
"Mengapa sangat sulit untuk menembus tingkat ini.... Apakah ada hal yang terlewat dalam latihanku ini guru...??? "
Ucap Rayleight dengan sedikit frustasi.
Bagaimana tidak, ia telah 2 tahun berlatih, namun tetap tak dapat menembus ranah mengubah langit. Padahal sebelumnya ia dapat menembus tahap menyatu langit puncak hanya dalam waktu 2 bulan, setelah itu latihannya seolah mengalami kemacetan yang membuatnya begitu frustasi.
"Coba kau ingat-ingat dahulu bocah... Apakah yang kau lakukan dulu untuk menembus ranah menyatu langit puncak?? "
Jawab Ifrit yang kini telah menjadi guru pembimbing bagi Rayleight.
"Seingatku saat itu aku memfokuskan seluruh energi khi ku pada pusat dantianku... Kemudian aku menyebarkan khi itu keseluruh tubuhku...tapi itu sudah ku lakukan semua guru... Tetap saja ini tak dapat menembusnya...!? "
"Pasti ada metode yang tertinggal sehingga kau tetap tak dapat menembusnya... !"
Balas Ifrit menimpali pernyataan Rayleight sembari sedikit terkekeh.
"Metode...??? "
Benak Rayleight kembali mengingat ingat hal yang mungkin ia lewatkan dalam latihannya tersebut.
"Rasa rasanya tidak ada yang terlewat guru... Kecuali pada saat itu aku sedang berzdikir bersama nafas....ehhhh.... "
Ucap Rayleight sedikit terputus karena mulai mengingat hal yang terlupa.
"Tepat sekali......!! "
__ADS_1
Ifrit menyahuti Rayleight yang mulai berfikir.
"Tanpa kau sadari ketika kau melakukan dzikir nafas sebenarnya kau menghirup energi khi yang berasal dari alam... Sehingga seluruh pembuluh darahmu akan terasa penuh oleh khi alam yang begitu murni..... "
Ifrit menerangkan apa sebenarnya yang terjadi agar Rayleight dapat lebih mudah untuk memahaminya.
"Astaga mengapa aku begitu bodoh... "
Celetuk Rayleight sembari menepuk kepalanya. "Pantas saja tabib Zao dahulu selalu meminta ku untuk selalu berdzikir...!! "
Benak Rayleight kembali teringat akan kenangan bersama mendiang gurunya.
Tanpa terasa air mata mulai menetes disudut mata nya.
Ia kembali teringat akan pesan mendiang gurunya tersebut. Tabib selalu memintanya untuk berdzikir, meskipun dalam keadaan tertidur.
Yang mana ketika ia tertidur pun ia dapat mengendalikan kesadaran nya secara penuh.
Tidak lah mudah untuk dapat melakukan hal itu, membutuhkan tingkat kultivasi jiwa yang tinggi untuk itu.
"Maka matilah seorang hamba ketika ia berhenti berzdikir...!! "
Seperti halnya Kata pepatah para ahli sufi ini jika dimaknakan, berdzikir disini yang dimaksud ialah nafas.
Maksudnya tubuh setiap makhluk ialah hamba dari allah SWT, tentulah mereka menyembahnya.
__ADS_1
Nafas merupakan dzikir bagi tubuh yang memuji tuhan sang pencipta, hanya saja apakah kita yang menghuni tubuh ikut berdzikir??
Disini lah letak nya hakikat diri manusia. Penting bagi kita untuk selalu berdzikir bersama nafas sepanjang waktu agar kita selalu mengingat alasan kita dapat hidup, sehingga kesadaran kita selalu terjaga.
Rayleight segera mengusap usap kedua matanya, ia tak ingin berlarut larut dalam kesedihan terlalu lama.
"Baiklah.... Aku akan mengulanginya lagi.. Kali ini aku akan lebih sering lagi berzdikir...!!"
Tekad Rayleight mulai berapi mengingat kesedihan saat kehilangan gurunya.
"Jangan hanya lebih sering.... Lakukanlah setiap saat....!! " Ifrit kembali menimpali perkataan Rayleight dengan tetap terkekeh.
"Baik guru.... Aku mulai....!! "
Kemudian Rayleight kembali duduk bersila dan memejamkan matanya.
Ia kembali mencoba untuk menembus ranah mengubah langit, kali ini ia optimis akan sukses.
Ifrit hanya tersenyum memandangi manusia yang terlahir dengan saripatinya tersebut, ia merasa bangga kepada,diusianya yang begitu belia namun memiliki tingkat pemahaman yang tinggi.
Sungguh merupakan suatu harta yang terhingga bagi seorang guru yang memiliki nya. "Terus berjuang nak... Perjalanan mu masih panjang....!! "
Benak ifrit sembari tersenyum kearah Rayleight.
#maaf teman saya dah lama libur... semoga kalian tetap mau membaca novel saya yang masih sangat amburadul ini.... bagi temen2 yang ingin memberikan saran jangan lupa komentar nya ya... saya akan merasa sangat terbantu dengan kritik dan saran kalian...
__ADS_1
wassalam .