Rich Ragnarok

Rich Ragnarok
episode 3: melawan komandan goblin


__ADS_3

"Uwaaaaaaaaaaaaaaargh" erangan si goblin.


Tiba-tiba goblin komandan menunjuk budi dan menunjuk dirinya sendiri. Ia kemudian berkata-kata sesuatu yang tidak dimengerti manusia. Setelahnya, ia tersenyum dan terlihat bersemangat sambil memasang kuda-kuda dan diam menutup mata.


Meski tak mengerti perkataan goblin komandan, budi seolah sadar makna perkataannya. Karena itu, budi siap-siap dengan kuda-kuda bertahan. Ia mengamati dengan baik saat si goblin diam beberapa saat, seolah ingin berkonsentrasi penuh.


Heru yang baru mengalahkan satu goblin mencoba mendekat di pertarungan. Namun, budi memberikan isyarat untuk tidak mendekat ke arah mereka dengan tangan. Heru mengernyitkan dahinya dan tidak mendekat ke arah budi.


"Heru fokus untuk pulihkan manamu. Kalau ada apa-apa dengan saya tolong lindungi mita dan panji heru. Saya nggak yakin bakal menang. tapi kalau saya kalah di sini, saya sudah memberi banyak luka sama goblin ini atau kita dapat mengetahui goblin kelemahan dan kekuatan ini. Jadi mungkin kau bisa mengalahkannya. Kalau kau tidak bisa mengalahkannya tolong kaburlah dan lindungi panji dan mita." kata budi dengan nada sedih.


"Jangan abang, nanti abang bisa mati." teriak mita sambil menangis. Ia mencoba mendekat ke arah budi.


"Jangan mbak, itu bisa membahayakan bang budi. Kali ini dengar saja perkataan bang budi dan siap-siap mbak kalau saja kita harus penuh keinginan bang budi." kata heru mencoba menenangkan mita. Meskipun, ia sendiri terlihat agak pucat dan wajahnya terlihat ketakuan. Ia segera menarik mundur mita yang tengah menangis.


"Uwaargh" teriak komandan gobllin sambil membuka matanya.


Goblin komandan tiba-tiba menyerang dengan lengan kirinya menggunakan gadanya dengan kecepatan sangat tinggi. namun, budi lebih dulu mengaktifkan skill kekuatan petugas gudang dan menghindari dengan sangat tipis serangan itu.


Goblin komandan tiba-tiba tersenyum, dan menggunakan lengan kanannya, mengerakkan lengan kirinya mengubah arah gadanya dengan kecepatan tinggi. Tidak sempat menghindar budi terkena pukulan tersebut dan langsung terlempar beberapa meter menghantam pohon.


"Sialan goblin itu menggunakan teknik bertarung yang hebat." kata budi dengan tatapan serius.


Budi segera bangkit dan goblin terlihat tersenyum bangga. budi segera menghunuskan pisaunya dan mengaktifkan skill kekuatan petugas gudang. Ia berlari secepat mungkin menyerang komandan goblin. ia memperhatikan komandan goblin dengan seksama agar dapat menemukan kelemahannya.


Komandan goblin malah mencoba menyerang dengan cara yang sama. Menyerang dengan gada dengan tangan kiri. budi sadar dan menghindarinya, namun segera disusul dengan tangan kanan yang mengubah arah gada ditangannya. budi memperhatikan dengan seksama dan menemukan celah untuk menghindar.


"Tipuanmu tidak berguna dua kali, sialan." seru budi dengan seringai.

__ADS_1


Goblin tersenyum tubuhnya tiba-tiba mengeluarkan aura merah dan membuat tubuhnya bergerak lebih cepat dan memberikan serangan ketiga. budi sadar ada yang aneh dan segera menahan serangan tiba-tiba goblin dengan tangan kirinya. budi menemukan celah.


"Bukan hanya kau yang punya tipuan sialan." seru budi sambil menyerang balik dengan pisau. Serangan pisau segera melukai tubuh komandan goblin. komandan sempat terdorong sedikit ke belakang.


Kali ini komandan goblin malah tertawa terbahak-bahak dengan suara sangat keras, bahkan orang-orang kaget. Luka ditubuhnya bekas dari serangan budi mengeluarkan sedikit darah. Akan tetapi, tiba-tiba luka itu menghilang begitu saja tanpa bekas.


Budi memberikan isyarat menahan dengan tangannya agar goblin dapat menunggu sementara. Goblin itu tampak mengeluarkan bahasa anehnya sambil mengangguk dan menghentikan kuda-kuda menyerangnya.


"Mita jangan menangis, nanti panji ikut menangis. bisa keluarkan skill penyembuhmu kepadaku, tapi cukup sekali saja jangan membuang-buang mana." kata budi sambil menatap goblin komandan.


Mita menguatkan diri menghapus air matanya. Ia kemudian mengulurkan tangannya, lalu berkata. "sembuhkan." skill penyembuhan khusus miliknya aktif dan ia merasa sedikit kesakitan. namun, ia menahannya.


