu tapi mereka terlambat.

__ADS_1


" Qin Yun, tidak, " Bai Yuezhi terbangun dari tidur nya," apakah aku sudah mati? "


"Belum Wangfei masih hidup sepertinya jembatan naihe belum menerima Wangfei, "Bai Yuezhi tersentak mendengar suara itu, jantung nya berdegup kencang, apakah dia bermimpi bukankah mereka sudah mati, dia jelas-jelas melihat dan merasakan dingin nya mayat Qin Yun tapi kenapa dia bisa ada di sini. Ini adalah kamar pengantinnya lima tahun lalu setelah dia menikah dengan Qin Yun tapi bagaimana mereka ada di sini bukankah dia sudah mati, apakah itu semua hanya mimpi, rasa sakitnya di bakar api, rasa sakit kehilangan Qin Yun apakah itu hanya mimpi, " kupikir kamu bunuh diri karena tidak ingin menikah dengan raja, ternyata kamu masih hidup,apa yang kamu mimpikan hingga memanggil nama raja ini ap.."Qin Yun berhenti bicara saat mendengar suara orang menangis di balik tirai.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2