Rumit

Rumit
Anggi: My Mine, Kevin Putra


__ADS_3

Aku masih ingat betul bagaimana aku bisa mengejar kevin.


Pria yang selalu bersikap dingin seperti es di kutub utara. Pada saat itu aku


sedang sendiri di balkon, aku melihat seorang pria tengah menikmati pemandangan


disekelilingnya, pria itu terkesan sangat keren juga manis. Tak ku sangka dia


menatapku kembali, dan aku memalingkan wajah karena malu.


Ketika jam pulang sekolah aku melihat pria itu kembali,


berdiri didepan gerbang sekolah. Tak kusangka ada seorang wanita yang


mendekatinya, kemudian mereka hilang bersama mobil merah itu. Tadinya ku kira


itu adalah pacarnya namun keesokan harinya aku bertanya pada Gladis, siapa nama


pria itu dan wanita yang berada disisinya kemarin. Gladis terkejut, sebab aku


memang hanya terlalu fokus pada pelajaran namun sekarang malah menanyakan pria


tersebut.


Istirahat tiba, aku ditarik Gladis ke lapangan basket,


katanya ada pertandingan seru. Ketika sampai disana, aku melihat sosok pria


tersebut tengah memainkan bola basket seperti alunan melodi, indah juga terkesan

__ADS_1


keren. Aku baru sadar ternyata banyak wanita yang memberi semangat kepada


Kevin, aku tak tahu siapa pemilik nama tersebut. Namun yang ku tahu pasti


pemilik nama tersebut sangat populer dikalangan wanita penggemar basket


itu.


Pertandingan selesai, namun aku masih menunggu pria


misterius itu. Setelah menunggu lumayan lama aku melihat pria itu sedang


berbincang dengan teman-temannya dikantin, aku pun memberanikan diri untuk


menyapanya. Namun yang ku dapati, dia mengacuhkanku didepan banyak


Meskipun begitu aku tetap saja ingin mengenalnya. Aku


selalu mencoba berbagai cara untuk mendekatinya namun selalu gagal. Pernah


sekali aku menunggunya latihan basket hingga malam hari namun dia tetap saja


mengacuhkanku, menganggapku tiada. Namun anehnya ketika seorang wanita


mendekatinya sikapnya berubah menjadi sangat hangat dan lembut.


Hari minggu pagi aku bergegas ke cafe yang biasa ku


kunjungi bersama sahabatku, di sana aku mencari gladis karena kita sebelumnya

__ADS_1


sudah janjian untuk bertemu disini. Ketika ku temui gladis ternyata dia tengah


bersama seorang pria yang ku kira pria itu tidak terlalu asing diingatanku.


Pria itu bernama Arul, ya dia ialah teman pria misterius itu. Aku bertanya


kepada arul tentang pria tersebut. Ternyata namanya ialah Kevin, Kevin putra. Dia


memang pria yang dingin namun hangat ketika bertemu dengan wanita itu. Aku selalu


teringat perkataan arul tadi.


“kevin memang begitu dingin terhadap wanita” jelas arul.


“tapi kemarin malam aku melihat kevin berubah sikap


menjadi hangat setelah ada wanita itu”  jawabku.


“wanita?” kata arul dan gladis bersamaan, lalu mereka


tertawa sebab mereka tak menyangka akan berbicara secara bersamaan.


“seingatku kevin hanya akan hangat kepada satu wanita,


wanita itu bernama Angel” jelas arul.


“hah angel? Dia itu kan kakak kelas yang terkenal ramah terhadap


seluruh siswa juga dia memiliki wajah yang cantik dan manis” jawab gladis.

__ADS_1


__ADS_2