Romantisme Ala Islami Tanpa Pacaran

Romantisme Ala Islami Tanpa Pacaran
Wanita Berhati Baja


__ADS_3

Syaidha Syahila Hisyam adalah gadis kampung yang hidupnya serba sederhana. Tahun ini ia baru keluar dari pesantren, selama tujuh tahun lebih ia menganyam pendidikan agama di pesantren setelah itu ia memutuskan untuk membantu perekonomian keluarganya dengan kerja menjadi TKW di Arab Saudi. Awalnya ia ingin melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi, tetapi ia juga tidak mau memberatkan kedua orang tuanya yang makin hari makin tua dan sakit-sakitan. Maka dari itu ia memutuskan untuk bekerja mencari lembaran rupiah untuk bisa mengobati penyakit kedua orang tuanya.


Abi adalah salah satu orang terkaya di sana sebagai duta Arab Saudi. Abi seorang habib dan penceramah, rumahnya pun begitu indah dan megah. Berbeda dengan Umi yang hidup sederhana di daerahnya, bisa di bilang serba kekurangan. Lalu hal itu membuat Umi harus mencari nafkah untuk membiayai kehidupan keluarganya. Karena Umi adalah tulang punggung keluarga dan harus menghidupi Bapak dan ibunya. Umi harus membiayai orang tuanya yang sedang sakit-sakitan, sedangkan kedua kakak perempuan Umi memilih meninggalkan mereka dan sekarang mereka tidak ada kabar sampai sekarang.


Terpaksa Umi pergi ke Arab Saudi untuk menjadi TKW yang dulu ramai di daerahnya bahwa menjadi TKW gajinya besar. Dengan terpaksa Umi harus meninggalkan kedua orang tuanya pergi ke Arab hanya berdua saja di rumah untuk menjadi seorang TKW dan alhamdulillah orang tua Umi mengizinkannya. Setelah mendapatkan izin dari kedua orang tuanya, Umi langsung pergi ke bandara bersama orang-orang yang akan menjadi TKW juga. Setelah sampai mereka pun berpisah karena berbeda arah dan tujuan. Dan saat itu Umi menjadi pembantu di rumah Abi, karena saat itu di rumah Abi membutuhkan seorang IRT. Tak hanya itu saja, Umi juga menjadi asistennya Abi yang mengurus semua keperluan Abi selama berdakwah.

__ADS_1


Setelah beberapa tahun Umi bekerja dan mengabdikan hidupnya untuk melayani Abi dan bahkan Umi sering di ajak oleh Abi pergi untuk berceramah ke setiap negara dan kemana pun Abi pergi Umi pasti ikut. Di situlah muncul benih cinta antara meraka berdua, cinta yang bisa di bilang “Cinlok” kata anak jaman sekarang, cinta yang suci tanpa pacaran. Lalu mereka berdua memutuskan untuk langsung menikah menjadi pasangan suami istri yang serasi dan bahagia.


Kenapa Abi memilih Umi? Karena Umi wanita yang cantik dan baik hati. Tak hanya itu saja, kecekatan Umi dalam mengurus Abi sungguh luar biasa teliti dan sigap dalam hal apapun. Umi wanita yang cerdas, penurut, ceria, akan tetapi takdir hidupnya dan akhir cintanya begitu rumit dan menyakitkan. Hidup miskin dan harus berjuang di negeri orang dalam usia yang sangat belia hanya untuk membiayai kehidupan orang tuanya, bisa di bilang keren dan patut di acungi jempol. Mengikhlaskan cita-citanya untuk bisa kuliah dan menjadi orang sukses yang bisa mengangkat derajat kedua orang tuanya. Sekarang itu hanya menjadi angan-angan, tak bisa di capai sempat membuat Umi bersedih. Tapi Umi belajar untuk mengikhlaskan dan berlanjut ke masa yang akan di lalui. Mengingat kisah cintanya, cinta yang dulu saling mewarnai. Kini, itu pupus sudah dengan keputusan Abi yang menalak Umi. Akhirnya, cinta Umi dengan Abi begitu menyedihkan, tapi Umi tetap sabar dan kuat menjalani semuanya. Karena yang aku tahu Umi adalah wanita hebat dan luar biasa. Kisah hidupnya berganti kepada aku Mumtaz, yang separuh perjalanan hidupku seperti Umi. Mengalami banyak ujian dalam hidup dan cinta dalam rumah tangga.


