
___________sesampainya dirumah taehyung... rumah yg pernah bagi seorang jennie tinggal disana
memasuki rumah itu dada linnie terasa begitu sesak... ingatan-ingatan lama itu datang menghampirinya dan membuatnya semakin merasakan tak nyaman didalam dadanya
seketika menggenggam erat tangan jungkook disisinya
menunduk merasakan perih dada yg menyayat hati
melihat linnie menunduk.. menggenggam tangannya begitu erat membuat jungkook sedikit khawatir padanya
"ada apa dengan dirimu... apa kamu baik-baik saja.."ucapnya perlahan merangkul bahu
"aku... aku tidak apa-apa.."jawaban lirih
menuntun linnie perlahan terduduk disofa.. melihat sang tunangan dalam posisi yg sepertinya tidak nyaman
jungkook beranjak pergi dari sana
dan dengan kepergian jungkook
tak terasa air mata menetes dari linnie
menyeka air mata itu sekuat yg dirinya bisa.. linnie perlahan mengambil nafas dalam
"(kamu wanita kuat jennie... ingatlah akan dendammu.. akan sakit hatimu... jangan biarkan itu sebagai kelemahan... tapi jadikanlah kekuatan untukmu membuatnya membayar semua rasa sakit hatimu)"
"(rumah ini.. rumah yg berusaha kamu jaga dan kuatkan dikehidupanmu yang dulu... kini.. kamu kembali masuk kedalam rumah ini untuk menghancurkannya)"
"(menghancurkan dia...)"
raut gelap linnie menyeka air matanya
langkah kaki dari kejauhan merubah raut itu dan linnie perlahan melihat jungkook yg membawakan dirinya segelas air
dirinya tersenyum tipis untuk itu..
"sayang... minumlah"
duduk disisi linnie menyerahkan gelas ditangannya
jungkook menatap linnie dengan dalam
"aku gpp.. knp kamu sangat panik" ucap linnie saat melihat mimik wajah jungkook yg gelisah
"minumlah... "
menerima gelas itu.. linnie perlahan meminumnya
"eumm kakak akan datang nanti...jadi kita akan menunggu cukup lama.. "
"ayo... kita kekamar tamu.. aku biasa tidur disana saat menginap"
merangkul bahu linnie..
tentu saja linnie tak bisa menolak jungkook.. dirinya lihat setiap dinding rumah itu
merasakan banyak hal yg dirinya ingat dan menepisnya dengan dingin
didalam kamar tamu...
"kamu disinilah dan kamu bisa istirahat.. aku akan kembali menelfon kakak.. "menyentuh pipi pelan lalu pergi
setelah kepergian itu.. sedikit smrik.. linnie beranjak dari dalam kamar tamu itu dan pergi kearah yg dirinya inginkn
____dibagian lain rumah
jungkook yg menelfon taehyung
-"apakah saham perusahaan kakak memiliki masalah buruk.. apakah kakak butuh bantuan? jika iya.. jung akan langsung kesana"
-"dirumah ada tunanganmu kan... tetaplah disana.. ini hanya hal kecil.. kakak bisa mengurusnya.. jangan biarkan tunanganmu merasa sendirian..."
-"kak... bagaimana perasaan kakak"
panggilan itu terputus karna taehyung mematikannya
pertanyaan jungkook yg menanyakan akan perasaannya membuat hati taehyung merasakan tertusuk dalam
sementara jungkook... dirinya memandangi layar hp dengan sendu.. sungguh dirinya tidak tega dengan hal yg terjadi terhadap kakaknya itu..
____didalam kamar taehyung dimana disana ada linnie yg mengontak antik kamar
mengambil barang yg akan sangat berguna untuknya melakukan balas dendam...
disaat semua barang itu telah terkumpul dirinya melirik arah bingkai kecil yg berisi foto pernikahan
senyum kecut dengan itu
dirinya menjatuhkannya hingga hancur dan pergi dari sana
__ADS_1
PRANGGG
langkah jungkook yg menuju ruang tamu perlahan terhenti dan melihat kearah suara
"(suara itu dari arah kamar kakak)"
melangkahkan kaki pelan dengan rasa penasaran.. hingga semakin dekat dengan arah kamar
"kamu mau kemana.."ucapnya yg langsung membuat jungkook berbalik
menghampiri jungkook dan berusaha menariknya dari tempat itu
dia adalah linnie
"sayang.. anu.."
"ayo kembali kekamar itu... eumm aku gak nyaman sendirian"
ucapnya pelan yg membuat jungkook tersenyum
"(aku menyiapkan hadiah kejutan didalam kamar itu... jangan sampai orang lain masuk selain dia..)" menarik jungkook pelan linnie sedikit smrik memikirkan hal yg ada dikepalanya
____gedung kantor taehyung
ruangannya
duduk dikursi kerjanya.. raut yg penuh dengan pikirkan tertekan
hingga dering telfon kantornya membuatnya sedikit tergerak mengangkat
-"hallo kim..."
deg
-"jimin...."
-"knp... apa kepalamu sakit? atau kau ingin kopi"
?!!
