
Di tembok kota semua orang berkumpul, tujuh puluh ribu pasukan sedang berbaris melakukan upacara, "Semoga jendral kembali dengan kemenangan, " Qin Yun menjulurkan ke dua tangannya untuk menerima titah, Shen li'er maju menghampiri nya dengan wajah sedih, "Yun gege kamu harus kembali dengan selamat, " Qin Yun tersenyum kemudian mengeluarkan sesuatu dari tangannya, itu adalah kantong wewangian yang di berikan Shen li'er padanya, "niat baik nona Shen saya tidak bisa menerima, " Qin Yun membungkuk sambil menyatukan ke dua tangannya, tanpa menunggu jawaban Shen li'er dia langsung naik kuda sementara Shen li'er masih tertegun.
Qin Yun melihat ke belakang tapi orang yang ingin dia lihat tidak ada, "dia memang kejam, " gumam Qin Yun kemudian mencambuk kuda langsung keluar kota dan diikuti oleh ribuan pasukan di belakang nya. Sementara di atas tembok kota Bai Yuezhi melihat Qin Yun dengan baju Zirah beserta ribuan pasukan di belakang nya dia tersenyum, "tuan kenapa anda tersenyum? " tanya Lu Yang bukan kah Bai Yuezhi sedih dengan kepergian Qin Yun tapi dia malah sampai tidak mau mengantar Qin Yun, "aku menertawakan diriku sendiri, malam itu aku menyuruhnya untuk berhenti berperang, berhenti memikirkan orang lain, berhenti bekerja untuk keluarga kerajaan Qin, padahal aku paling suka itu darinya, seperti sekarang aku paling suka dia memakai baju zirah dan di keliling ribuan pasukan dia terlihat sangat agung, " jelas Bai Yuezhi, tapi hubungan nya dengan Qin Yun masih kaku sampai sekarang yang membuat nya sedih, "oh iya tuan, sebelum berangkat wangye mengatakan pada saya bahwa dia menyiapkan hadiah untuk anda, " ucap Lu Yang antusias, "hadiah, kalo begitu ayo pulang, dan sudah saatnya kita bersiap juga. "
__ADS_1
Sudah tujuh hari semenjak Qin Yun meninggal kan kota, mereka mendirikan kemah untuk beristirahat, Lin Yan berdiri di belakang Qin Yun yang dari tadi melihat bulan dengan wajah murung dia menebak pasti ini masalah wangfei. Lin Yan menghela nafas dia sudah bersama Qin Yun bertahun-tahun baru kali ini dia melihat Qin Yun begitu baik pada seseorang, "wangye apakah anda memikirkan wangfei? " Qin Yun menghela nafas panjang, "aku khawatir dengan nya sekarang aku tidak di ibukota apa dia akan membuat masalah dengan keluarga kerajaan, " dia khawatir saat melihat kebencian Bai Yuezhi terhadap keluarga Kekaisaran, dan sepertinya kebencian ini karena dirinya sendiri.
"Anda tidak perlu khawatir saya sudah memperhatikan wangfei beberapa hari ini, dia kelihatan saja lemah tapi sebenarnya dia sangat kuat, wangfei juga bukan orang gegabah saya juga melihat ketidaksukaan wangfei terhadap pangeran ketiga, tapi saat di restoran saat itu wangfei bisa mengendalikan diri, wangfei punya pengendalian diri yang baik, terlebih wangfei juga memikirkan anda dia tidak akan melakukan hal-hal yang menyakiti anda, " jelas Lin Yan yang membuat Qin sedikit lega. "Tapi wangye jika suatu hari wangfei dan keluarga kerajaan benar-benar akan bertarung siapa yang akan anda bantu, " Qin Yun tertegun dia tidak pernah memikirkan ini, Bai Yuezhi penting baginya, ibu juga satu-satunya kerabat yang di anggap di dunia ini oleh nya, setelah ayah kerajaan nya tiada ibunya setiap hari membakar dupa untuk nya, dia bisa melihat bahwa ibunya tidak ingin meninggal kan istana, jadi antara Bai Yuezhi dan ibunya dia benar-benar tidak mau memilih, 'tidak bicara tentang ini lagi, kita bicarakan hal penting, bagaimana keadaan barat laut saat ini, "tanya Qin Yun berusaha mengalihkan pembicaraan, " komandan Yan mengirimkan laporan seperti ada orang yang membocorkan informasi diam-diam ke orang bar-bar, menurut informasi orang barbar baru-baru ini sepertinya sedang menyelidiki tentang racun aneh, kita harus hati-hati jendral, "jelas Lin Yan.
