
9 bulan berselang setelah kehamilan eliza, waktu persalinan pun tiba. tabib zao adalah orang yang membantu proses persalinan tersebut.
edward terlihat berjalan mondar mandir diluar ruangan dengan wajah yang cemas.
wajar saja, ia merasa khawatir karena ini adalah proses kelahiran pertama yang dialami istrinya setelah lama menanti.
ia takut jikalau terjadi hal hal yang tidak diinginkan terhadap istrinya.
beberapa waktu kemudian, terdengar suara tangisan nyaring memenuhi ruangan tersebut.
"owweeeeeee... oweeeee...!! "
edward pun terlihat girang, ia terlihat tak sabar untuk melihat buah hatinya tersebut.
tak lama berselang terlihat seorang pria sepuh yang tak lain adalah tabib zao keluar dari ruangan tersebut.
"nak edward... putra mu telah lahir dengan selamat, kau beruntung.. karena kau langsung memiliki anak kembar untuk pertama kalinya... " ucap tabib zao seraya tersenyum kepada edward yang begitu antusias mendengar kabar tersebut.
"kembar..? benarkah ini.... aku..... "
tak terasa air mata edward mengalir membasahi pipinya. ia begitu bahagia, setelah sekian lama menanti akhirnya ia bisa memiliki penerus, 2 sekaligus. penantian panjangnya selama ini seolah tuntas terbayar.
ia pun masuk kedalam ruangan dengan tak sabar. didalam ruangan ia melihat seorang wanita cantik terbaring sembari menimang 2 bayi laki laki yang terlihat begitu menggemaskan.
"istriku... terimakasih kau telah menghadirkan 2 cahaya sekaligus dikehidupanku... "
edward terlihat terharu menyaksikan kejadian tersebut. seraya mencium kening istrinya yang telah berjuang untuk melahirkan 2 buah hatinya.
"suamiku... apakah nama yang pantas kita berikan kepada 2 buah hati kita ini...? "
eliza berkata dengan bibir merekah indah kepada edward.
"aku pernah memikirkan sebuah nama jika kita memiliki anak... tapi... mmm.. bagaimana jika yang berambut hitam diberi nama rayleight, dan yang berambut putih bernama dayleight "
ucap edward sembari mengelus dan sesekali mencubit pipi mungil kedua bayinya tersebut.
terlihat bayi bayi tersebut tertawa begitu menggemaskan,seakan mengerti dan menerima nama pemberian dari ayahnya tersebut.
__ADS_1
"sepertinya itu nama yang cocok untuk mereka, melihat sepertinya mereka juka menyukai nama tersebut "
ucap eliza dengan wajah yang memancarkan kebahagiaan.
#############
tak terasa 5 tahun berselang setelah masa kelahiran putra putra dari edward al-zaffar.
terlihat 2 bocah itu tumbuh dengan baik, rayleiht terlihat tampan, dia memiliki sifat yang agak pendiam dibanding adiknya yang lahir 20 menit setelahnya. dayleihgt tumbuh menjadi bocah rupawan dan periang.
ia selalu menghadirkan tawa dan kebahagiaan bagi siapapun yang menyaksika tingkah lucu dan menggemaskannya tersebut.
tak heran, jika ia mendapat perhatian lebih dibanding rayleight yang agak penyendiri dan pendiam.
"istriku... apakah engkau masih ingat akan janji kita kepada tetua zao beberapa tahun silam? " edward berkata kepada istrinya yang tengah bermain bersama dayleight.
"tentu saja suamiku "
jawab eliza sambil menatap kepada edward.
"besok adalah hari kelahiran mereka.. jadi esok usia mereka genap menjadi 5 tahun. maka sampailah waktu dimana kita akan menyerahkan mereka kepada tuan zao untuk berguru kepadanya "
ia takut jika anak anaknya akan menderita.
apalagi anak anaknya terbiasa hidup dipenuhi kasih sayang dari mereka berdua.
"ayah tak perlu mencemaskan kami... aku yakin ayah berjanji kepada tetua zao karena ayah ingin kami menjadi orang yang kelak bisa menjadi panutan... jadi sebenarnya aku dan dayleight sudah membicarakan itu, dan kami bersedia ayah... "
ucap rayleight menjawab perasaan cemas yang terlihat menghiasi wajah ayahnya tersebut. rayleihgt dan dayleight memanglah masih bocah yang berumur 5 tahun, namun entah bagaimana mereka juga memiliki kebijaksanaan yang tak mungkin dimiliki oleh anak lain seusia mereka, terutama rayleight yang lebih dewasa dan pendiam.
mendengar pernyataan tersebut edward hanya bisa menghela nafas dan kemudian tersenyum. ia merasa begitu bangga melihat kedua putranya yang tumbuh begitu bijaksana diusia mereka yang terbilang sangat muda.
hanya saja ia tak tega jika membayangkan anak anaknya akan menjalani latihan latihan berat untuk kedepannya. mengingat mereka yang baru berusia 5 tahun.
persiapan pakaian dan segala yang dibutuhkan telah mereka siap kan untuk perjlanan latihan esok hari. karena tabib zao berkata mereka akan mengembara saat akan melatih mereka nanti. sekaligus ia ingin memberikan pengalaman mengenai dunia luas bagi murid muridnya itu.
malam pun tiba, edward dan eliza mengadakan pesta perpisahan untuk kedua putranya tersebut. pesta itu dihadiri oleh kalangan kalangan bangsawan dan seluruh rakyat terdekat. mengingat edward adalah seorang bangsawan besar. al-zaffar merupakan nama keluarga bangsawan besar dari negri sunrise tersebut. selain al-zaffar, ada 3 lagi keluarga bangsawan besar yang tidak kalah terkenal di negri tersebut.
__ADS_1
mereka adalah keluarga dawson, merge, dan keluarga tigrees.
ketiga keluarga tersebut merupakan kawan bisnis dan keluarga terkuat di negri sunrise.
keluarga dawson memiliki seorang ketua yang bernama lurick. keluarga merge dipimpin oleh king, sedangkan keluarga tigrees dipimpin oleh jellal. mereka bertiga memiliki kekuatan yang bisa dibilang berimbang, tepatnya mereka berada ditingkat penyatuan roh tahap menengah, satu tingkat dibawah edward yang berada di tahap penyatuan roh puncak.
ketika pesta tengah berlangsung terdengar suara ledakan besar dari luar kediaman edward.
"ddddhhhuuaaarrrrrrrr...!!!!!!!! "
terdengar suara teriakan memekik memenuhi kota. suara pertarungan terdengar diluar kediaman edward. diluar sedang terjadi pertarungan antara para penjaga melawan sekelompok orang yang tak diketahui asalnya.
tingkatan kultivasi di novel ini :
1.pembentukan dasar
2.penyatuan roh
3.mengguncang bumi
4.menyatu langit
5.mengubah langit
6.mengguncang alam
setiapa tahap memiliki 3 tingkatan, yaitu awal, menengah dan akhir.
tingkatan kultivasi jiwa :
1.syariat
2.tarikat
3.hakikat
4.ma'rifat
__ADS_1
kultivasi jiwa ini saya maksudkan sebagai tingkat pengetahuan keagamaan seseorang, yang dimulai dengan syariat dan diakhiri dengan ma'rifat, manusia yang sempurna.
#buat temen temen novel ini mengandung sedikit tentang keagamaan. jika ada kata yang menyinggung saya mohon maaf, saya tidak bermaksud untuk menyinggung atau membuat perpecahan kepada teman teman pembaca.