Remembrance

Remembrance
Chapter 4 : Kontrak Ikatan antara Mereka Berdua (3)


__ADS_3

“Buat dia jatuh cinta padamu” mereka berdua berbicara bersamaan. “Kalau dia sudah mulai suka denganmu, kalau kau memintanya dia akan menciummu dengan tulus. Kontraknya akan hilang dan kau akan menjadi manusia,” kata Gavri.


“Kalau ngomong sih gampang, di lakuinnya itu susah.” Orion menyeder punggungnya di sofa sambil menutup matanya. dia berpikir bagaimana agar dia bisa membuat Gadis itu suka dengannya.


“Kau pria yang dipuja semua wanita di kampus. Wanita mana yang tidak menolak bisa berpacaran dengan kamu, Orion.” Arvino berbicara. Omongan dia semua itu fakta nyata. Semua wanita tidak ada yang tidak suka dengannya.


“Dia berbeda” dia membuka matanya. “Dia seperti membenciku, bukan dia membenci semua pria yang mencoba mendekat dengannya” Kata Orion yang masih duduk dengan tenang disofa.


“Coba saja dahulu. Kau bisa membuat wanita yang tidak suka jadi suka. Dengan wajah tampanmu itu” Arvino berbicara kearah Orion yang masih duduk di sebelahnya.


“Tidak salahnya untuk mencoba” kata Gavri.


***


Tania berjalan di koridor kampus. Dengan wajah yang masih mempikirkan kejadian kemarin. Sial yang dia rasakan saat ini. mengapa harus dia yang menimpa kejadian yang tidak mengenakan. Masih banyak orang selain dirinya yang harus bertemu dengannya. mengapa harus dirinya. dia secara tidak sengaja menabrak seseorang yang tepat di hadapannya. Kepalannya tepat di dadanya.


“maaf...” kata Atlia sambil mundur untuk bisa melewatinya. tetapi belakang baju Atlia di pegangnya. Seperti menarik anak kucing.


“Mau ke mana?” Kata Orion sambil menahan Atlia yang hendak melangkah.


Atlia kaget setengah mati saat dia bertemu dengan Orion. mengapa dia ada di kampusnya. Mati saja dia... dia langsung menutup mukannya dengan kedua tangannya. tetapi semua orang memandangnya dengan rasa iri dan juga penuh dengan amarah.


‘Ada apa ini?’ dia risih dengan semua mata yang memandangnya. dia reflek melihat wajah Orion yang biasa saja.


“Lepas... aku engga ada urusan denganmu.” Dia menatap Orion dengan tatapan marah. Suara Atlia yang terdengar oleh orang yang sedang menatapnya. Mereka semua sedang membicarakan Atlia yang tidak suka dengan prilakunya terhadap Orion.


“Urusan kita belum selesai. Sebelum Kontrak kita batal” dia berbicara dengan Atlia dengan tatapan yang biasa saja. Bedahal dengan Atlia yang mulai menahan emosinya.

__ADS_1


“Kemarin juga tidak terbukti kalau ciuman yang dapat membatalkannya, ciuman pertamaku hilang karena kamu” dia menatap Orion dengan benci. Ciuman pertamanya.


“Sebelum kontrak ini batal aku akan terus membuntutimu, karena ini.” Dia melihatkan tangannya yang ada gelang ke arah Atlia.


“Batalkan sendiri saja, aku tidak peduli.” Dia berbalik pergi dari hadapan Orion.


Orion dengan cepat memegang baju belakang Atlia. Kalau dia lepaskan Atlia akan berlari darinya.


‘Kalau bukan karena Kontraknya. Aku tidak akan melakukannya,’ dia menghembuskan napasnya dalam-dalam. dia mulai memegang tangan Atlia yang ada di hadapannya saat ini.


“Kamu mau ngapain” gelagat Orion yang aneh. Membuat Atlia waspada akan semua tidakan Orion padanya.


‘masa bodo, aku akan lakukan,’ semua orang melihat Orion yang memegang tangan Atlia. Tadinya hanya beberapa orang yang melihat mereka berdua. Semua orang mulai berkumpul ingin melihat apa yang terjadi.


Orion berlutut di hadapat Atlia. Tangan kanannya masih memegang tangan Atlia. dia menjentikan jarinya di belakang punggungnya. Keluar bunga mawar yang di pegang di tangan kirinya.