-"kau punya janji padaku..."
-"jimin... aku... "
-"JANJIMU APA PADAKU TAPI KAU!! KAU MENGHANCURKAN SAHABATKU BAHKAN KAU MEMBUNUHNYA!!"
deg
-"aku park jimin.. sahabat dari jennie... TIDAK TERIMA DENGAN SEMUA PENGKHIANATANMU!!"
-"tunggu saja waktunya kim... aku akan menghancurkan..mu.."
panggilan itu terputus
namun,taehyung hanya diam.. dirinya tidak mengatakan apapun karna itu benar.. semuanya adalah salahnya... dirinya yg salah
kematian dari jennie.. dirinya adalah penyebab utama dari itu
pandangan taehyung berpindah akan jam pasir di hadapannya jam.. pasir yg memiliki banyak kenangan tentang dirinya dan jennie
hingga air mata itu jatuh dari tempatnya dan membasahi pipi taehyung
mencoba menahan rasa sakit yg semakin menyayat batinnya
hp taehyung berdering
melihat nama kontak itu dan acuh akan panggilan itu...
dan panggilan itu sendiri dari jisoo
___dirumah sakit
ruangan dokter spesialis jisoo
dirinya yg menelfon taehyung dan tidak mendapat jawaban darinya... perasaannya gelisah karna takut jika terjadi sesuatu pada taehyung
"(tadi pagi dia pergi... dan aku yakin saat ini dia belum makan..)"
"(.... aku akan kerumahnya saja..)"
"(menunggu dia pulang dan membawakan makanan untuknya.. ini sudah sore.. dia pasti akan segera pulang)"
beranjak dari duduknya dan membereskan semua barang-barangnya
jisoo pergi dari sana untuk kerumah taehyung dan menunggunya pulang
____sementara dirumah taehyung sendiri
dikamar tamu
__ADS_1
jungkook yg tertidur pulas sementara linnie menyelesaikan pekerjaan yg dirinya lakukan
hingga.. kembali masuk kedalam kamar dan jungkook masih saja tidur
mendekati ranjang... dirinya menatap lekat wajah jungkook yg terpejam dengan indah
mengangkat sudut bibirnya tipis hingga beranjak untuk pergi
tapi...
greb
brukk
"arhhh jung...."
tarikan tangan yg tiba-tiba membuat linnie terjatuh keatas tubuh jungkook
sementara sipelaku penarik hanya tersenyum puas karnanya
"ada aroma masakan "membelay pipi linnie dengan lembut
"eumm.. aku pikir.. memasakkan makanan untuk kakak ipar.. dan kamu juga.. lagian dirumah ini tidak ada siapapun lagi.... bukankah ini keluargaku"
"knp jawabanmu begitu manis heumm... lihatlah tunanganku yg menggemaskan ini..."
semakin membelay pipi linnie
suasana senja yg menyentuh kamar itu dengan hangat
memberikan kesan yg begitu mendebarkan antara dua orang yg saling menempel
senyuman jungkook yg semakin indah dengan tatapan dalamnya memasuki pandangan linnie
sedikit beranjak bangun hingga linnielah yg terbaring dibawah
helayan nafas yg saling menyentuh kini nafas itu terhenti karna kecupan bibir jungkook menyentuh bibir
linnie
menutup mata merasakan hangatnya itu.. tampa linnie sadari jika dirinya jatuh lebih dalam pada pelukan jungkook....
melepaskan kecupan itu... jungkook menatap linnie
senyum sipu antara dua ingsan yg mana tersirat rasa malu diantaranya
linnie mendorong jungkook dan langsung bangun duduk
"eumm.. "
"sayang...?"
tidak menyauti itu.. linnie beranjak dan lari kearah luar kamar
"hafff rasanya aku mendapatkan linnie yg berbeda... linnie.. yg benar-benar berbeda.. "
___dari arah luar kedatangan jisoo dengan mobilnya
dan jisoo yg melihat mobil terparkir depan rumah
membuatnya sedikit bingung dan berpikir itu siapa..
tak ingin memikirkannya lebih jauh.. dirinya lebih memilih beranjak mendekati rumah
berada didepan pintu... rasa bingung membuatnya mengetuk
tok
tok
tok
ketukan pintu yg terdengar ditelinga linnie
"(siapa yg datang... apakah dia sudah pulang? heh jika iya maka drama harus segera dimulai..)"
melangkah mendekati pintu... linnie smrik tipis memikirkan rencana yg akan dirinya lakukan
dan diluar pintu
"(apakah ada keluarga taehyung yg datang...)"
rasa penasaran jisoo dan pintu itupun terbuka
jisoo melihat seorang gadis dihadapannya dan linnie yg melihat jisoo didepan matanya
"eumm maaf kamu siapa ya?"
tangan linnie mengepal erat dan tatapannya berubah begitu tajam dengan rasa ingin menghajar wanita yg berdiri dihadapannya
__ADS_1
"jawab aku.. kamu siapa?"
"knp aku akan menjawabmu! kau yg siapa!!! jawab!!!!"