Revolusi Menjadi Dewa

Revolusi Menjadi Dewa
Episode 5 "SEBUAH NASEHAT"


__ADS_3

Dio dan Ryan mulai sekarang selalu bersama. Saat ini mereka Baru pulang sekolah, dan duduk di pinggir laut,


Ryan : " aku iri padamu Dio


Dio : ' kenapa kau mengatakan itu?"


Ryan : " semenjak kita jalan dari tadi, banyak wanita-wanita yang memandangku "


Dio : " aku tidak peduli "


Ryan : " tapi....itu kau sangat populer diluar maupun didalam sekolah, itu karena kau memiliki wajah yang keren "


Dio : " sekali lagi, aku tidak peduli tentang itu "


Dio : " justru aku yang iri padamu "


Ryan : " haa...apa aku tidak salah dengar??, Emangnya apa yang kau irikan dariku? "


Dio : " aku iri padamu kerena, kau begitu kuat, kau kuat meskipun banyak yg menbencimu"


Ryan : " heheh, tapi sih jujur, aku sebenarnya tidak tahan terhadap bulyan mereka, terkadang aku berpikir aku ingin bunuh diri


Dio : " apaa...!"


Ryan : " bukan sekarang...tapi udah lama, dulu aku pernah ingin bunuh diri, tapi aku teringat kata-kata ibuku "


Ryan : "jangan pernah dengarkan mereka, biarkan mereka membulyku ribuan kali, selama ada ibu, kau tidak sendirian, itu yang dikatakan ibuku "


Dio : " begitu yaaa..."


Ryan : " aku pengen jadi orang terkenal, dan banyak yang menyukaiku, tapi itu rasanya mustahil, aku terlalu banyak kekurangan, sehingga untuk mencapai itu, rasanya sangat mustahil"


Dio : " tidak ada yang mustahil di dunia ini Ryan, jangan menganggap dirimu tidak memiliki kelebihan, atau kau menganggap dirimu tidak akan bisa mencapai impianmu "


Dio : " kau mengatakan kalau kau tidak menemukan kelebihanmu sekali, itu karena dirimu saja yang tidak ingin mencoba


Ryan : ".........."


Dio : " kalau kau hanya diam dan pikiranmu hanya berpikir kalau kau tidak akan bisa mencapai yang kau inginkan, kau akan benar-benar gagal"


Dio : " oleh karena itu, kau harus mencoba hal-hal yang baru, pertama cobala hal-hal yang menarik seseorang, pertama cobalah tentang fisikmu, apakah kau memiliki fisik yang kuat, jika iya, cobalah kau berlatih sepak bola, bola voly, atau olahraga lainnya dan harus setiap hari


Dio : " cobalah semua jenis-jenis olahraga tersebut, dan kau pilih mana yang menurutmu paling suka, jika sudah kau temukan, maka kau cukup fokuskan itu dan ingat kau harus berlatih setiap hari


Dio : " dan yang kedua jika kau tidak memiliki fisik yang kau bisa menggunakan kepintaranmu, di jaman sekarang kepintaran paling sering di cari orang, dan banyak sekali bagaiman menggunakan kepintaranmu itu, bisa jadi seorang guru, dokter, atau lainnya


Dio : " seperti yang pertama, kau cukup ambil salah satu yang kau sukai, setelah itu kau tekuni itu selama setiap hari

__ADS_1


Dio : " kalau kau melakukan itu semua, meskipun kau tidak pintar atau fisikmu lemah, dan kau tekuni salah satu yang kau mampu tersebut, aku yakin kau akan benar-benar menjadi orang terkenal"


Ryan : ".........."


Dio : " sekali lagi, tidak ada yang tidak didunia ini, hanya saja pikiranmu, setalah kau coba ini dan itu ternyata gagal, kau langsung mengatakan aku tidak memiliki kelebihan"


Dio : " itu sebuah pernyataan yang bodoh"


Ryan : " Dio kau ........"


Setelah Ryan mendengar semua saran dari Dio, terlihat Ryan terkagum-kagum, dan dia berdiri dengan mengepalkan tangannya


Ryan : " Dio......aku akan melakukannya "


Dio : "........"


Ryan : " terima kasih Dio....,nasihatmu membuat diriku semakin semangat "


Dio ikut berdiri


Dio : " dan jangan berjuang sendirian, bukankah ada aku seorang temanmu, jika kau mengalami kesulitan,.kau bisa panggil aku "


Ryan. : " Terimakasih Dio "


Dan mereka pulang


Sehingga botol air yang Ryan pegang jatuh dan airnya tumpah, dan air tersebut terkena baju Dina yang menyenggol Ryan


Dina : " haduuhh....bajuku basah dehhh "


Ryan : " duhh maaf...maaf.....Dina......


Dio : " apanya yg minta maaf, ini semua gara-gara kamu!!"


Ryan berdiri meminta memohon maaf


Ryan : " habisnya salahmu sih menyenggokku "


Mata Dina melotot dan marah kepada Ryan dan Dina langsung mendorong Ryan dengan keras, membuat Ryan terjatuh kebelakang


Dio : " apa kau bilang, kau bilang salahku, kamu yang salah "


Ryan hanya terdiam dan tidak tau kenapa dia disalahkan


Tiba-tiba datang Dio dan dia tanpa bicara tepat berada di depannya dengan menghadap Diana,


Ryan : " Dio.....?"

__ADS_1


Diana : " eh Dio...hei Dio....mau apa


Dengan tatapan yang dingin


Dio : " pergilah jangan ganggu dia"


Diana : " iyaa maaf Dio "


Dio membalik badanya dan membantu Ryan berdri,


Kemudian dia menuju ke depan kelasnya, kebetulan saat ini semua teman kelasnya berada di kelasnya,


Dio menoleh ke kiri dan kanan,


Dio : " ciihh, dasar tidak berguna"


Dio langsung memukul papan kelas dengan keras, sehingga semua mata tertuju padanya


Dio : " dengarkan semuanya.....


Diana : " wahh Dio mau bicara apa nihh "


Dio menatap Diana dengan dingin


Dio : " kau bisa diam "


Diana : "........."


Dio : " bagus "


Ryan : " apa yang dia lakukan, dia mau bicara apa"


Dio : " semuanya dengar, mulai dari sekarang, jangan pernah ganggu, atau membuly Ryan lagi, karena aku adalah temanya, jika kalian melakukan lagi, aku tidak segan-segan membuat kalian berdarah "


Ketika semuanya sunyi....


Dio : " kalian dengar....?"


Perlahan-lahan mereka berseuara "iya"


Dio : " baguss..."


Dan Dio kembali ke tempat duduknya bersama Ryan,


Ryan : " apa yang kau lakukan Dio...., Itu terlalu berlebihan "


Dio : (dengan tersenyum) dengan begini tidak ada yang menganggumu kan "

__ADS_1


Mulai detik itu, tidak ada yang berani menganggu Ryan


__ADS_2