
Pernah suatu ketika aku sedikit jengkel karena aku chat dan dia ga balas. Hal itu justru membuat aku takut jika hal hal buruk terjadi padanya. Dan pada akhirnya setelah dia memberi kabar dan setelah bertemu dan melihat dia. Amarah ku berkurang dan ga jadi marah. Mungkin itu yang dinamakan cinta.
Aku buta akan segalanya. Dan cinta itu yang membuat aku lemah atau kuat. Dan aku sadari dia mampu mengubah suasana hatiku menjadi baik kembali. Dengan cara sederhana dia coba menghiburku. Hari itu aku sedang kangen sama dia, kangen ngobrol sama dia, kangen bercanda sama dia, rasa rindu yang begitu hebat, sampai rasanya sedih..karena harus memedam perasaan itu.
Memang saat itu aku jarang chat atau vc dia. Karena aku takut ganggu dia, karena tiap hari dia harus belajar buat tes. Tapi ketika aku udah ngobrol dan bercanda sama dia rindu itu terobati, aku jadi semangat kembali. Padahal sebelumnya aktivitas apa yang aku jalani terasa biasa tidak ada semangat dan bahagia, tapi setelah ngobrol dengan Ringga. Aku merasa seperti hidup kembali.. merasakan cinta… memang bisa membuat orang kembali merasa hidup, bersemangat dan bahagia. Itulah yang aku rasakan. Seperti batray hp yang butuh dicharge ketika daya batraynya sedang melemah, demikian dengan hatiku, tanpa komunikasi yang intens, mungkin perlahan perasaanku akan memudar dengan sendirinya. Tetapi saat itu dia selalu berusaha untuk tetap berhubungan denganku, walaupun jadwalnya padat dan bahkan pada malam harinya dia selalu menyempatkan telepon aku.
Dia ngomong “pokok kalau kamu ga video call sehari gila dua hari dan kalau ga video call dua hari gilanya empat hari. Mungkin maksudnya. Kalau aku ga komunikasi maka aku menjadi orang yang aneh dan setengah agak menjauh darinya. Dan aku bahagia karena dia sediakan waktunya buat telpon aku.
__ADS_1
Tapi aku memang benar-benar mencintainya. Itu yang aku rasakan, aku cemburu.. dan terkadang aku takut kehilangannya. Padahal saat dia bersamaku, dia juga pernah dekat dengan teman sekelas kami, tetapi dia lebih memilih menjalin hubungan denganku ketimbang dengan yang lain.
Namun sebenarnya banyak cewek yang deketin dia temen sekantornya. Teman mainnya juga, jujur aku cemburu. Tetapi berkali-kali Ringga selalu memberiku pengertian kalau dirinya hanya mencintaiku. Tapi tetap saja rasa tidak percaya itu muncul. Aku merasa tidak ada yang menarik dalam hidupku. Banyak cewek-cewek cantik pedekate dengan Ringga. Dan aku selalu cemburu, maklum…mungkin mereka lebih cantik dan lebih pandai dariku. Tetapi tetap dia selalu bisa meyakinkan bahwa aku yang terbaik. Dan tidak ingin aku menghilang dari hidupnya. Dan dia bilang ke aku, dia tidak butuh cewek pinter atau cantik, yang dia butuhkan seseorang yang mau mengerti, menemani, menerima apa adanya dan menyenangkan buat dia, salah satunya ke oik’an (kekonyolan) yang aku miliki, saat aku bersamanya terkadang aku terlihat sangat bodoh, tapi justru itu yang dia suka.
Pernah suatu ketika setelah aku jalan jalan dengannya, kemudian aku pamit dan naik motorku.
"Kenapa ndutts...." Dan akupun menjawab "Aduh kayaknya motorku mogok ini Ringga"
__ADS_1
Dia hanya tersenyum dan memandangiku, sontak akupun kaget dengan ekpresinya, jelas jelas aku panik saat itu, eh tapi dia hanya senyum senyum memandangiku.
Kemudian dia berkata "Gimana bisa di stater ndut... itu jagang motormu masih dibawah" ucapnya sambil tertawa melihat kekonyolanku.
Dammm... yah, akupun tersadar akan ke"oik"an ku hari itu, malu iyaaa... pastinya, tp aku senyum senyum sendiri dan menstater kembali motorku sambil tertawa kecut karena malu😂
Dear Ringga #Terimakasih untuk rasa cinta ini, aku bahagia menjalani hidup dengan mencintaimu… kebersamaan ini akan aku kenang selamanya... :*
__ADS_1