Resimen Singa

Resimen Singa
Kabur dari Kapal


__ADS_3

 Di sebuah Madrasa terjadi sebuah penyanderaan. Salih dan Galib mencoba meloloskan diri dan kabur. Ia mengajak Ayşe yang saat itu berada dekat dengan mereka. Namun mereka bertiga tertangkap basah saat melakukan percobaan tersebut. Mereka dibawa ke kapal. Sayangnya, para penculik ini membawa ketiga remaja tersebut ke kapal yang salah. Kapal tersebut memang milik kelompok penculik namun kapal ini ingin melakukan perjalanan. Sehingga mereka terbawa menjauh dari desa mereka.


\*\*\*


 Salih dan Galib terlihat kesal namun sedikit takut. Sementara Ayşe terlihat badannya gemetar ketakutan. "Salih! Apa kau ada ide untuk keluar dari tempat ini?" "Tidak! Tapi aku bingung kenapa tempat ini seperti sedang terjadi gempa bumi."


Ayşe tiba-tiba menjawab "kita sedang di dalam sebuah kapal yang cukup besar. Tadi sewaktu di kereta kuda aku melihatnya."


   Tiba-tiba pintu terbuka dan seseorang bertopi hitam masuk "kalian akan terus di sini sampai kami mendapat apa yang kami mau dari desa kalian" katanya sambil tersenyum nyengir "selama mereka menuruti permintaan kami, kalian akan aman di kapal ini." Lanjutnya.


   Kemudian muncul seseorang lagi membawa nampan berisi beberapa roti dan timun beserta tiga botol air. Lantas pria tadi pergi bersama pria bertopi hitam keluar dari ruangan tersebut seraya berkata sambil tersenyum "selamat menikmati!" Ketiga anak tersebut hanya diam saja. Galib mengambil satu potong roti. Kemudian memakannya perlahan.


   "Kapal ini besar bahkan sedikit lebih besar dari Queen Anne's Revenge milik Blackbeard kalau kalian tahu kisahnya!" Kata Ayşe "Tentu saja kami tahu. Tapi, lebih baik kita Makan dulu nanti kita bisa rencanakan untuk kabur." Kata Galib.

__ADS_1


  Mereka makan dan merencanakan untuk kabur dari kapal. Setelah itu, mereka sepakat malam itu mereka menyelinap ke ruang senjata dan mengambil beberapa senjata. "Galib! Lihatlah! Sepertinya ini denah kapal ini." Kata Salih "Benar! Aku akan membawa yang perlu saja. Kalian ambilah masing-masing pistol untuk berjaga." Kata Ayşe. Lantas Salih berkata "di buritan kapal ada sebuah perahu. Kita akan gunakan perahu tersebut. Setelah perahu diturunkan, Aku dan Galib akan mencari makanan dan beberapa peralatan lain. Ayo!" 


 Mereka menyelinap menuju buritan kapal. Disana ada perahu yang agak besar. Bahkan itu lebih besar dari perahu penyelamat pada umumnya. Salih dan Galib menurunkan perahu tersebut perlahan. "Salih! Sepertinya perahu ini dirancang khusus untuk kapten dan para asistennya menyelamatkan diri saat diperlukan." Salih membalas "setahuku kapten sejati akan mengakhirkan diri untuk keluar dari kapal walaupun bencana terjadi." Mereka bertiga tersenyum. 


 Ayşe diatas perahu dan merapikan senjata serta pakaian kedua lelaki tersebut. Sebab mereka mengambil pakaian dari sebuah lemari diam-diam dan menggunakan pakaian tipis. Salih mengambil satu barel berisi air tawar. Galib membawa 1 barel berisi beberapa daging mentah. 


 Mereka kembali ke belakang buritan, tempat yang tidak terlihat dari dek ataupun buritan itu sendiri. Kemudian "Galib! Ikat kedua barel itu. Lalu bawa ke perahu! Aku akan cari kayubakar."