__ADS_1
Di sisi lain Bai Yuezhi sedang menyesap teh dengan tenang di ruangan lain dengan tenang sambil tersenyum, dia melihat wanita di depan nya dengan acuh tak acuh, seakan kecantikan di depan nya hanya lah sepotong kayu, wanita itu tersenyum genit, "Ruyi jeje, beberapa hari tidak bertemu semakin terlihat cantik saja, " ucap Bai Yuezhi dengan wajah datar, bahkan Ruyi yang di depan nya bisa tau bahwa dia tidak tulus, Ruyi adalah wanita tercantik di rumah bordil paviliun Hua tapi di depan tuan barunya ini dia bukan apa-apa, dia sudah mendengar dari Lu Yang bahwa tuan mereka hanya melihat Suami prianya sekarang jadi dia lega, setidaknya dia tidak kalah dari wanita, dia bisa berfikir itu bukan masalah nya tapi masalah kesukaan tuannya. "Tuan jangan membuat Ruyi malu, di ibukota siapa yang tidak tahu bahwa wangfei raja Yong'an adalah kecantikan yang sebenarnya, jika anda memuji saya maka itu lebih seperti menghina saya, " jelas Ruyi, Bai Yuezhi hanya tersenyum menggeleng kepala nya, dia sudah bertemu dengan setiap pemimpin, dan Ruyi ada penjaga timur, meskipun terlihat lembut tapi racunnya sangat mematikan, dia hanya menjual seni tapi tidak menjual tubuh, jika ada yang memaksanya maka besok jasad nya bahkan tidak ada, "baiklah kita bicarakan hal penting, bagaimana hasilnya, " tanya Bai Yuezhi, "seperti yang anda duga bahwa pangeran ketiga memang ada hubungannya dengan orang barbar di barat laut, " jelas Ruyi, sebenarnya yang masuk ke ruangan tadi semua nya adalah anak buah Ruyi untuk mencari informasi dari para rubah tua itu, "sudah kuduga Qin Yiyan itu memang binatang. " Bai Yuezhi yang sangat marah tiba-tiba terkejut melihat Ruyi yang menggoda Lu Yang dan Lu Yang terus menghindar.
"Kenapa pengawal utara apakah anda merasa Ruyi tidak cantik, " wajah mereka begitu dekat hingga membuat jantung Lu Yang berdetak kencang, "bukan, kamu cantik tapi pria dan wanita tidak boleh terlalu dekat, " ucap Lu Yang wajah sudah memerah dan Ruyi merasa dia cukup imut semakin dia ingin menggoda nya, "lalu kenapa pengawal Lu menghindari Ruyi, apakah anda juga sama seperti tuan, seorang lengan potong, " Bai Yuezhi yang namanya di sebut tersedak saat minum air, dia sebenarnya bukan menyukai laki-laki tapi dia hanya bisa menyukai Qin Yun, "Bukan, " jawab Lu Yang dengan wajah memerah kalo itu laki-laki dia pasti sudah menendang nya, tapi dia perempuan. "Kalo begitu kamu suka atau tidak suka, " Lu Yang tidak tahu harus berkata apa, dia merasa ingin kabur sekarang juga.
Bersambung.
__ADS_1