"Heru dengarkan baik-baik, tampaknya goblin ini cuman mau bertarung dengan adil, tapi tetap waspada bisa saja dia mungkin menyerang tiba-tiba. goblin ini punya dua skill yang dia tunjukan. pertama mempercepat gerakannya saat melakukan serangan ketiga tadi dan skill regenerasi yang mirip skill penyembuh. satu lagi bisa tolong lemparkan koin yang dijatuhkan goblin yang kalah di sekitar kakimu." jelas budi masih menatap goblin komandan.


"Bang budi mau apa dengan koin ini." teriak heru kebingungan.


Budi tiba-tiba mengganti senjata pisau buatan goblinnya dengan palu celengan babi ngepet. Heru segera mengambil beberapa koin yang dijatuhkan goblin dan melemparkannya ke arah budi. budi dengan tangkas menangkap koin itu.


Budi melihat status tubuhnya dan melihat mana yang digunakan untuk skill kekuatan petugas gudang hanya cukup untuk dua kali. Ia segera mengaktifkan skill kekuatan petugas gudang, jika dua-duanya gagal kemungkinan budi bisa tamat.


Ia segera memasukkan koin ke dalam palu celengan babi ngepet dan segera bersiap menyerang. Melihat itu, goblin komandan lagi-lagi  bersiap mengambil kuda-kuda. wajah goblin komandan sedikit keheranan.


Goblin komandan segera menyerang dengan dua serangannya yang biasa dia gunakan. Kedua serangannya  dihindari budi dengan baik. Lalu, ia mengeluarkan aura merah untuk mempercepat gerakannya yang ketiga. Kali ini budi tidak menangkisnya, namun menghindarinya, kemudian mencoba memberikan serangan dengan palunya.


Ternyata palu itu tidak memberikan dampak yang diinginkan budi. Komandan goblin sempat kaget dengan serangan yang diberikan budi sangat lemah. Segera komandan goblin mengeluarkan aura merah dan segera memberikan hantaman telak kepada budi.


Budi segera menangkisnya dengan tangan kirinya. Tangan kirnya langsung terdengar seperti tulangnya patah. budi sempat mengerang dan membiarkan tubuhnya terlempar ke samping. Heru buru-buru menangkap badan budi yang terhempas.

__ADS_1


"Sial aku lupa jika kekuatan item ini aktif, kemungkinan bakal ada pemberitahuan dari super system." kata budi sambil meringis kesakitan.


Komandan goblin tiba-tiba tertawa terbahak-bahak  dan memberikan isyarat dengan tangan agar budi berdiri. Ia memberikan isyarat dengan tangan untuk berhenti sebentar. Tampak goblin komandan merenggangkan badan-badannya.


"Memangnya apa syarat aktivasinya bang?" tanya heru dengan wajah serius.


"Koin emas dan semisalnya." kata budi masih meringis kesakitan.


Heru berpikir sejenak apa yang salah dan ternyata ia sadar kesalahan budi. ia segera berteriak "kayaknya ini cuman koin tembaga, dan kayaknya goblin biasa tidak pernah menjatuhkan koin emas bang."


"Sial bagaimana ini berpikir budi, cari solusi." kata budi mencoba berpikir


"Bang sudah kita kabur saja." kata mita tidak sanggup melihat suaminya kesakitan. ia mengusap air matanya.


"Tidak bisa sayang, nanti kalau aku kabur kalian yang bisa jadi sasarannya. Ayo budi berpikirlah, pikirkan solusinya bukannya kau dulu mahasiswa berprestasi." kata budi memaksa otaknya berpikir keras.


Semua orang berwajah ketakutan, tanpa harapan. Mita hampir saja kembali menangis. Sampai budi sadar akan kemungkinan yang lain. Ia segera berdiri dan mempersiapkan palu celengan babi ngepet. Ia melihat ke arah parjo yang dari tadi diam saja karena ketakutan.


"Bos berikan saya kalungnya bos." kata budi dengan nada serius.


"Kau kira kalung saya ini barang murah, gajimu satu tahun saja tidak cukup." kata parjo dengan wajah marah.


Tiba tiba heru mengeluarkan pisaunya yang berkarat dan mengusapnya di telapak tangan, sambil berkata "bos di permainan ini kadang saya penasaran, kalau manusia saling menikam apa hasilnya."


"Kalau begitu, ambil saja tapi jangan lupa diganti ya, soalnya itu mahal saya mesti pecat 3 pega ..., maksudku harus berhemat dulu biar bisa beli ini." dengan nada ragu-ragu.


"Ok nanti saya ganti bos." kata budi sambil menatap parjo.

__ADS_1


Budi segera bersiap-siap berdiri memasukkan kalung emas yang dimiliki parjo ke lubang di palu. lubang tersebut mirip lubang di celengan. Napasnya sedikit terengah-engah dan keringatnya bercucuran. Ia benar-benar merasa gugup, jika ini gagal mungkin hidupnya akan berakhir.


Goblin komandan menatapnya segera mengambil kuda-kuda menyerang. Kali ini, ia mengeluarkan aura merahnya sebelum menyerang. Segera ia meluncur dengan kecepatan tidak terduga dalam sedetik, ia sudah ada di depan budi.


__ADS_2