Rich Ragnarok

Rich Ragnarok
episode 9: menjadi ksatria


__ADS_3

[pemberitahuan]


[anda mendapatkan tawaran untuk pelatihan job ksatria]


[setelah melewati sesi pelatihan ini anda akan resmi menjadi ksatria]


[apalah anda menerimanya? Ya atau tidak]


Tanpa banyak kata budi segera memilih tanda ya sebagai penerimaan pelatihan job kesatria. Ia berdiri menatap ke arah tuang gilbert yang masih berusaha mengatur gerakannya. Sampai akhirnya tuan gilbert menemukan posisi tubuh yang tepat.


"Berbeda dengan kerajaan yang lain yang menjadikan pelatihan teknik menyerang sebagai latihan dasar kesatria. kerajaan dragongard mengajari para kesatria baru dengan pelatihan teknik bertahan. Karena yang terpenting bagi seorang ksatria adalah melindungi. Teknik yang kuajarkan ini disebut dengan teknik sisik naga, teknik pelindung mereka yang tak berdaya. Tahan seluruh seranganku agar tidak mengenai sesuatu yang penting." kata tuan gilbert bersemangat.


Tanpa banyak berkata tuan gilbert menyerang dengan serangan bertubi-tubi. Gerakannya cepat dan sangat terarah. Budi tanpa berkata juga segera menahan serangan. Ia kesulitan menahan beberapa serangan. Beberapa serangan bahkan lolos dan mengenai bagian tubuh.


"Keluarkan semua kemampuanmu. Kau tidak akan bisa menahan serangan yang makin kuat jika tidak mengeluarkan seluruh keinginanmu dan kemampuanmu melindungi. namun, pertanyyan utama saat melindungi adalah Apakah yang kau lindungi memang penting?" tanya tuan gilbert dengan tatapan penuh keyakinan.


[pemberitahuan]


[anda mengaktifkan aura kebuasan level 2 dan kekuatan petugas gudang level 2]


"Kau bergerak makin cepat, namun jika ingin melindungi bukan hanya kecepatan yang penting. Tapi juga mengetahui hal yang paling penting untuk dilindungi." kata tuan gilbert dengan tatapan makin tajam.


Tuan gilbert makin cepat dan kekuatannya makin hebat. Bahkan, perisai kayu yang digunakan budi seolah terkikis sedikit demi sedikit. Makin lama perisanya bukan hanya terkikis, namun juga terpotong. Perisai milik budi makin kecil.


"Bagus kamu dapat menahan sebagian seranganku. Namun, seiring berjalannya waktu hal yang penting akan terus berubah bagi manusia." kata tuan gilbert sambil terengah-engah


Meski terengah-engah, serangan tuan gilbert makin sigap. Kali ini, bukan hanya mengenai perisai milik budi namun juga bagian tubuh milik budi. Kaki dan perut langsung terkena dan budi merasakan sakit yang luar biasa, namun ia menahan agar tidak menjerit.


[pemberitahuan]


[hp anda tinggal 30% harap waspada titik vital anda]


"Ini mungkin serangan terakhir." kata tuan gilbert yang terlihat berkeringat.


Tiba-tiba tuan gilbert mengeluarkan aura berwarna hijau. Kuda-kuda tuan gilbert berubah. Ia makin menatap tajam ke arah budi. Budi bersiap-siap dan sangat waspada. Sadar bahwa tuan gilbert mengeluarkan sebuah skill.

__ADS_1


Dengan cepat tuan gilbert menyerang. Budi berusaha menahan serangan pertama yang menyerang kakinya. Ia berhasil menahannya, namun sebagian besar perisainya rusak. Sekarang tuan gilbert memberikan serangan, namun arah serangan itu aneh dan berubah drastis.


Serangan tersebut mengarah ke kucing liar yang berada di samping budi. Namun, segera budi sadar dan melindungi kucing itu. Pedang kayu langsung menghantam perisai. Pedang dan perisai langsung rusak secara bersamaan. Kucing yang mendengarnya langsung kabur.


"Kamu berhasil, kamu memang pantas menjadi seorang kesatria. melindungi mereka yang lemah adalah hal yang paling penting bagi ksatria." kata tuan gilbert dengan senyum hangat.


[pemberitahuan]


[saat ini anda telah resmi mengganti job sebagai kesatria]


[anda mendapatkan skill pertahanan sisik naga level 1]


[skill pertahanan sisik naga level 1]


[skill pertahanan sisik naga merupakan skill yang diajarkan bagi ksatria pemula kerajaan dragongard. Skill ini memfokuskan kepada pertahanan. Skill ini tercipta untuk melindungi hal yang penting bagi seorang ksatria. Terutama mereka yang tak berdaya. Skill ini akan meningkatkan pertahanan sebanyak 30%]


[syarat khusus: hanya bisa digunakan job ksatria]


[tipe skill: skill aktif]


[cooldown: 15 detik]


[mana yang dibutuhkan: 3]


[Aktifasi: posisi menangkis serangan dengan perisai]


Setelah mengeluarkan jurus itu, tiba-tiba tuan gilbert ambruk. Ia terbatuk-batuk dan segera mengambil sapu tangannya. Ternyata, ia mengeluarkan batuk darah. Budi segera bergerak berusaha memapahnya.


