Romantic Love

Romantic Love
new life


__ADS_3

Kepalanya terasa pusing dan tubuhnya terasa sakit semua. "Apakah aku sudah masuk surga?". Gumamnya. Dengan lesu Min An berusaha bangun. Melihat sekelilingnya. "Apakah ini kamar di surga?... bukan! Ternyata ini adalah suite room hotel Lighstick".


Min An turun dari atas ranjang. Dia berjalan mengitari kamar. Di lihatnya dekorasi ruangan tersebut dengan seksama. "Wait a minute..." Matanya terbelalak saat ia melihat dirinya di cermin. "Who she?" Memutarkan badan. Di tatapnya sosok yang berada di dalam cermin. Seorang wanita cantik dengan proporsi tubuh yang ideal. Kenapa aku merasa seperti mengenal sosok ini? Dan kenapa tidak ada bayangan ku di dalam cermin melainkan bayangan gadis ini yang terus mengikuti gerak gerik ku? Apakah aku mimpi? Min An bergumam dalam hati. Ah rupanya tidak. Ia berusaha mengingat kembali. Bukankah ini adalah sosok Cha Min An, seorang perias terkenal, yang selalu merias aktor Kang In si raja film. Lalu apa yang dilakukan gadis ini di dalam kamar suite ini? Bukankah dia gadis yang polos?. Saat pertama kali Min An melihatnya kala itu ketika mereka tengah berada di pesta ulang tahun Kang In.


Kriettt...


Suara pintu terbuka, masuklah seorang pria tampan yang sangat elegan. Pria itu kembali menutup pintu lalu berjalan ke arah Min An.


"Apa yang kamu lakukan di depan cermin?"


"Bukankah kamu Kang In?"


Min An kembali menghadap ke arah cermin. Ternyata Tuhan berpihak padaku. Gumamnya. Tidak akan ku sia-sia kan kesempatan hidup ku yang kedua kali ini. Cepat atau lambat aku akan menggugat ayah dan kak Kyung Hae lewat tubuh gadis ini.


"Mengapa kamu memanggil ku begitu?.. apakah kamu merindukan ku?" Dengan tatapan mata genit.


"Jangan berharap lebih..." Mengabaikan.


Diliriknya gadis kecil itu, yang sedang asyik berkaca. Sembari berjalan. Lalu ia duduk di tepian ranjang


Kang In menarik tangan Min An dan menjatuhkannya ke atas kasur lalu menindih tubuh gadis itu "Baru bangun dari pingsan selama dua hari lalu karena kelelahan, langsung mengabaikan ku...bagus sekali kamu Cha Min An!" Berbisik ke telinga Min An.

__ADS_1


Sekarang Min An tahu, Ternyata gadis ini pingsan dua hari yang lalu, pantas saja dia bisa berada di sini. Mungkin yang membawanya ke sini adalah pria yang berada di hadapannya sekarang. Karena sepengetahuannya banyak rumor yang mengatakan bahwa Kang In menganggap Cha Min An adalah adiknya. Namun setelah apa yang dialami oleh Min An sekarang, rumor itu tidak benar. Karena menurutnya lebih tepatnya Kang In menganggap Min An lebih dari adiknya melainkan kekasihnya.


Sungguh pria yang menjengkelkan. Umpatnya. Sekuat tenaga Min An menjatuhkan tubuh Kang In, dan posisinya sekarang adalah yang menindih bukan di tindih.


Kenapa tiba-tiba gadis ini menjadi begitu kuat? Apakah selama ini aku masih kurang memperhatikannya? Kang In bertanya-tanya dalam hati. Karena sejauh ini Min An yang dikenalnya adalah sosok yang lembut kenapa tiba-tiba menjadi sedikit brutal. "Ayolah jangan terlalu kasar guys ...aku hanya ingin mengajakmu ke suatu tempat"


"Apa itu?"


"Menyingkirlah dulu dari atas tubuh ku!"


"Oh..ok" bangkit.


"Kenapa kamu mengajak ku ke pemakaman?"


"Diamlah. Ikuti saja aku, nanti kamu akan tahu"


"Oh"


Mereka berjalan memasuki makam, lalu berhenti di depan makam yang berada di ujung area.


Min An membaca tulisan di nisan makam tersebut. Di sana tertera nama Kim Min An. Yeah, ternyata itu makamnya sendiri.

__ADS_1


"Maaf aku baru bisa membawa mu kemari hari ini. Karena ia meninggal bertepatan dengan hari di mana kamu pingsan. Aku tahu mungkin hati mu akan sangat terpukul karena sosok yang kamu kagumi sudah tidak ada lagi".


Min An meletakkan bunga yang di bawanya tadi ke atas makam. ternyata aku meninggal sudah dua hari yang lalu. Gumamnya dalam hati. "Aku sungguh sedih melihatnya. Namun aku harus mengikhlaskannya. Lalu siapa yang akan meneruskan usaha butiknya?"


"Menurut berita yang beredar, Min Kyung Hae yang akan melanjutkan"


Mendengar nama kakaknya, hati Min An terasa teriris ribuan samurai. Bagus Kyung Hae! Kamu sangat tamak. Setelah melukai hati mama dan hati ku kamu masih menginginkan barang-barang milik ku. Lihatlah bagaimana aku akan menghancurkan mu nantinya. Smirk. "Oh ternyata seperti itu. Kalau begitu mari kita pulang saja"


"Apakah kamu sungguh baik-baik saja?"


Min An mengangguk.


"Baiklah. Mau pulang kemana?" Kang In dibuat heran olehnya. Padahal biasanya jika ia tahu desainer terkenal itu terlukai sedikit saja ia akan marah atau menangis, kenapa saat wanita itu mati ekspresinya malah datar.


"Rumah ku sendiri"


"Ok"


Sesampainya di depan rumah, Min An langsung turun dari mobil dan masuk. Dan Kang In juga langsung melajukan mobilnya.


"Sungguh gadis yang menyebalkan. Bisa-bisanya berpisah dengan ku tanpa menatap ku dan mengucapkan kata manis buat ku" Kang In ngedumel di dalam mobil.

__ADS_1


__ADS_2