 Galib adalah satu-satunya orang yang tahu bahwa Salih jatuh cinta pada Ayşe. Galib juga ingin Salih menyatakan perasaannya empat mata. Suatu hari Galib bertanya pada Salih "Salih! Adakah rahasiamu yang kau amanahkan padaku selain satu hal?" Salih berpikir sejenak "Selain tentang Ayşe tidak ada lagi." "Kenapa kau tidak katakan pada Ayşe secara langsung? Apa kau takut?" Tanya Galib sambil nyengir. Salih menjawab dengan muka datar "Aku tidak pernah takut untuk mengatakan pada Ayşe. Tapi..." "Tapi....??"tanya Galib penasaran. "Tapi aku takut akan jawaban yang akan diberikan sebab aku bukan teman dekat Ayşe. Bahkan aku sering berdebat dengan teman dekat Ayşe meskipun Ayşe hanya tertawa melihat kami berdebat. Kupikir Ayşe berteman dengan orang yang salah. Kuharap Ayşe nanti berubah kedepannya." Jawab Salih. "Benar! Semoga Ayşe tidak terpengaruh oleh mereka."


 Begitulah pertemanan Salih dan Galib. Mereka bisa saling menjaga rahasia dengan sempurna bahkan tidak ada yang bisa mencurigai dan menebak rahasia tersebut. 


 Galib mulai turun ke laut dan berenang ke perahu. Ayşe melihatnya dan Ayşe langsung memberi tanda pada Galib berupa obor. Kemudian Ayşe matikan lagi agar tidak terlihat dari kapal. Ketika Salih sedang mengambil kayu, ia mendengar percakapan  seseorang. Ia menggendong seikat kayu. "Desa tempat ketiga sandera kita telah kami bakar total, letnan!" Kata seseorang. Orang yanh tadi di panggil letnan membalas "apa yang telah kau lakukan, siapa yang memerintahkan mu? Hah?" Tiba-tiba datang seseorang "Atas nama Ravney, aku yang perintahkan!!" Letnan tadi kaget "kapten? Bukanlah hal yang baik membantai penduduk, kapten!" Kapten menjadi marah "kau pikir kau siapa memerintahkan ku?" "Bukankah lebih baik kita termasuk orang yang zalim?" "Letnan! Jadi dimatamu, reputasi Ravney diatas Allah mu???" Letnan tadi menjawab ketus "Tentunya, ya." Kapten tadi jadi makin marah "buat apa kau menjadi tentara? pengkhianat!!!"

__ADS_1


Darrr!!!!


 Salih mengintip dari lubang celah selebar paku. Ia melihat seseorang sedang mengacungkan pistolnya. Dan seseorang tersungkur berkata "semoga Allah mengampuni kita." Lantas Salih melihat orang yang tadi mengacungkan pistol melempar pistol tersebut ke wajah orang yang tersungkur lantas mengambil senapan dan menembaknya. darrr!! "Lempar anjing ini ke lautan! Ia banyak menggonggong." Perintahnya. Kemudian seseorang menjawab "segera kulaksanakan, kapten!" lalu kapten itu berkata"tunggu!  Bagaimana kau memusnahkan desa itu?" "kami mengurung seluruh penduduknya pada sebuah rumah sempit lalu kami bakar rumah dan seluruh desa." kemudian kapten itu berkata "kerja Bagus!" 


 Salih dengan rasa kaget kembali ke buritan dan melemparkan seikat kayu tersebut ke lautan dan ia juga menyeburkan diri ke laut perlahan agar tidak ketahuan. Lantas Salih melihat Galib dan Ayşe membawa perahunya mendekatinya. Salih naik ke perahu. 


 "Salih! Ayo ganti baju" kata Galib. Kemudian Salih berkata "Ayşe! Pakailah kantong ini untuk menutupi wajahmu!" Ayşe pun menutup wajahnya dengan sebuah kantong bertali. Lantas Salih mengikat talinya dan berkata "kalau kau mencoba mengintip akan ku cekik lehermu! Itu lebih baik bagimu!" "Iya, aku janji takkan mengintip!" Kata Ayşe. Salih dan Galib pun mengganti pakaian mereka dengan tenang di depan Ayşe yang sudah ditutupi wajahnya. Mereka berganti pakaian saling membelakangi.


 Setelah mereka mengganti pakaian kering mereka melepas kantong yang menutupi wajah Ayşe. Kemudian Salih berkata "kawan-kawan ku sekalian! Aku punya kabar baik dan kabar buruk."


  


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2