"Anda tidak apa-apa?” tanya budi panik.


"Ini tidak apa-apa kalau mengeluarkan kemampuanku di tubuh lemah seperti ini, biasanya penyakitku langsung kambuh. Masa kejayaanku memang sudah lama pergi. Bisa tolong bantu aku berdiri." kata tuan gilbert terlihat kesakitan.


Budi tanpa banyak berkata membantu tuan gilbert berdiri. Setelah berdiri, ia mengisyaratkan untuk mengambil perisai miliknya. Tuan gilbert benar merasa puas sudah mengajarkan ilmunya kepada budi. Ia yakin tidak salah pilih soal kemampuan.


"Jaga perisai ini baik-baik, karena ini hartaku yang paling berharga." kata tuan gilbert sedih.

__ADS_1


"Baik tuan gilbert, akan kujaga seperti hartaku paling berharga." kata budi dengan penuh keyakinan.


"Kalau begitu kita segera pergi makan siang. Istriku mungkin bakal sedikit khawatir." kata tuan gilbert dengan tawa kecil.


Keduanya segera meninggalkan gudang, setelah membereskan ruangan itu dari perisai dan pedang kayu yang telah rusak. Setelah meninggalkan gudang mereka ke ruangan tengah, makan bersama keluarga mereka.


Namun, budi tidak makan dengan tenang. Ia kembali memikirkan kembali jejak yang ditemukannya. Setelah selesai makan, ia buru-buru segera ke hutan bersama heru. Sebelumnya heru juga menyuruh untuk menutup gerbang desa dan menyuruh beberapa orang berjaga di sekitarnya. Budi tak lupa memperhatikan dinding di sekitar gerbang desa, apalagi firasatnya amat buruk.


Mereka kembali di posisi, di mana ia menemukan telapak kaki tersebut. Ia sempat membuka peta sekitar hutan rocktree. Ia memastikan posisi jejak kaki itu berasal dari sebelah utara. Segera, ia menjelajahi arah utara.


Setelah, melewati hutan mereka menemukan sebuah gunung yang seolah telah dilewati segerombolan goblin. Tampak jejak kaki dan tanaman rusak yang telah dilewati segerombolan goblin. Hal ini semakin jelas ketika melihat beberapa titik asap dari kejauhan.


Mereka mendekati dan menemukan sekelompok goblin sedang memanggang daging kelinci bertanduk di atas api. Kelompok tersebut kira-kira berjumlah 10 orang dan sebuah kemah. Kemah tersebut tampak dihiasi dengan tulang dan tengkorak.


"Her, ayo kita mendekat, kayaknya kemah itu benar-benar mencurigakan." kata budi dengan sangat pelan.


"Iya bang." jawab heru dengan lebih pelan.


Mereka mendekat sedikit demi sedikit, sampai jarak antara mereka dengan kumpulan goblin hanya 10 meter. Mereka memperhatikan para goblin yang sedang bercakap-cakap. Tiba -tiba terdengar suara keras dari dalam kemah.


Keluarlah sosok mirip goblin komandan, namun sangat berbeda dengan goblin komandan yang pernah dikalahkan budi. Goblin komandan ini memiliki tinggi badan sama seperti manusia dan berambut panjang, serta wajah mengerikan. Bedanya, ia tidak menenteng gada, namun menenteng tongkat dengan sebuah kristal di atasnya.


Ia tampak sangat marah dan berbicara dengan goblin biasa. Beberapa goblin biasa meninggalkan kumpulan goblin ke arah lain hutan. Mereka tampak sangat kecewa dan beberapa kali menggerutu dengan bahasa mereka.


Sampai akhirnya budi merasakan ada yang aneh, ia merasakan ada yang mengawasinya. Namun, saat menoleh ke belakang tidak ada siapa pun. Tiba-tiba ia mendengar suara langkah kaki menginjak dahan kayu di lantai hutan.


Budi segera berbalik karena merasakan firasat buruk. namun, di belakangnya, kembali tidak ada siapa pun. Budi memberikan isyarat dengan tangan kepada heru untuk tidak bergerak. Ia mengamati dengan baik area sekitar yakin ada yang salah.


"Wakjak wakaka kakkkkekkkcas." teriakan tanpa wujud.


Budi sadar itu suara yang dikeluarkan oleh goblin. Segera, ia waspada dengan hal itu. Sedangkan goblin komandan yang berkemah segera sadar akan kejadian aneh tersebut. Ia segera menoleh ke arah tempat berdirinya budi.


"Wujka waka waka waka." kata goblin dengan tongkat.


Tiba-tiba dari tongkatnya keluar nyala api yang membumbung ke langit. Api itu seolah menjadi kembang api yang warnanya dapat dilihat seluruh hutan. Semua goblin tiba-tiba menjerit dan bergerak ke arah budi.

__ADS_1


__ADS_2