Revolusi Menjadi Dewa

Revolusi Menjadi Dewa
Episode 1 "TEMAN"


__ADS_3

Suatu hari ada seseorang bocah yang bernama Alexander Dio. Umur dia 9 tahun Dia adalah orang yang sangat patuh kepada orangtuanya, saat ini dia tinggal bersama Ibu dan Adiknya, nama Ibunya adalah Adira sedangkan Adiknya bernama Kania dia juga jago dalam bertarung, karena dia berlatih bertarung setiap hari hanya seorang diri.


dia orang yang populer di sekolahnya, karena memiliki wajah yang tampan. banyak wanita-wanita tertarik padanya, bahkan wanita yang umurnya berbeda denganya ikut terpesona akan ketampanannya, tetapi Dio orang yang cuek, sehingga dia tidak peduli kepada mereka. Dan teman lelakinya banyak yang iri terhadapnya, sehingga banyak ingin mencoba mencelakainya


Suatu ketika ketika ada kakak kelasnya yang bernama Jake, dia adalah anak yang memiliki tubuh yang besar dan kuat, semua anak-anak di sekolah tersebut mematuhinya, jadi dia adalah orang terkuat di sekolah terebut, dia mendengar tentang Dio, dia iri juga terhadapnya, sehingga dia membawa anak buahnya pergi ke kelas Dio untuk membulynya


setalah sampai di kelas Dio, dengan gagahnya Jake menghampiri Dio, sedangkan Dio hanya diam saja sambi membaca bukunya


Jake berkata


Jake : " Heii anak tampan...apa yang kau lakukan sekrang"


Dio : " ........"


kemudian anak yang bernama Luke membentaknya, Luke adalah pengikut setia Jake


Luke : " Wooiii... apa kau tuli hah!!!"


dengan kesal Jake mengmbil buku yang Dio baca, dan menginjak buku tersebut.


Namun Dio tidak peduli dan tetap duduk di tempat


Luke merasa kesal juga sehingga dia menyirami air boto mineral ke kepalanya, tapi sekali lagi Dio tidak peduli,


Jake yang sudah marah, dia langsung mengangkat Dio dengan menarik bajunya dan memukul wajanhya dengan keras, membuat tubuh Dio terpental ke belakang dan menabrak dinding di belakangnya,

__ADS_1


kemudian Luke serta pengikut Jake langsung menendang Dio yang saat ini bersandar di dinding dengan posisi duduk, mereka menendang kepala, perut, kaki, secara bergantian bergantian


teman kelas Dio hanya melihat kejadian ini dengan tercengang, karena mereka takut dihajar juga jika membantunya.


teman kelas 1 : " bagaimana nih, dia bisa mati kalau tidak dihentikan"


teman kelas 2 : " emang siapa yang berani menghentikan mereka, emangnya kau ingin dihajar juga"


dan wanita-wanita yang melihat kejadian ini hanya berteriak untuk menghentikan itu,


Wanita 1 : " Heii....!!! hentikan...."


wanita 2 : " Kalian jahat banget "


dan Jake yang risih mendengar teriakan para wanita itu membentaknya


sambil memukul meja, Jake membentak wanita-wanita itu


Jake : " Heii...!!! kalian, berhenti berteriak apa kalian aku hajat juga hah!!.... jangan coba-coba kalian lapor ke guru, atau kalian akan menerima akibatnya"


seketika semuanya terdiam


sementara Dio masih di hajar habis-habisan oleh pengikutnya Jake, sampai-sampai banyak darah yang keluar dari tubuhnya, tapi Dio hanya menerima pukulan mereka meskipun dirinya mampu mengalahkan mereka semua.


itu karena Dio mengingat kata-kata Ibunya bahwa

__ADS_1


Ibu Dio Adira : " naakk.... jangan pernah melawan orang dengan bela dirimu, meskipun orang tersebut menyakiti atau melukaimu, jangan pernah...., kecuali ada seseorang yang benar-benar pertolongan'


dengan kata-kata Ibunya, Dio tidak melawan anak buah Jake, meskipun dirinya sudah babak belur.


beberapa menit kemudian ada seseorang yang baru datang mencoba menghentikannya, nama dia adalah Ryan,


dia teman kelas Dio, dan dia anak yang paling dekat dengan Dio karena dia sering berbicara denganya, sayangnya dengan sifat cueknya Dio tidak terlalu peduli kepadanya, dia anak yang lemah, mudah sakit, meskipun begitu dia menghentikan para pengikut Jake tersebut


dalam keadaan bergetar ketakutan


dengan tegas Ryan berteriak kepada mereka


Ryan : " Hentikan.... ini tidak baik!!!! beraninya kalian menyakitinya


seketika semuanya berhenti


pengikut Jake 1 : " siapa pria berkecamata ini "


pengikut Jake 2 : " berani juga dia,, mau dihajar juga mungkin"


Luke : " siapa kau, beraninya kau menghentikan kami hah......!!!!, apa kau ingin mati?"


Ryan Semaki bergetaran, namun dia tetap tegar dan dengan lantang berteriak dihadapan mereka


Ryan : " Aku...aku......aku......adalah temanya...........!!!!!"

__ADS_1


__ADS_2