Revolusi Menjadi Dewa

Revolusi Menjadi Dewa
Episode 3 "PENUH DARAH"


__ADS_3

PENUH DARAH


Pengikutnya Jake : " hei liat ada yang datang..."


Pengikutnya 2 : " bukankah dia??"


Semuanya berdiri, dan Luke juga berdiri


Luke : " ouuh dia berani juga, oiii Jake....!!!, Lihatlah siapa yang datang"


Jake berdiri dan melihatnya, dan ternyata terlihat Dio berdiri dengan keren di hadapan mereka, dengan kedua tangannya masuk ke dalam saku celananya


Sekita suasana mecekam


Pengikut Jake : " Oii...ayo kita habisi dia"


Dio : ".............."


Dio hanya berdiri di tempat itu, dan para anak buah Jake mulai mendekat Dio, namun tiba-tiba Dio menatap mereka, seketika keluar sebuah aura hitam dalam diri Dio


Anak buah Jake yang merasakannya langsung terdiam tidak bisa menggerakkan tubuhnya, ada yang pingsan, bahkan ada yang muntah-muntah.


Kumudian Dio berjalan kedepan perlahan dengan tatapan yang tajam, Melawati anak buah Jake tersebut,


Luke : " Oiii..Oi.... apa-apaan ini!!!!, Ada apa dengan kalian semua Hahh...?, Cihh"


Jake : " ........ "


Kemudian Luke maju menghampiri Dio untuk memukulnya, dia membawa sebuah kayu di tangan kanannya, ketika sudah ada di hadapannya, Luke mulai melancarkan serangan cepat dengan Kayu tersebut,


Luke : " kau semakin sombong yaa...., Aku semakin benci denganmuu, rasakan ini......!!!


Dio : "......."


Pukulan tersbeut tepat mengarah ke kepala Dio, namun Dio menghindari serangan itu dengan menggeserkan tubuhnya ke kiri, dan Dio menyerang balik Luke dengan menendang kepalanya dengan kaki kananya, tendangan tersebut begitu kuat, membuat tubuh Luke langsung terlentang ke tanah,


Dan Luke terlihat tidak sadarkan diri dengan darah keluar tepat di dahinya,


Jake: "..........ouuhh ternyata kau bisa bertarung yaa.... Jadi kau menyembunykan bertarungmu, itu sama saja, kau akan aku habisi"


Jake berlari ke arah Dio, dan mengepalkan tangan kanannya siap menyerang Dio,


Dio hanya menoleh


Dio : "......."


Dan serangan Jake mengarah Dio, tapi Dio menghindari serangan tersebut dengan tenang, dan dia menyerang balik dengan memukul perut Jake, pukulan itu begitu kuat membuat Jake, merasakan kesakitan, tidak sampai disitu.


Dio melompat dengan memutar badanya secara miring, dan menendang kepala Jake dengan keras, sehingga Jake terjatuh ke tanah dan terbaring


Jake tidak bisa berdiri, akibat serangan itu, masih belum selesai Dio menindih tubuh Jake, dengan tangan kirinya memegang kepalanya, sedangkan tangan kanannya memukul kepala Jake.


Dio memukul Jake terus-menerus tanpa henti, sehingga banyak darah yang keluar dari kepala Jake,


Anak-anak lainnya yang melihat ini terkejut, karena melihat Jake sosok yang paling kuat di sekolahnya di hajar habis-habisan. Dan Luke yang sadar melihat tersebutpun ikut terkejut,


Luke : " apa-apaan dia...dia menghajar Jake dengan mudah "


Anak-anak yang melihatnya : " ini gilaa...Jake yang memiliki tubu kekar itu kalah dengan mudah "


"Ini seperti mimpi saja"


"Dia terus-menerus memukul Jake..kalau begitu terus Jake bisa mati....."


Tidak ada yang bisa menghentikan Dio saat ini masih terus-menerus menghajar Jake tanpa henti. Kemudian datang teman kelasnya untuk membujuk Dio agar menghentikan itu,


Teman kelas : " Oii..Dio hentikanlah!!!"


Teman kelas 1 : " cukup Dio!!!"

__ADS_1


Teman kelas 2 : " jika ini diteruskan dia bisa mati "


Teman kelas 3 : " apa kau ingin membunuh seseorang hah...hentikan Dio!"


Dio : "..........."


Luke : " dia menghajar Jake seperti orang kesurupan "


Tiba-tiba datang salah satu teman kelasnya Dio yang ikut ke rumah sakit membawa si Ryan, dia terkejut melihat Dio tanpa henti menghajar Jake, sampai-sampai wajah Jake tidak terlihat lagi, akibat banyak darah yang keluar,


Teman kelas 4 : " Oii....Dio hentikan..."


Teman kelas 2 : " percuma, dia tidak akan mendengarkan kita '


Dia mencoba mendekati Dio dan menghentikannya,


Teman kelas 4 : " Oiii.. Dio kau tidak dengar hah, sudah cukup, Ryan sudah sadar, dan saat ini dia di rumah sakit, apa kau tidak ingin menjenguknya???"


Dio : " ......"


Dio berhenti menghajar Jake,


Dio : " hah... Kau serius?"


Teman kelas 4 : " buat apa bohong "


Dan seketika Dio pergi kerumah sakit untuk menjenguk Ryan, Jake tergeletak di tanah tanpa bergerak sedikitpun, Luke menghampiri Jake, dia merasa kalau Jake bakal mati, karena wajah Jake tidak terlihat jelas lagi, karena banyak darah yang keluar,


Luke (dalam hati) : " apaa dia mati?..


