Ringga

Ringga
Dunia Baru


__ADS_3

“Jangan berhenti untuk menjadi seorang pemimpi”


Hari itu adalah hari pertama aku ke kampus. Pada hari itu kami diwajibkan mengikuti rapat untuk persiapan kegiatan pengenalan kampus. Namaku adalah Kathleen Amarta Dewi. Jauh aku pergi ke Kota Surabaya, untuk melanjutkan pendidikan sarjanaku. Aku kuliah di salah satu universitas ternama di Kota heroik ini.


Siang itu turun gerimis yang begitu menyejukkan. Ku langkahkan kaki menuju parkiran. Aku tidak peduli hujan turun, karena aku sangat menyukai hujan. Entah, saat aku bisa merasakan butiran-butiran yang turun dari langit ada rasa bahagia yang muncul. Ketika orang hilir mudik dan mencari tempat untuk berteduh, aku justru senang menikmati hujan. Tak berselang lama mobil jemputan ku datang. Pak Arip sudah menungguku di parkiran mobil.


“Kok ndak pakai payung, Neng? tadi pagi ndak bawa payung?” tanya Pak Arip menyapaku. Ketika aku masuk ke mobil. Aku tersenyum. “Ndak pak saya lebih suka hujan-hujanan.” Jawabku sambil tersenyum.


Kemudian mobil kami melaju dan mengantarkanku kembali ke rumah. Aku tinggal bersama Paman Gibran dan Tante Sarah, adik kandung dari Mamaku.

__ADS_1


Setiba di rumah. Kulangkahkan kaki menuju meja makan, disitu ada Tante Sarah yang juga sedang menikmati makan siangnya.


“Halo, Kathleen gimana tadi acara kampusnya?” Tanya Tante Sarah menyapaku.


“Lumayan seru sich Tan…banyak mahasiswanya.” Jawabku antusias.


“Hah…masa dari sekian banyak cowok disana gak ada satupun cowok yang ganteng??? Kamu gak salah liat kan Kathleen?” Ujar Tante Sarah bertanya-tanya.


“Belum tahu, Tan. Nggak terlalu memperhatikan juga. Tadi cuma pengumuman aja kok Tan, cuma duduk diem trus dengerin protokolnya nyampein acara-acara buat besok. Ya…Kathleen cuma nyimak aja. Trus tadi Kathleen juga dapat kenalan cewek namanya Lilis. Udah gitu aja sich.” Jawabku datar.

__ADS_1


“Kalau dulu semasa Tante Kuliah. Wih…udah hari pertama masuk kuliah, udah Tante mu ini dapat kenalan banyak cowok.” Ujar Tante Sarah bangga.


Aku hanya tersenyum mendegarkan celotehan Tante Sarah. Kuambil makan siangku dan makan dengan lahapnya.


Bagiku ini adalah duniaku yang baru. Aku sengaja kuliah di Kota Surabaya. Meninggalkan kota tercintaku dan melanjutkan studi di kota ini. Memang di Surabaya sangat ramai dan macet tapi walaupun demikian tidak mematahkan semangatku untuk menempuh pendidikan. Kuhela nafas panjang dan kurebahkan badanku di kasur.


Semoga hari-hari esok dapat kulalui dengan baik. Aku tersenyum dan melihat langit-langit kamarku. Dalam hati aku bertekad aku ingin menjadi orang sukses dan mengejar impianku. Walaupun ayahku sudah tiada namun petuah dan nasihatnya akan selalu aku ingat, akan aku buat beliau bangga dengan hasil jerih payahku. Pikirku saat itu.


Dengan mempunyai impian memberi semangat buatku untuk terus berjuang. Tekadku saat itu menempuh ilmu dan sukses. Teringat kembali akan kenangan masa lalu. Satu tahun sebelumnya aku sudah merencanakan akan kuliah bersama Erik mantanku. Namun semua kandas seiring kandasnya hubungan cintaku. Aku bangun dan melihat lagi buku diaryku. Terpampang beberapa target yang harus aku penuhi termasuk melanjutkan pendidikan sarjanaku ini. Aku tutup kembali buku diary yang memiliki banyak kenangan itu. Walaupun di dalamnya ada sederet cerita pahit tentang percintaanku.

__ADS_1


__ADS_2