
Jangan bayangkan aku sedang mencintai seorang manusia setengah badak sungguhan. Badak adalah gambaran yang cocok untuk mengungkapkan karakter seseorang yang pernah mengisi hatiku dan seorang yang sangat special. Dia adalah teman, sahabat, juga kekasih yang telah menemani hari-hariku selama 4 tahun aku kuliah. Dia yang pernah hadir dalam kehidupanku, mewarnai hari-hariku dan dia selalu ada dalam suka duka dari setiap hal yang aku alami.
Namanya adalah Ringga Prasetya dia teman sekampusku. Kepribadiannya keras banget seperti “badak” dalam arti dia adalah orang yang gigih dan optimis dalam mengejar sebuah impian. Selain itu apapun maunya. Harus mau menurut sama dia. Dia lebih seperti pemimpin bagiku. Tapi disisi lain kepribadiannya yang keras dan sedikit sombong, dia adalah type penyayang, perhatian dan pengertian banget.
Awal kedekatan hubungan kami, setelah selesai kegiatan perkuliahan hari itu. Dia tiba-tiba dia datang menghampiriku dan kemudian meminta kontak nomorku. Hmmm…berasa agak GR sich (Gede Rasa) tiba-tiba cowok keren dikampus meminta nomor hp-ku.
Sejak hari itu dia sering banget kontak aku. Awalnya hanya sekedar tanya tentang materi kuliah di hari itu. Dan keterusan bahas soal hobinya, politik dan banyak hal menarik lainnya yang terus kami bahas bersama.
Seperti biasa pagi-pagi dia chat aku. Bahkan kadang dia minta biar di bangunin pagi. Saat itu walau aku dan dia cuma teman tapi udah akrab banget. Dan karena kebiasaan dia tiap ngechat mesti kirim emot love yang membuat hatiku bergetar dan aku juga mulai suka dengan dia. Dan di setiap hariku dia selalu membuat aku tersenyum, bahagia. Yapp.. Tgl 10-04-18 aku dan dia janji bakal saling mendukung satu sama lain. Rasa cinta yang aku rasakan ini benar-benar indah… semua karena aku nyaman sama dia. Kami sering kirim lagu, chat bahkan mendiskusikan tentang banyak hal. Semuanya sangat menyenangkan, dan pastinya aku jadi semangat kuliah. Kami sering komunikasi sekedar telepon hingga video call.
Malam itu ketika aku sedang tidur-tiduran di kamar. Tiba-tiba hp ku bunyi. Aku segera check chatroom. Hmm… ternyata chat dari Ringga.
Ringga : Malam Cintahh😎💜💜
Me : Malam
Ringga : Belum bobok?
Me : Hehehe belom nich… oh Ringga, mau tanya donk
Ringga : Iya tanya aja
Me : Kenapa sich, kamu pilih aku? Padahal banyak loh yang suka sama kamu. Knp hayo?
Ringga : Kalo salah satu dari mereka itu sosok KAD, aku maju. Udah itu aja sih jawabanku :)
Me : Mmmmh.....Siapa ya KAD yang beruntung itu?
Ringga : Ya ngga usah ditanya lah yaaa KAD itu siapa kalo bukan yang aku chat ini🥰
Me : Wkwkwkw.. Ahhh.... Sayang ma kamu Ringgakuuu 💜💜
Ringga : Love ❤ u Kathleen😘
Me : Sek bentar Si Dewi, trus si Caca itu kan cantik? Trus mereka juga suka curi curi pandang
sama kamu.
Ringga : Trus?
Me : Memang kamu nggak suka?
Ringga : Iyaa eee, tapi kalau aku suka ya udah ak tembak la -,-
Me : Hehehe... Iya sich namanya perasaan gak bisa
dipaksa ya, walau dia cantik sekalipun
Ringga : nah itu udah tau, tapi kamu cantik kok bagiku
Me : hihihi.. kamu bisa aja☺️ ok..ok, good nite and nice dream ya
Ringga : Ya wes ndang bubuk yaaa, mumumu 😘💖
__ADS_1
Me : Okeee 👻☺☺
Malam itu..aku benar-benar bahagia. Kepedihan yang selama ini aku rasakan sirna. Ringga mampu hadir dan merubah hari-hariku. Tak ada alasan kenapa aku bisa mencintainya dan bagaimana bisa Ringga mencintaiku. Semua berjalan begitu saja. Aku putar lagu dari Adera – Lebih dari Indah. Lagu itu pas banget sebagai pengantar tidurku.
