
satu bulan setelah peristiwa penemuan artefak surgawi itu terjadi, eliza mendapatkan sebuah mimpi. ia melihat matahari dan bulan turun kebumi dan masuk kedalam tubuhnya.
setelah terbangun ia merasa sekujur tubuhnya begitu nyeri. entah pertanda ap mimpinya tersebut. suhu tubuhnya begitu tinggi.
ia kemudian menceritakan mimpinya kepada suaminya.
mendengar penuturan sang istri,edward berfikir, apakah ini suatu pertanda akan hal besar??
"istriku... tunggulah...aku akan memanggilkan tabib zao untuk memeriksa keadaan mu.. "
edward pun pergi dengan perasaan cemas memenuhi pikirannya.
tabib zao adalah seorang sufi yang tersohor di daerah itu. tidak hanya sebagai tabib, ia pun juga memiliki kemampuan bertarung yang tinggi,dan juga terkenal dengan kebijaksanaannya yang dipercaya semua orang di kota tersebut.
ia bahkan tidak jarang dipanggil sebagai hakim dalam suatu persidangan yang bisa dibilang adalah termasuk permasalahan besar yang begitu rumit.
selain itu dengan karomahnya ia sering muncul sebagai pahlawan yang memberantas para manusia atau jin jin sesat yang menyerang kota tersebut.
edward pun sampai di depan sebuah gubuk yang berada ditengah sebuah kolam.
ia segera memanggil sang tuan rumah yang didatanginya itu.
"tetua zao... aku edward.. aku sangat membutuhkan pertolonganmu... "
terlihat seorang pria berumur 50 tahunan keluar dari pintu gubuk dengan mengenakan pakaian lusuh serba putih, lengkap dengan sorban yang melilit dikepalanya.
pria itu memiliki mata sendu,namun terlihat begitu tajam. dengan kumis serta janggut panjang yang memutih.
"apakah yang dapat ku bantu nak edward?? "
ungkap pria sepuh yang tidak lain adalah tabib zao tersebut.
"begini... istriku sedang sakit... aku tidak tahu apa gerangan yang menyebabkan hal itu... ku harap tetua mau menolong ku untuk memeriksa keadaannya... "
__ADS_1
kemudian zao menceritakan tentang mimpi yang dialami oleh istrinya sebelum ia jatuh sakit. berharap tabib zao dapat mengartikan mimpi tersebut.
"hmmm... mungkinkah.... ??"
tabib zao terputus dalam berkata. terlihat dia berpikir sembari mengelus elus jenggotnya.
"nak edward... ini....bisa jadi sebuah pertanda baik untukmu.. sebaiknya kita bergegas untuk melihat keadaan istrimu.."
edward pun bergegas membawa tabib zao untuk menemui istrinya. dia sempat heran dengan pernyataan tabib zao, istrinya sedang sakit, bagaimana mungkin ini suatu pertanda baik??
edward hanya menggelengkan kepalanya dan berharap apa yang dikatakan tabib zao adalah benar adanya.
setibanya dikediaman edward, ia pun mempersilakan tabib untuk masuk kemudian memeriksa keadaan istrinya.
tabib zao langsung memulai dengan memeriksa nadi dari eliza yang terbaring lemah tersebut.
"ini..... "
"nak edward.. sepertinya dugaanku benar.."
ungkap tabib zao.
"maksudnya apa tetua... apakah istriku baik baik saja...?? "
jawab edward dengan nada setengah kebingungan.
"bukankah tadi aku sempat berkata bahwa ini merupakan pertanda baik untukmu... menurut penglihatanku, istrimu ini sedang mengandung... "
ucap tabib zao sambil tersenyum.
edward nampak kebingungan mendengar itu.
ia masih kesulitan mencerna apa maksud perkataan tabib zao itu.
__ADS_1
"mengandung...?? mungkinkah istriku ini.... "
melihat ekspresi edward yang kebingungan tabib zao hanya mengeleng geleng kan kepalanya seraya tersenyum.
"ia.. benar ...istrimu tengah mengandung... bukankah kalian sangat ingin memiliki anak..??".tabib zao langsung menjawab kebingungan yang ditampakkan oleh edward.
mendengar itu ,edward pun langsung memeluk istrinya dengan erat. tak terasa air mata mengalir membasahi pipinya.
sama halnya dengan eliza, ia merasa begitu bahagia, akhirnya mereka menemukan apa yang selama ini mereka cari untuk melengkapi hidup mereka.
"oh tetua....aku tidak tahu bagaimana aku harus berterimakasih padamu...! "
ucap eliza yang masih terbaring dalam pelukan edward.
"aku tak melakukan apa apa... aku hanya memeriksa keadaan mu seperti yang diminta oleh suamimu.... "
jawab tabib zao dengan senyum yang begitu hangat dipandang.
"jika aku boleh meminta sesuatu, mungkin kah kalian mengizinkannya.. "
tabib zao kembali bertanya kepada dua pasangan yang larut dalam kebahagiaan itu.
"katakan saja ketua... jika kami mampu... kami akan memberikan apapun petmintaan mu... "
jawab edward dengan hati yang bahagia masih menyelimutinya.
"begini... aku merasa anak mu ini memiliki suatu takdir besar dimasa depan... jika kalian memperbolehkan... apakah boleh ketika dia berumur 5 tahun nanti ku angkat menjadi muridku?? ".tanya tabib zao kepada edward dan istrinya.
mendengar itu, edward dan istrinya pun semakin bahagia. bagaimana tidak, tabib zao merupakan seseorang yang dituakan serta disegani dari semua kalangan.jangan kan menjadi muridnya, menjadi pengikutnya saja pun merupakan suatu hal yang menjadi impian setuap orang.
mengingat tabib zao tidak pernah sekalipun menerima murid dalam hidupnya.
jadi tentu saja ini merupakan suatu berkah dari langit bagi siapapun yang mendapat kesempatan untuk belajar dari tabib ahli sufi tersohor tersebut.
__ADS_1