Rich Ragnarok

Rich Ragnarok
episode 8: mencari jawaban keanehan


__ADS_3

Budi beberapa kali memeriksa tempat itu, memeriksa segala keanehannya. Namun, ia tidak menemukan apa-apa lagi. Budi sempat berpikir keanehan yang ditemukannya ini kemungkinan berhubungan dengan tanda jam pasir di langit. Heru muncul dari belakang.


"Bang ada apa ini sebenarnya?" tanya heru kebingungan.


"Kayaknya ada yang aneh saya harus buru-buru pulang. Kamu tolong cek warga yang tadi menebang pohon. Saya mau buru-buru ke rumah tuan gilbert." kata budi yang terlihat khawatir.


Heru menjalankan tugasnya mengecek warga. Budi buru-buru ke rumah tuan gilbert ingin meminta sebuah penjelasan. Saat masuk ke rumah, ia tidak menemukan tuan gilbert. Namun hanya menemukan nyonya gilbert yang dibantu memasak oleh mita mempersiapkan makan siang.


"Mohon maaf bu, tuan gilbert ada dimana ya? Biasanya saya lihat ada diruang tengah." tanya budi terlihat tegang.


"Kayaknya beliau ada di gudang lagi membersihkan barang-barang lamanya." kata nyonya gilbert dengan nada sedih.


"Kalau begitu saya ke gudang dulu bu." kata budi yang buru-buru ke gudang.


Ia melihat tuan gilbert sedang serius mengelap sebuah perisai dan memasangnya lagi di dinding. Ia terlihat sangat kesulitan memasangnya di dinding karena kakinya yang telah pincang. Sampai, budi membantu tuan gilbert memasang perisainya di dinding. Tuan gilbert terlihat sedih.


"Mohon maaf kau harus melihat ketidakberdayaanku menatap masa laluku yang gemilang. Sayang beribu sayang, hal itu sudah menghilang. Dulu aku kesatria agung pelindung raja, sekarang melindungi rakyat desa saja kesusahan. Maaf kau harus mendengar keluh kesahku. Ada apa kau datang kemari budi?" kata tuan gilbert menatap perisainya di dinding.


"Saya mau bertanya, apakah tuan melihat kejadian waktu desa rocktree diserang?" tanya budi dengan wajah serius.


"Aku ada waktu itu, apalagi kepala desa memanggilku karena cuman aku di desa ini yang punya pengalaman bertarung. Aku segera ke dinding sebelah barat desa. Aku sempat membantu warga bersiap melawan goblin. Tapi kau tahu sebagian besar warga orang tua dan anak muda sudah ke kota." kata tuan gilbert terlihat sangat kecewa.


Budi teringat saat menolong clara, anak tuan gilbert saat dikejar goblin. Ia baru sadar semua warga terdiri dari orang tua dan anak kecil. Tidak ada yang berani melawan dan hanya memilih bersembunyi, saat clara diserang.


"Apalagi ini desa terpencil dan tidak ada pos penjaga kerajaan. Jadi waktu itu sangat sedikit orang yang mau berusaha melawan, tapi untung saja ada dinding pembatas desa. Meski tidak terlalu kuat tapi bisa menahan serangan goblin, tapi ada hal aneh?" kata tuan gilbert nampak berpikir keras.


"Hal aneh apa tuan gilbert?" tanya bud punya firasat tidak enak


"Waktu itu goblin muncul dari arah utara, menyerang desa ini, pertama terdengar suara gaduh. Saya melihat dari rumah warga berlantai dua  kejadian itu. Goblin berusaha menghancurkan dinding pembatas desa, mereka melemparkan obor dan panah dari luar dinding. Aku memerintahkan warga untuk memperkuat dinding dengan memasang perabotan yang besar di sekitar dinding. Dinding tak jebol tapi, api dari obor melahap beberapa rumah kayak dan membakar sebagian desa." kata tuan gilbert sambil menunjuk ke sebuah meja yang terbakar.


Tuan gilbert, lalu mengambar denah kemunculan goblin, serta hutan dan desa rocktree. Lalu, ia terdiam sejenak seolah berpikir dengan sangat dalam. Ia mencoba mengingat baik-baik hari itu dengan pasti.

__ADS_1


"Tapi serangannya tiba-tiba semakin berkurang. Beberapa goblin malah pergi ke arah barat, terutama goblin yang tubuhnya besar. Kalau tidak salah itu jenis goblin komandan. Mereka seolah berubah pikiran tiba-tiba dan bergerak ke barat. Kemudian beberapa goblin tersisa dan pada akhirnya mereka tiba-tiba kabur. Aku dengar ketika goblin berkumpul teratur, mereka biasanya menyerang dan menjarah desa sampai habis. Sebagaimana kasus desa yang jauh di utara." kata tuan gilbert dengan serius.