Dan kau hadir
Merubah segalanya
Menjadi lebih indah
Kau bawa cintaku setinggi angkasa membuatku merasa sempurna
Kau membuatku utuh, tuk menjalani hidup
Berdua denganmu selama-lamanya
Kaulah yang terbaik untukku…
Teringat hari itu sewaktu jam kuliah. Ringga duduk di sampingku dan berbisik pelan di telingaku.
"Kathleen ntar jangan pulang dulu". Ucapnya pelan.
"Ada apa??". Tanyaku
"Mau aku ajak ke cafe". Jawabnya
"Ok Ringga". Jawabku sambil tersenyum kepadanya.
Aku tersenyum, merasakan seperti mimpi saat dia mengungkapkan perasaannya padaku. Rasa yang indah dan mendebarkan.
"Terimakasih untuk rasa cinta yang indah ini Ringga I Love you too..". Ucapku dalam hati.
Pagi hari, aku bangun dengan semangat. Karena sekarang ada seseorang yang tiap pagi selalu chat aku. Ya sekarang ada Ringga yang selalu hadir mewarnai hidupku.
Ringga : Pagiii💖 ^^
Me : Pagii juga💖
Ringga : Jangan lupa hari ini tetep disempatkan makan ya
apapun itu harus jaga kondisi, sesibuk sibuknya
aktivitas tetap badan kita kan manusia biasa jadi
harus normal, makan yang teratur, minum air putih
yang banyak minim 1,5 Liter per hari, and hindari es ya
apalagi pas halangan.
Me : makasih buat perhatiannya ya... iya nich lagi maem pagi Pokok aku nurut kok sama saranmu
Ringga : Siiiip gitu dooong :D maem yang banyak..biar tambah
__ADS_1
endut ginuk2 Wkwkwk… pokoknya jangan lupa maem loh ya
ohya kalau pagi belum maem, siang jgn makan yg
pedes atau kecut banget yaa, takutnya lambung ga kuat.
Me : Siap sayang💖 tapi aku gak mau makan banyak juga
aku ga mau gendut...hehehe😚
Ringga : Okelah ngga apa2, endut kurus itu anugerah, yang penting sehat
Me : yup betuulll bangettt...pean juga jangan lupa maem ya...
abis ini aku mau siap2 mau ke kampus. Aku tunggu di kampus ya.
Ringga : Iya Nih lg maem^^ Oia aku mau buat pengakuan dosa
Me : Ha.. emang kenapa
Ringga : Aku khilaf..aku habis merampok. Merampok hatimu wkwk😂😅
Me : Hiii… kamu ini bikin jantungan aja kirain beneran…
hehehe..hatiku sudah ke rampok kok
Ringga : Wikikiki.. :D ya udah tiati di jalan yach see uu ndutt ku
Me : see u too 😊
Aku tersenyum. Apa yang lebih membahagiakan, selain bisa merasakan cinta, saling mendukung dan saling menyayangi. Itulah indahnya perasaan cinta. Membuat berbunga-bunga dan selalu semangat. Dan aku semangat untuk ke kampus dan berharap segera bertemu Ringga.
Sesampainya di kampus aku bercerita soal hubunganku dengan Ringga pada Lilis sahabatku.
“Tumben dateng pagi…, mana senyum-senyum lagi.” Tanya Lilis memperhatikanku heran.
“Lis… aku mau ceritaaa… Kemarin aku jadian sama Ringga.” Seruku penuh antusias.
“Wah…beneran??? Ringga nembak kamu??” Tanyanya lagi.
“Huumb.. dia udah nembak aku. Dan karena aku juga suka. Jadi aku iyakan… aku bahagia
banget Lis…” Jelasku tersenyum bahagia.
“Wah… selamat yaa, jangan lupa traktirannya loh. Aku gak nyangka kalau Ringga nembak
kamu secepat ini. Baru 4 bulan kita kuliah.” Kata Lilis.
“Ya… namanya juga sudah sama-sama suka Lis.” Jawabku tersenyum.
__ADS_1