Ringga

Ringga
Awal Dekat


__ADS_3

Tiga bulan sudah aku mengikuti kegiatan perkuliahan. Suatu hari aku masih tunggu jemputan. Tiba-tiba Ringga datang nyamperin aku. Dia ngajak pulang bareng. Well.. saat itu dia ga bawa 2 helm. Sedangkan aku orangnya paling patuh sama peraturan lalu lintas.


“Aku antar ya…” Pintanya.


“Kamu nggak bawa helm? Memang kamu nggak takut ketilang ya??”. Tanyaku.


“Engga…kalau nanti ketilang kan kamu bisa tak jadiin jaminannya.” Jawabnya sembari ketawa.


“What?? ogah…enak aja masak aku yang dijadiin jaminan.” Jawabku manyun.


“Hehehe…bercanda, gak bakalan ketilang kok. Percaya dech sama aku.” Bujuknya. Dan menoleh kebelakang, memberi isyarat supaya aku naik motor.


Akhirnya dengan rasa was-was campur senang juga, lalu aku naik ke motor dia. Lucunya dia itu badannya kurus banget kayak tiang listrik. Dan boncengin aku yang… yah sedikit agak gemukan dikit, dan mungkin dia belum ahli juga bonceng cewek. Sampai sempoyongan jalannya.


Damm… emang dasarnya aku orangnya pelupa, aku lupa kalau jaketku ketinggalan dikampus. Akhirnya dia nganter aku balik lagi ke kampus. Aku hanya ketawa melihat kekonyolan tingkahku. Tetapi tepat pada saat itu mobil jemputanku datang.

__ADS_1


"Emm... Ringga maaf banget ya... itu mobil jemputanku sudah datang. Kayaknya aku gak jadi berangkat bareng kamu deh". Ucapku kepada Ringga dengan penuh penyesalan.


"Yaaahhh berarti aku gak bisa anterin kamu donk, sayang banget". Ucap Ringga terdengar berat.


"Ringga kamu bisa kok besok atau kapan nganterin aku, tapi harus janjian dulu ya... karena kalau sekarang kamu anterin aku, kasihan bapak supirnya sudah jemput aku". Jawabku memberikan penjelasan.


"Berarti besok bisa donk aku antar jemput, kamu mau kan??". Tanya Ringga penuh harap.


"Gimana ya...." ucapku seraya berfikir. "Bisa sich... asal...." ucapku kembali sambil tersenyum menggodanya.


"Asal... ntar kamu telpon aku yaa, hahaha....dah Ringga". Jawabku bahagia. Sambil berlalu meninggalkan Ringga yang tersenyum senang mendengar jawabanku.


Aku lantas masuk ke mobil dan membuka kaca jendela mobil seraya melambaikan tangan ke arah Ringga.


Mobil jemputanku melaju dan meninggalkan kampus menuju ke jalan menuju rumah tanteku. Kupandangi suasana malam, aku tersenyum. Hatiku bahagia karena merasakan getar asmara menyeruak masuk kedalam hatiku. Apakah aku sedang jatuh cinta?? tanyaku dalam hati. Kemudian aku tersenyum sendiri. Mungkin hatiku sudah tahu jawabannya.

__ADS_1


Tak berselang lama sampailah aku di rumah Tante Sarah. Aku berjalan menuju ke kamarku. Setelah di kamar aku beraniin chat dia. Aku takut dia marah karena ulahku hari ini.


Me         : “Ringga…”


Ringga  : “Ya…”


Me         : “Maafin ya… tadi bukan niat ngerjain kamu. Tapi memang aku beneran lupa kalau jaketku ketinggalan di kelas.”


Ringga : “Iya ga papa kok. Santai aja. Tapi besok-besok kamu mau, kan aku antar pulang?”


Me         : “iya boleh”


            Lega hatiku…dia tidak marah bahkan dia berkomentar bahwa belum pernah dia kena “Prank” sama cewek. Dan yang pertama ngelakuin adalah aku. Aku tersenyum, itu bukanlah hal yang aku sengaja. Dan hal itu sudah menjadi topik hangat untuk kita bahas.


Sejak saat itu hubungan kami semakin dekat, boleh dibilang aku berkawan dekat dengannya. Aku merasa nyaman saat ngobrol sama Ringga, dan pada saat ultahku… tiba-tiba dia chat aku, trus kasih video selama aku dikelas, pikirku… (ini anak kurang kerjaan banget, rekam-rekam aktivitas orang). Dan setelah dia kirim videonya, seperti biasa dia mesti goda-goda aku, bilang aku cantik dan ngemesin.

__ADS_1


__ADS_2