Pacaran setelah menikah begitu indah, apalagi menurut Abi dan Umi yang mengerti agama. Mereka tahu bahwa tidak ada dalil yang bisa melarang kita untuk berpacaran. Akan tetapi semua itu merujuk kepada dalil (QS Al-Israa ayat 17 : 32). Yang berbunyi, “Dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. Jadi, sebabnya adalah seperti di ujung ayat, bahwa sesunguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji atau dosa besar. Makanya Abi dan Umi langsung memutuskan menikah karena dengan begitu mereka bisa saling mengasihi dan menyayangi satu sama lain tanpa adanya dosa.

__ADS_1


Selang beberapa bulan berlalu lahirlah aku yang cantik nan imut ini seperti bidadari Arab. Ketika itu umi sedang mengandung 9 bulan lebih dan saat itu umi ikut abi yang sedang menghadiri acara di syam. Setelah acara selesai, Umi merasakan kontraksi pada perutnya dan akhirnya Umi melahirkan aku ke dunia ini. Lalu Umi memberikan nama kepada bayi mungil itu, nama yang indah. Syam Mumtaz Al-Ghiffary El-Shirazy. Syam adalah nama tempat di mana aku di lahirkan. Mumtaz dalam artian bahasa arab yaitu artinya Istimewa. Al-Giffary adalah nama yang ada di Asmaul Husna yang berawal dari kata al Ghaffaar yang artinya maha pengampun. Dan El-Shirazy sendiri adalah nama yang di ambil dari marga keluarga Abi. Ternyata El sendiri ternyata mempunyai nama yang unik yaitu berasal dari bahasa yunani yang artinya sinar matahari dan wanita cantik.


Beberapa tahun kemudian aku tumbuh menjadi anak yang cantik dan menggemaskan kata mereka yang melihatnya. Waktu itu aku berumuran satu tahun, anak yang penuh dengan tingkah lucunya. Lalu Umi mengajak Abi dan aku berkunjung ke rumahnya. Rumah nenek dan kakekku yang ada di Indonesia. Karena dulu Umi pulang hanya meminta izin untuk menikah dengan pilihannya. Sekarang Umi pulang hanya ingin mengenalkan cucunya yaitu aku, kepada Bapak dan Ibunya Umi. Setelah datang ke indonesia terutama rumah Bapak dan Ibunya Umi, mereka begitu terlihat sangat bahagia dengan datangnya aku cucu mereka. Kami menghabiskan waktu bersama-sama, mengobrol dan berbagi cerita, begitu hangat keadaan saat itu karena kami bisa berkumpul bersama lagi. Kami pun tak bisa menghabiskan waktu yang cukup lama di rumah nenek karena Abi tidak bisa meninggalkan pekerjaannya terlalu lama di sana. Lalu kami pun berangkat ke bandara dan kembali ke rumah Abi.


Satu tahun kemudian, tiba-tiba Abi meminta izin untuk menikah lagi. Sungguh suatu hal yang menyakitkan, mau tidak mau Umi harus mengizinkannya. Dengan berat hati, Umi mengizinkan Abi untuk berpoligami. Rasanya begitu sesak, hatinya terasa perih seperti tertusuk duri, perasaannya dan fikirannya kacau tak karuan. Tapi hebatnya seorang Umi, ia tetap tegar, kuat, tabah dan tersenyum bahagia tatkala melihat sang suami tercinta bahagia. Melihat Abi bersama isrti barunya tidur bersama dan berbulan madu berdua rasanya sangat sakit, air mata selalu terurai setiap harinya disaat mengingat masa indah bersama dengan Abi dulu. Kenangan yang indah dan hubungan yang romantis sekarang itu sudah hilang hanya dengan sekejap. Karena hanya seorang Abi yang titlenya seorang habib yang bisa memiliki istri lebih dari satu dan apalagi Abi orang miliader makanya Abi bisa bebas untuk memiliki istri lagi.

__ADS_1


Tiga tahun sudah Abi bersama Umi dan madunya, Kini Abi sudah mempunyai anak bersama istri mudanya. Yaitu anak laki-laki yang bernama Arshad Al- Banjiry El-Shirazy. Memang, Abi tak pernah berat sebelah kepada Umi dan madunya, Abi selalu adil dengan istri-istrinya dan selalu hidup rukun berdampingan karena Umi memperlakukan madunya dengan baik dan sudah menganggapnya sebagai adiknya sendiri.


__ADS_2