Romantic Love

Romantic Love
kehadiran yang tidak terduga


__ADS_3

Melihat tatapan mata kang In yang tajam, jantung Min An berdetak kencang. Perlahan matanya terpejam.


Kang In tersenyum tipis saat melihat ekspresi wanita dihadapannya itu. Dilepaskan genggaman tangannya. Lalu memundurkan tubuhnya. "Hey..apa yang kamu pikirkan?.."


"Tidak ada.." Min An tersipu malu. Dia mengira pria itu akan menciumnya. Tapi ternyata tidak, itu hanya halusinasinya.


"Why? Selain aku tampan, bukankah aku juga kaya dan populer....keren bukan"


Min An melengos, ya ya ya, kamu sangat keren tapi sayang tidak berlaku buat ku, si Kim Min An. Smirk. Karena sebelum aku mati dan melintasi waktu ini, bukankah kekayaan ku sebelumnya setara dengan mu, dan tidak kalah populer dari mu, wahai pria konyol. Oh iya lupa, aku juga cantik. Umpatnya.


"Baiklah...iya kamu perfect. Tapi aku ingin bertanya tentang Kim Min An bukan tentang mu"


"Oh..tentang apa itu?.."


Tiba-tiba seorang wanita cantik datang menghampiri mereka. "Hai Kang In" melambaikan tangan "nice too meet you"

__ADS_1


Kang In dan Min An saling pandang. Terdiam. "Hai..juga" ucap keduanya serempak.


Apakah dunia ini benar-benar sempit? Apakah ini sebuah keberuntungan? Atau jangan-jangan ini sebuah bencana alam. Sejak kapan nenek lampir ini di kota H? Bukankah dia berada di kota T sebelumnya. Atau jangan-jangan dia tokoh utama wanitanya?. Min An memandangi tubuh Kyung Hae dari atas hingga bawah. Lalu tatapan matanya di tujukan ke perut Kyung Hae.


"Senang bisa bekerja sama dengan mu" mengulurkan tangan ke Kang In.


Ketika Kang In akan menjulurkan tangan, Min An langsung menyerobotnya dan menyalaminya "Senang juga". Dalam hati Min An, Heh, jangan harap kamu bisa menyentuh kang In sesuka jidat mu , Kyung Hae.


Kyung Hae langsung menarik tangannya. Nyengir. Sial wanita dekil ini, hampir saja aku bisa menyentuh tangan Kang In.


Kyung Hae mengangguk pelan. Matanya terus menatap kang In yang tengah mengotak-atik handphone.


Kesempatan bagus nih. Batin Min An. Lihat bagaimana aku akan Sedikit menjatuhkan nama baik mu.


"Maaf kak Kyung Hae... bukankah si tokoh utama wanita akan banyak melakukan adegan ekstrim yang melelahkan. Jadi.. bukankah itu tidak baik buat kandungan kakak?" Dengan mimik polos.

__ADS_1


Wajah Kyung Hae langsung memerah. Sejak kapan dia tahu bahwa aku mengandung?! Bukankah rahasia ini hanya di ketahui oleh ayah, ibu, dan Min An. Jika ayah? Pasti tidak mungkin. Apalagi ibu... namun jika Min An juga tidak mungkin, karena aku sudah menyuruh seorang hacker untuk meretas semua data tentangnya hingga dia kehilangan kontak dengan semua orang bahkan berkas-berkas buktinya juga. Lalu wanita ini tahu darimana? Padahal saat bumingnya sidang dia dan kang In tengah berada di negara Z. Oh iya, bukankah aku sudah menggugurkan bayi ini saat Min An pertama kali masuk penjara, dan wanita itu tidak tahu. jadi buat apa aku takut di hadapan bocah ini. Bohong sedikit juga tidak masalah. Pikirnya. Meskipun gadis ini mengidolakan Min An tpi setidaknya dia bukan Sasaeng yg tahu semua perbuatan Min An.


"Saran ku lebih baik kakak mengundurkan diri saja .. kasian kandungan kakak"


Sial gadis ini. Kenapa sih dia memojokkan ku di depan Kang In? Padahal aku kan kagak pernah nyinggung dia. "Mungkin kamu salah prasangka " berusaha tersenyum. Awas saja kamu. Mau menendang ku dari peran tokoh utama.. jangan harap.


"Ah.. mungkin iya. Aku salah prasangka" berakting imut lalu menggenggam tangan Kang In. "Bukankah ini sudah waktunya untuk merias mu Kang In? Karena setengah jam lagi syuting akan di mulai" Min An berdiri dan menggandeng tangan Kang In.


Kang In ngikut berdiri. "Iya juga, benar katamu".


Lalu mereka berjalan meninggalkan Kyung Hae sendirian.


"Bye kak" ucap Min An sembari melambaikan tangan.


Kyung Hae menggeretakan giginya. Sial. Umpatnya. Namun aku gak boleh nyerah. "Tunggu! Aku juga ikut.." berlari kecil mengejar Min An dan Kang In.

__ADS_1


Namun tiba-tiba.........


__ADS_2