Secara otomatis pikiran Orion beralih dari Atlia menjadi Lia. Untuk saat ini dia akan bersandiwara. Kalau dia menyukainya. Sampai kontrak ini batal.


“Gadis Rubahku....” Dia memandang Atlia dengan wajah palsunya... dia ingat kalau dia tidak tau namanya. wajahnya penuh dengan rasa suka kepada Atlia. Orion menelan ludahnya sendiri. ini hanya kepalsuan.


“Saat pertama kali aku bertemu denganmu. Aku sudah terpesona dan mulai tertarik denganmu.” Dia masih dengan posisi berlutut dan memegang tangan Atlia.


Orang yang di sekitarnya hanya menonton dan juga ada yang berteriak kalau Orion hanya milik mereka. Tidak ada boleh memilikinya. tetapi itu semua tidak ada yang di tanggapi oleh Orion.


“Mata ini yang selalu aku rindukan. Mata yang selalu memandangku. Kalau kamu bilang aku bodoh memilihmu. Iya aku bodoh kalau aku terlalu mencintaimu. Hanya kau yang selalu ada di sisiku” dia berbicara sambil melihat kearah Atlia. tetapi yang dia lihat saat ini bukanlah Atlia. Bayangan yang dia buat sendiri, yang tepat dihadapannya saat ini adalah Lia.


Perasaan saat ini tidaklah bohong itu nyata. Bagi Atlia semua ini hanya omong kosong. Apa yang dia rencanakan sampai berkata manis padanya.

__ADS_1


‘Ngapain sih....’ Ada getaran yang tidak karuan di hati Atlia. Hatinya menentang dan juga menerima membuat dia bigung sendiri.


“Aku ingin kau menjadi kekasihku” dia memberikan 99 tangkai bunga mawar. Orion mengendalikan tubuh Atlia yang masih diam. Bergerak memegang bungannya di tangannya. kepalannya mengangguk memberi jawaban kalau dia menerima Orion sebagai pacarnya.


Atlia berusaha menolak, badannya merespon kebalikan dari hatinya. Orion hanya tersenyum sambil memandang Atlia yang ada dihadapannya saat ini.


Arvino yang melihat kejadian ini hanya bisa tertawa. Kekonyolan sahabatnya, tetapi yang membuat Arvino tidak suka kalau Orion memakai kekuatannya lagi di kampus.


Hanya beberapa orang yang bertepuk tangan atas pasangan yang mulai berpacaran. Wanita yang sudah mengincar Orion mulai menatap sinis kearah Atlia. Mereka berdua berjalan sambil memegang tangan. Badannya masih dikendalikan oleh Orion.


Perlahan dia mulai bisa berbicara, badannya yang masih tidak bisa bergerak.


“Udah engga ada siapa-siapa. Lepas mantra yang membuat badanku patuh.” Dia masih berhadapan dengan Orion. Dia masih tidak bisa menggerakan badannya dengan sesuka hatinya. Orion menjentikkan jarinya melepas matra kepada Atlia.


Atlia menarik napas dalam-dalam. Badannya sudah telepas dari Orion. Matanya penuh dengan amarah. Tangannya mengepal menaikan tangannya setara dengan wajahnya. dia ulurkan tepat di depan wajah Orion yang masih ada di depannya. Kepalan tangannya tidak mengenai wajahnya, Orion memegang tangan Atlia dengan tangannya.


“Sampai aku berurusan denganmu,” dia menundukan kepalannya. Tangannya masih di pegang Orion.


“Lepas! yang tadi hanya pura-purakan?. Kau hanya ingin membantalkan kontraknyakan?” dia berbicara kearah Orion.


“Kalau gitu cium lagi, kali ini bisa aja kontraknya batal,” Orion mendekat. Satu langkah Orion, Satu langkah Atlia mundur.


“Aku tidak mau jadi pacarmu, jangan mencoba menciumku lagi” Tegas Atlia.


“Hais... susah berbicara dengan Manusia” dia mengacak rambutnya sendiri. “mulai sekarang kita berdua pacaran”


“Aku tidak mau... anggap saja aku tidak mendengarnya” dia berjalan cepat ke arah kelas.

__ADS_1


__ADS_2