Romantic Love

Romantic Love
belum berakhir


__ADS_3

Jarum jam terus berputar. Waktu terus berjalan tanpa henti dan semuanya sudah berlalu begitu saja. Sama halnya dengan kehidupan seorang gadis bertubuh kecil yang bernama Kim Min An. Sejak ia perang dingin dengan kedua orang tuanya, gadis itu tidak pernah lagi mengunjungi orang tuanya di kota T.


Pemandangan sore hari yang sangat syahdu itu menyuguhkan hangatnya matahari sore yang mulai tenggelam di ufuk barat. Sungguh pemandangan yang indah. Namun sayangnya di tengah-tengah hal indah tersebut, tepatnya di tepi pantai di atas bebatuan, ada ribuan tetes air mata yang berjatuhan dari pipi seorang gadis yg tengah duduk meringkuk di atas bebatuan. Sesekali jari-jemarinya mengusap air mata itu.


Di malam yang sunyi itu, hanya tinggal seorang gadis yang belum memanjakan matanya dengan indahnya mimpi. Yaitu Min An. Ya, siapa lagi kalau bukan dia?.


Tampak dimatanya teman-temannya yang sudah tertidur pulas. Hingga jam menunjukan pukul 00:00, ia masih duduk termenung di atas tempat tidurnya dengan tatapan mata kosong. Hingga pada akhirnya kedua kelopak mata gadis itu mengatup dan tanpa sadar tubuh gadis itupun terjatuh ke tempat tidurnya.


Pagi menyongsong. Saat Min An bangun ia sedikit terkejut karena seorang polisi sudah menunggunya di depan pintu sel sembari memegang kertas yang bertuliskan nomor tahanan miliknya. Saat itu teman satu sel nya belum ada yang bangun. Dengan gontai gadis itu menghampiri si polisi.


"Why?"


Polisi membuka pintu sel "anda mendapatkan kunjungan"

__ADS_1


Mendengar itu Min An melengos. Dengan malas ia berjalan mengikuti si polisi yang berjalan di depannya.


Sesampainya di kursi kunjungan, di dapatinnya seorang wanita paruh baya yang tengah duduk di kursi ruangan seberang. Melihat sosok itu, Min An menghela nafas panjang dan mengepalkan kedua telapak tangannya. Lalu duduk.


Lima menit sudah berlalu, namun tidak ada yang berbicara satupun diantara mereka. Mereka hanya saling menatap tajam, tanpa berkedip dan tanpa senyum sedikit pun di bibir mereka. Hingga pada akhirnya si wanita paruh baya lah yang mengalah dan membuka pembicaraan terlebih dahulu.


"How are you?" Tanya wanita itu.


"Kenapa anda datang ke sini?"


"Why?.. bagaimana aku bisa mempunyai mama seperti mu?! Apakah anda ibuku?!"


Mendengar jawaban Min An wanita itu mulai menitikkan air mata. "Maafkan mama nak....." Ujarnya tersedu.

__ADS_1


Melihat ibunya menangis, gadis itu mendongakkan kepalanya ke atas dan kepalan tangannya semakin di pererat. Setelah air matanya terbendung ia kembali menatap ibunya "jangan menangis" ucapnya.


"Maafkan mama yang tidak bisa berbuat jauh untuk mu nak...."


"Heh? Berbuat jauh? apa yang mama bisa lakukan untuk ku? Tidak ada kan? Mama tahu jika kak Kyung Hae itu mengandung anak ayah?! Tapi kenapa saat ayah mengatai ku mencemarkan nama baik keluarga, kenapa mama membiarkannya, Saat aku berusaha menguak kebenarannya! bahkan mama tetap membela mereka! Why?! Why?!"


"maafkan mama nak....Tapi mama sudah berusaha menempatkan mu di penjara elite! Supaya kamu bisa menikmati hari-hari mu dengan baik..." terisak.


"Sudahlah ma..." Min An beranjak dari duduknya lalu meninggalkan wanita itu duduk sendirian.


Saat anaknya berjalan pergi, wanita itu hanya bisa memandang punggung putrinya lewat kaca pembatas ruangan tersebut. Hingga tidak kelihatan lagi.


Ketika sore telah tiba dan matahari sudah mulai sedikit tenggelam, seperti biasa Min An jalan-jalan di tepi pantai tempat biasanya dia melepaskan rasa frustasinya. Dan tidak lupa ada beberapa polisi yang tetap mengawasinya.

__ADS_1


Namun siapa sangka, ketika pulang, mobil yang ia tumpangi mengalami kecelakaan. Mobil yang berisikan empat orang itu tabrakan saat di tikungan hingga menewaskan empat nyawa yang berada didalamnya. Tiga orang polisi dan satunya adalah Min An.


__ADS_2