Rise Of The Demon Emperor

Rise Of The Demon Emperor
pertarungan di altar pemujaan


__ADS_3

tak terasa perlahan malam pun tiba. alun alun desa tempat akan berlangsung nya upacara penumbalan mulai sesak di penuhi oleh warga.


terlihat tabib zao dan rayleight pun turut hadir pada upacara tersebut.


dialtar pemujaan terlihat seorang pemuda dengan rantai ditangannya yang terikat dibelakang tubuhnya. ia berada pada posisi berlutut dengan algojo yang memegang pedang berat siap menebas kepalanya.


pemuda itu terlihat pasrah. tatapan matanya kosong, seakan tidak memperdulikan lagi apakah ia akan mati atau tidak.


sesaat muncul seorang berpakaian serba putih yang nampak seperti seorang sepuh dialtar pemujaan itu.


"malam ini kita akan membuktiin keimanan kita kepada tuhan...!! ".ia berbicara dengan lantang kepada semua orang yang hadir ditempat itu.


kemunculan orang berpakaian serba putih yang merupakan sang nabi nabi palsu itu pun disambut dengan sorak sorai bergembira. terdengar banyak pujian pujian yang mengagungkan namanya.


"pria kafir itu, adalah pembangkang ajaran tuhan, ia pantas menjadi tumbal untuk memperlihatkan ketaqwaan kita kepadanya..!! ".ucap ardan seraya menunjuk kearah ali yang kini bersiap menerima nasib.


"cepat penggal dia... dasar pengemis tak tahu diri...!!! ".makian makian pun dilayangkan


kepada ali, sesekali ada yang melemparkan batu kearahnya sehingga kini wajahnya telah bersimpah darah.


menyaksikan itu rayleight dan tabib zao menyengirkan alis mereka.


"apa apaan...!?? ".


ucap rayleight dengan ekpresi bingung dan sedikit menahan amarah.

__ADS_1


"nak... sepertinya orang orang sedang berada dalam pengaruh sihir yang kuat... kita harus bertindak....!! ".tabib berkata kepada rayleight diikuti anggukan oleh rayleight.


terlihat sang nabi palsu mengangkat tangan kanannya sambil menatap kearah algojo yang telah bersiap. kemudian ia menjatuhkan tangannya tanda perintah untuk melaksanakan eksekusi.


sang algojo segera mengayunkan pedangnya kearah leher ali yang telah bersiap menerima nasib.


"wuuussshhhh!!! " "claaaaannggg!! "


ketika kurang sejengkal lagi pedang algojo bersarang keleher ali, mendadak pedang itu terlempar lepas dari genggaman sang algojo.


terlihat seorang bocah telah berdiri tepat didepan algojo yang masih kaget akan apa yang baru saja ia alami.


"dasar kau penyihir busuk... akan ku musnahkan kau hingga ke akar...!! ".bentak anak itu seraya melepaskan aura energi yang besar sehingga menyebabkan sang algojo jatuh kehilangan kesadaran.mata bocah itu sang nabi palsu dengan penuh amarah.


orang orang yang menyaksikan itu sontak kaget melihat apa yang mereka saksikan.


"hei bocah apa yang kau lakukan... apakah kau berniat menentang perintah tuhan dan menjadi pembangkang...!!? ".bentak ardan kepada rayleight.


ardan merasa heran melihat anak yang ada didepannya. diusia nya yang terbilang muda namun ia menunjukkan aura intimidasi yang menakutkan.bagaimana mungkin???


"rayleight.. berhati hati lah... orang itu terlihat masih menyembunyikan kemampuannya..!! "


tabib zao meminta rayleight agar tidak melakukan tindakan gegabah.


"guru percayalah kepadaku... sebaiknya guru membantu menghilangkan pengaruh sihir terhadap orang orang itu dan bawa mereka ketempat aman.... murid ingin meningkatkan kemampuan murid dengan bertarung melawan musuh yang lebih kuat.... ".ucap rayleight dengan percaya diri dan menghilang kan keraguan dari pikiran gurunya.

__ADS_1


"tapi ingat jangan memaksakan dirimu nak.. "


tabib zao pun menghilang kan pengaruh sihir terhadap orang orang desa yang terhipnotis oleh sihir dari nabi palsu. dengan tingkat kultivasi jiwa yang dimiliki tabib zao, mudah saja bagi dia untuk melakukan itu. tidak ketinggalan ali yang terikat pun dibebaskan olehnya, kemudian dengan sedikit perasaan cemas, ia beranjak untuk memnbawa semua orang menjauh dari tempat yang akan menjadi medan pertarungan antara rayleight dan nabi palsu.


ardan tak dapat menghentikan tabib zao yang mengevakuasi orang orang yang di altar, mengingat ada rayleight yang akan menghalang halanginya. ia kini terfokus untuk pertarungannya dengan rayleight. ia berfikir untuk menghabisi satu lawannya yang kini telah bersiap.


tanpa basi basi setelah melihat altar telah aman rayleight pun segera melompat keatas dan menyerbu kearah si nabi palsu.


ia mengeluarkan pukulan dengan aura panas terfokus kearah lawannya. terlihat api memancar keluar dari serangannya.


melihat itu,ardan langsung berkomat kamit membaca mantra.seketika keluar lah pusaran angin yang sangat deras dari mulutnya.


pukulan panas rayleight terlihat menembus pusaran angin yang dikeluarkan ardan.


"apa...!!?? "ardan pun terkejut melihat jurus anginnya tak dapat menahan serangan dari rayleight. ia yang tak sempat menghindari itu hanya mencoba mengangkat tangannya untuk menahan serangan dari rayleight agar tak terkena telak oleh pukulan lawannya. seluruh kejadian pertarungan yang terlihat panjang itu sebenarnya hanya terjadi dalam beberapa tarikan nafas saja.


"dddhhhhuuuaaaarrrr!!!!! "


seketika terjadi ledakan suara yang dahsyat ketika serangan rayleight mengenai ardan.


bias dari pukulan tersebut mengakibat kan tanah tepat ardan berdiri menjadi retak, dan perlahan meledak berhamburan diikuti dengan tubuh ardan yang terlempar sekitar 30 meter dari tempat tempat awal ia berdiri.


altar yang menjadi tempat pemujaan terlihat berhamburan dan hancur hanya karena dampak bias dari satu serangan rayleight.


"hhhuueekkkkk!! "

__ADS_1


ardan memuntahkan darah dari mulutnya. dan mulai bangkit dengan bibir yang menyungging. "mengguncang bumi tingkat akhir... hmmm lumayan juga kau nak... aku terlalu meremehkanmu.."


ucap ardan dengan darah mengalir dari sudut bibirnya yang terlihat sedang tersenyum sinis kearah rayleight.


__ADS_2