
Aku masih ingat betul bagaimana aku bisa mengejar kevin.
Pria yang selalu bersikap dingin seperti es di kutub utara. Pada saat itu aku
sedang sendiri di balkon, aku melihat seorang pria tengah menikmati pemandangan
disekelilingnya, pria itu terkesan sangat keren juga manis. Tak ku sangka dia
menatapku kembali, dan aku memalingkan wajah karena malu.
Ketika jam pulang sekolah aku melihat pria itu kembali,
berdiri didepan gerbang sekolah. Tak kusangka ada seorang wanita yang
mendekatinya, kemudian mereka hilang bersama mobil merah itu. Tadinya ku kira
itu adalah pacarnya namun keesokan harinya aku bertanya pada Gladis, siapa nama
pria itu dan wanita yang berada disisinya kemarin. Gladis terkejut, sebab aku
memang hanya terlalu fokus pada pelajaran namun sekarang malah menanyakan pria
tersebut.
Istirahat tiba, aku ditarik Gladis ke lapangan basket,
katanya ada pertandingan seru. Ketika sampai disana, aku melihat sosok pria
tersebut tengah memainkan bola basket seperti alunan melodi, indah juga terkesan
__ADS_1
keren. Aku baru sadar ternyata banyak wanita yang memberi semangat kepada
Kevin, aku tak tahu siapa pemilik nama tersebut. Namun yang ku tahu pasti
pemilik nama tersebut sangat populer dikalangan wanita penggemar basket
itu.
Pertandingan selesai, namun aku masih menunggu pria
misterius itu. Setelah menunggu lumayan lama aku melihat pria itu sedang
berbincang dengan teman-temannya dikantin, aku pun memberanikan diri untuk
menyapanya. Namun yang ku dapati, dia mengacuhkanku didepan banyak
Meskipun begitu aku tetap saja ingin mengenalnya. Aku
selalu mencoba berbagai cara untuk mendekatinya namun selalu gagal. Pernah
sekali aku menunggunya latihan basket hingga malam hari namun dia tetap saja
mengacuhkanku, menganggapku tiada. Namun anehnya ketika seorang wanita
mendekatinya sikapnya berubah menjadi sangat hangat dan lembut.
Hari minggu pagi aku bergegas ke cafe yang biasa ku
kunjungi bersama sahabatku, di sana aku mencari gladis karena kita sebelumnya
__ADS_1
sudah janjian untuk bertemu disini. Ketika ku temui gladis ternyata dia tengah
bersama seorang pria yang ku kira pria itu tidak terlalu asing diingatanku.
Pria itu bernama Arul, ya dia ialah teman pria misterius itu. Aku bertanya
kepada arul tentang pria tersebut. Ternyata namanya ialah Kevin, Kevin putra. Dia
memang pria yang dingin namun hangat ketika bertemu dengan wanita itu. Aku selalu
teringat perkataan arul tadi.
“kevin memang begitu dingin terhadap wanita” jelas arul.
“tapi kemarin malam aku melihat kevin berubah sikap
menjadi hangat setelah ada wanita itu” jawabku.
“wanita?” kata arul dan gladis bersamaan, lalu mereka
tertawa sebab mereka tak menyangka akan berbicara secara bersamaan.
“seingatku kevin hanya akan hangat kepada satu wanita,
wanita itu bernama Angel” jelas arul.
“hah angel? Dia itu kan kakak kelas yang terkenal ramah terhadap
seluruh siswa juga dia memiliki wajah yang cantik dan manis” jawab gladis.
__ADS_1