Luke : " Oii.... Kalian semua bangun, cepat bantu aku bawa Jake ke rumah sakit "


Dan akhirnya Jake di bawa ke rumah sakit untuk di rawat


Pindah scene, Dio akhirnya telah sampai di rumah sakit, dia berlari menuju kamar Ryan, untuk memastikan kondisinya,


Teman kelas 1 : " Dioo !"


Teman kelas 2 : " akhirnya kau datang Dio "


Dio menatap Ryan dari pintu, dia perlahan berjalan ke arah Ryan yang terbaring


Ryan : " Dio kah?", Maaf Dio aku telah merepotkanmu "


Dio : " apa yang kau lakukan?"


Ryan : " hah.."


Dio : " kenapa kau?"


Ryan : " hei liat tanganmu, banyak darah, apa kau tidak di periksa "


Salah satu teman kelasnya disana, mengajak semuanya pergi dari kamarnya Ryan, untuk membiarkan Dio dan Ryan berbicara


Dio : " kenapa kau melakukan semua ini?, Kenapa kau menolongku, kau pikir aku ini lemah, kenapa keu mengorbankan dirimu hah...., Tidak ada gunanya kau melakukan itu, kau itu bodoh, kenapa kau menolongku?"


Ryan yang mendengarnya hanya tersenyum dan dia mengatakan


Ryan : " karena kau adalah temanku"


Dio : "................."


Seketika suana terasa sunyi, Dio hanya terdiam tanpa mengatakan apapun, dan Dio berkata dalam hatinya


Dio (dalam hati): " kenapa dia mengatakan aku ini temannya, padahal aku tidak mengakuinya, bahkan aku tidak memperdulikan sama sekali


Kilas balik sedikit, terlihat Ryan selalu memberi minuman atau makanan kepada Dio , tapi Dio hanya cuek, Ryan selalu curhat dihadapan Dio, karena Dio adalah teman sebangkunya, namun Dio tetap mendengarkan apa yang Ryan katakan, dia tidak peduli terhadap Ryan , tapi Ryan tetap berbicara dihadapan Dio meskipun Dio tidak merespon sama sekali


Dio menunduk dan tidak memandang Ryan

__ADS_1


Dio : " Aku..aku minta maaf...........Ryan "


Ryan yang mendengarnya terkejut, karena baru pertama kalinya mendengar Dio memanggil namanya


Dio : " gara aku, kau jadi seperti ini"


Ryan : " heheh tidak apa-apa, kan sesama teman saling bantu "


Dio : " Ryan aku bertanya kepadamu, kenapa kau menganggap aku adalah temanmu?, Padahal aku tidak peduli padamu, bahkan aku tidak pernah bicara sama sekali denganmu sebelumnya, kenapa ?


Dengan tersenyum dia menjawab


Ryan : " karena, kau sebelumnya pernah menolongku waktu itu "


Dio : " hah, kapan aku menolongmu?"


Ryan : " kau tidak ingat yaa..., Itu waktu aku kehausan, aku lupa tidak membawa uang sehingga aku kebingungan untuk minum, tapi kau menyisakan air minum padaku waktu itu, kau menaruh air tersebut di kursi ku"( dengan tersenyum)


Dio (dalam hati ) : " jadi itu menurut dia aku telah menolongnya, padahal waktu itu aku tidak tau kalo dia sedang kehausan,


Dio : " hanya itu kau menyebutku adalah temanmu?"


Ryan : " Iyaaa, bagiku itu adalah momen luar biasa, karena baru pertama kali, mendapatkan perhatian seorang"


Dio ; " .........."


Dio (dalam hati): " jadi hanya gara-gara itu, dia menganggap aku temanya, aku pernah dengar soal dia, selama dia sekolah sampai sekarang, belum ada yang mengakuinya sebagai teman, malahan banyak yang menjauh darinya, betapa kuatnya kau, yang kau katakan itu tidak masuk akal, hanya gara-gara air yang tidak sengaja aku taru di kursi, kau menganggap aku manaruh perhatian padanya?"


" Dan kau langsung menganggap aku temanya?, Ryan kau telah berjuang sampai sekarang tanpa seorang teman, aku tidak tau kenanpa orang-orang menjauhimu?,


Kali begitu aku putuskan, dan ini pertama kalinya"


Dengan sedikit tersenyum


Dio : " Ryan...mulai sekarang aku mengakuimu, kau adalah TEMANKU"


Ryan yang mendengarnya, terlihat meneteskan air mata. Karena baru pertama kali ada yang mengakuinya sebagai temanya.


Dio : " Oiii, kau menangis, cih dasar cengeng(dengan senyuman)


Ryan : "(tersenyum lebar) aku tidak menangis kok


Kemudian datanglah ibu Ryan dan memeluknya, lalu Dio berpamit dihadapan Ryan untuk pulang, setalah keluar dari kamar Ryan, ada beberapa teman kelasnya menunggu,


Dio menatap mereka dengan cuek dan marah, mulai saat itu Dio membenci teman kelasnya


Dio ; " aku pikir kalian sudah pergi"


Teman kelas wanita : " mana mungkin kami pergi, kami menunggumu


Dio berjalan meninggalkan mereka


Dio : " cihh...., Buat apa kalian menungguku, buang-buang waktu saja'


Teman kelas wanita 1 : " Dio, apa kau tidak ingin mengobati luka-lukamu, mumpung kau ada di rumah sakit "


Teman kelas wanita 2 : " iyaa takutnya lukanya sangat dalam '


Dio berhenti dan menoleh mereka


Dio : " kalian berisik..... Sebaiknya urus saja urusan kalian "


Ketika semuanya terdiam, dan Dio meninggalkan mereka pulang


Teman kelas wanita : " wahh kerenn yaa, tampangnya lohh, keren banget "


Temanya kelas wanita : " iyalo apalagi suaranya "


Bersambung........

__ADS_1


__ADS_2