Revolusi Menjadi Dewa

Revolusi Menjadi Dewa
Episode 2 " AMARAH "


__ADS_3

Ryan : " Aku.... Aku.... Aku adalah temanya!!!"


Pengikut Jake : " hahhh....."


Luke dan para pengikut Jake tertawa terbahak-bahak


" Hahahah si bocah sombong itu punya teman cupu seperti dia, hahahaha"


Jake hanya tersenyum melihatnya, kemudian Luke berbicara dengan amarah


Luke : " apa-apaan kau ini, berani juga kau hah!!, Kau ingin mati ?"


Meskipun ketakutan, Ryan tetap berdiri dihadapan mereka,


Tiba-tiba Luke langsung memukul perut Ryan dengan keras, dengan pukulannya membuat kecamata Ryan terlepas dan dia langsung jongkok menahan rasa sakit tersebut,


Ryan : " Arhhggg..huh..huh, "


Pengikut Jake : " hahahah, begitu saja kau merengek kesakitan, dasar lemah, makanya jangan sok kuat hahahaha"


Luke : " cih berisik sekali kau haaaahh"


Luke menendang perut Ryan disaat dia berjongko, membuat Ryan terpental kebelakang dan terbentur dinding,


Ryan : " huahh....huh arghh"


Ryan tidak tahan dengan rasa sakitnya sehingga dia meneteskan air mata.


Jake yang melihatnya tidak suka, kemudian dia mengambil balok kayu di kelas tersebut dan tepat berdiri di hadapan Ryan yang menahan sakit


Pengikut Jake : " Oii Bosss... Apa yang kau akan lakukan?"


Luke : " kau yakin mau melakukan itu, dia bisa mati benaran loh!"


Jake : " Diam kalian semua, aku tidak suka orang yang lemah, apa lagi sampai melihat seorang laki-laki menangis seperti dia, aku hanya membuatnya diam!"


Sekita Jake memukul kepala Ryan dengan balok kayu yang di pegangnya. akibat pukulan itu, banyak darah yang keluar dari kepala Ryan,


Dan Ryan tidak sadarkan diri.


Sekitka suasana di tempat itu sunyi, dan Jake meninggalkan tempat itu, Luke dan pengikut Jake mengikuti meninggalkan mereka


Setalah Jake dan pengikutnya pergi, teman-teman kelas Dio menghampirinya,


Salah satu temanya: " oiii kalian kondisi Ryan sangat parah jangan hanya mejenguk Dio saja, liat ini banyak darah yang keluar dari kepalanya"


Teman : " Oii...Oii cepat panggil pak guru, kita harus bawa mereka kerumah sakit...."

__ADS_1


Semuanya panik,


Pak Guru : " waduhhh ini gimana, kok bisa gini "


Temanya 1 : " pak cepet bawa mereka ke rumah sakit


Temanya 2 : " bawa Ryan terlebi dahulu, dia benar-benar parah.... Cepat Oiii bantu angkat "


Ketika Ryan di angkat dan di bawa kerumah sakit,, Dio sadar dan dia terbangun, dan dia saat ini duduk sambil memegang kepalanya,


Temanya : " hei Dio kau sudah sadar, ayo Dio kita kerumah sakit"


Dio : " buat apa kerumah sakit "


Temanya : " Haaaah liat kondisimu, kau banyak keluar darah"


Dio dengan keadaan baik-baik saja langsung berdiri, dan masih memegang kepalanya,


Dio : " Oohh darah ini yaa, hmm itu bukan masalah"


Temanya : " kau serius???, Padahal kau tadi di hajar habis-habisan oleh pengikut Jake"


Temanya 1 : " Mungkin Dio tidak terlalu kesakitan, yang lebih parah si Ryan


Temanya 2 : " Iyaaa, berkat dia Dio tidak menerima pukulan yang banyak "


Temanya 1 : " Tadi Ryan menolongmu, berkat dia kau tidak terlalu banyak menerima luka"


Dio : " Hahh...jangan bercanda "


Temanya 2 : " siapa yang bercanda, kami yang melihatnya langsung, dia dihajar oleh Jake, dan Jake memukul kepala Ryan dengan kayu balok itu


Sambil menunjuk Balok Kayu itu, dan juga terlihat banyak darah di lantai tersebut.


Dio menoleh dan melihat itu dengan tatapan yang tajam


Temanya 1 : " gila sih..Jake benar-benar brutal,


Temanya 2 : " iya bener, Apakah Ryan bakal baik-baik saja?"


Temanya 3 : " Fatal banget loh, bisa mati orang, si Jake memukul kepala Ryan, apalagi menggunakan kayu"


Temanya 1 : " udah... Jangan berpikir yang tidak-tidak, kita doakan semoga dia baik-baik saja "


Dio : " .........."


Dio tanpa bicara berjalan keluar kelas, dengan mengepalkan kedua tangannya

__ADS_1


Temanya 1 : " hei Dio kau mau kemana? "


Dio : " dimana dia sekarang? "


Temanya 2 : " kau harus juga dirawat Dio, kau juga terluka kan"


Dio menatap temanya dengan tajam,


Dio : " Dimana dia sekarang "


Temanya 3 : " maksudmu Jake?, Aku rasa dia kembali ke kelasnya "


Temanya 1 : " kenapa kau tiba-tiba menanyakan dia?, Jangan bilang kau akan ??


Dio : "............."


Dio hanya menatap kedepan dengan tajam, teman-temannya sektika terdiam, melihat Dio. dan Dio pergi keluar


Pindah scene


Terlihat Jake dan pengikutnya bercanda.


Luke : " hei...Jake kau terlalu berlebihan tadi"


Jake : "........."


Luke : " Bagaimana jika dia benar-benar mati "


Jake : " hmm, aku tidak peduli "


Tiba-tiba.........


Pengikutnya Jake : " hei liat ada yang datang..."


Pengikutnya 2 : " bukankah dia??"


Semuanya berdiri, dan Luke juga berdiri


Luke : " ouuh dia berani juga, oiii Jake....!!!, Lihatlah siapa yang datang"


Jake berdiri dan melihatnya, dan ternyata terlihat Dio berdiri dengan keren di hadapan mereka, dengan kedua tangannya masuk ke dalam saku celananya


Sekita suasana mecekam


Dan..............


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2