"Ternyata kemunculan goblin ini memang aneh. Tadi juga saya melawan beberapa goblin dan  saya menemukan jejak aneh. Jejaknya lebih besar dari goblin biasa mirip goblin komandan yang kukalahkan tempo hari." kata budi


"Kau memang penyelamat desa, tidak menyangka kau melawan goblin komandan." kata tuan gilbert sambil menepuk pundak budi.


"Apakah mungkin itu goblin komandan yang kukalahkan pernah menyerang desa ini ? wujudnya seukuran manusia, wajahnya cukup mengerikan dan menggunakan gada." jelas budi.


"Benar mirip kemungkinannya sangat besar karena terlihat hanya satu goblin seperti itu saat penyerangan desa dan ia sangat menonjol." kata tuan gilbert mengangguk.


"Tapi entah saya merasa firasatku tidak enak, pemilik jejak itu bukan goblin komandan biasa. Saya khawatir kalau komandan goblin itu menyerang desa, saya tidak bisa lagi menang. Apalagi saya tadi menemui segerombolan goblin di hutan dekat dinding desa." kata budi dengan nada khawatir.


"Kalau begitu apakah kau bisa mengambil perisai di atas dinding itu?" tanya tuan gilbert sambil menunjuk dinding.


Tiba-tiba masuk seekor kucing di gudang tersebut. Kucing itu sempat melewati bagian bawah kaki tuan gilbert. Tuan gilbert hanya tersenyum. Kucing itu segera pergi ke sebelah kiri tuan gilbert sambil menjilati tubuhnya.


"Tidak apa-apa kucing ini memang senang kemari." kata tuan gilbert sambil tersenyum.


"Kuhadiahkan ini untukmu karena sudah mau melindungi desa ini." kata tuan gilbert tersenyum sambil mendorong perisai itu ke arah budi.


[pemberitahuan]


[anda mendapatkan hadiah dari tuan gilbert berupa perisai pelindung raja]


[perisai pelindung raja level 5]


[perisai ini merupakan simbol dari pasukan khusus pelindung raja dragongard. Disini tertulis nama gilbert kalasus, orang yang mengabdikan dirinya sebagai pasukan khusus pelindung raja. Di atasnya terdapat gambar naga merah bermahkota yang jadi simbol keluarga kerajaan dragongard.]


[syarat khusus: hanya bisa digunakan job ksatria]


[tipe: senjata khusus job tertentu]

__ADS_1


[tingkat kelangkaan: b]


[meningkatkan 10 status pertahanan]


"Mohon maaf tuan gilbert bukannya saya mau menolak tapi perisai ini hanya bisa digunakan oleh seorang ksatria dan juga bukannya benda ini sangat berharga bagi anda." kata budi.


"Semua senjata dan barangku semasa aku masih di pasukan khusus kujual, kecuali barang ini. karena sangat berharga, makanya kuserahkan padamu. Ini adalah simbol kebanggaanku. Raja gartalan sang raja agung dragongard pernah berkata, "tidak ada gunanya melindungi raja, jika kalian tak bisa melindungi rakyat". Hal itu dikatakannya kepada seluruh pasukan khusus saat itu. Sekarang aku tidak berdaya melindung rakyat. Jadi kupercayakan benda itu padamu saja." kata tuan gilbert dengan nada sedih.


Tiba-tiba tuan gilbert dengan sekuat tenaga memaksakan tubuhnya berjalan ke sudut ruangan. Ia mengambil sebuah pedang yang terbuat dari kayu. Lalu, ia memberikan isyarat kepada budi untuk mengambil sebuah perisai kayu yang juga terdapat disitu.


[pemberitahuan]


[perisai latihan dari kayu level 1]


[perisai yang biasanya digunakan untuk berlatih. perisai ini juga sangat lemah dan tidak terlalu tahan dengan hantaman benda yang lebih kuat. jadi harap, berhati-hati menggunakannya]


[tipe: senjata umum]


[tingkat kelangkaan: e]


[meningkatkan 2 status pertahanan]


Tuan gilbert dengan kaki pincangnya mencoba mengatur kuda. Ia beberapa kali menggerakkan tongkatnya mencari gaya yang pas untuk tubuhnya. Kemudian, ia hunuskan pedang kayunya ke arah budi.


"Kalau kau masih merasa rakyat biasa, maka aku akan memberikanmu sedikit latihan ksatria. Apakah kau bersedia?" kata tuan gilbert yang masih berusaha menyesuaikan gerakan.


[pemberitahuan]


[anda mendapatkan tawaran untuk pelatihan job ksatria]


[setelah melewati sesi pelatihan ini anda akan resmi menjadi ksatria]

__ADS_1


[apalah anda menerimanya? Ya atau tidak]


__ADS_2