
Pagi ini aku bergegas ke cafe untuk bertemu dengan gladis dan arul untuk merencanakan kejutan hari jadianku yang ke 2 tahun bersama kevin.
"gimana persiapannnya? mau kasih kejutan yang seperti apa pada kevin?" tanya arul
"gimana kalau makan malam berdua yang romantis" usul gladis
"bagus, aku setuju sama gladis" sahutku
"kamu mau makan malam romantis ama aku juga ga?" tanya arul kepada gladis
"mau dong" jawab gladis
sontak aku pun tertawa melihat tingkah mereka berdua. Memang 5 bulan terakhir ini aku selalu melihat mereka selalu bersama-sama.
"apa mungkin mereka sedang masa pendekatan?" gumamku
"jangan lupa ya traktirannya" sahutku
__ADS_1
"apaan si, nggak gitu tau" jawab gladis yang nada bicaranya agak sedikit dibuat imut.
Kini aku menyerahkan semua itu untuk gladis dan arul yang mengaturnya, aku percaya bahwa mereka dapat menyelesaikannya tepat waktu meskipun rencana kejutannya bukan hanya tentang makan malam dan melibatkan banyak orang juga. Tadinya aku ingin menolak agar gladis dan arul yang mempersiapkan segalanya, aku takut merepotkan mereka berdua. Meskipun begitu aku tau sifat gladis, dia tak ingin ada yang menolak keinginannya maka dari itu aku membiarkan mereka berdua yang mengatur segalanya. Kini tugasku hanya menemui kevin dan membuat rencana janji temu di tempat yang telah direncanakan gladis.
Aku bergegas menghubungi kevin, tapi yang ku dapati tak ada satupun jawaban darinya. Sekitar satu jam kemudian kevin menghubungiku.
"iya kenapa? tadi aku lagi latihan basket jadi gatau kalau kamu telpon aku" kata kevin
"bisa ga kita ketemu di taman yang pertama kali kita datengin itu?" sahutku
"jam berapa?" jawab kevin
"oke" kata kevin, lalu menutup telponnya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 6 aku pun bergegas menuju ke taman itu, tak disangka dekorasi yang dibuat gladis dan arul sangat indah.
"ini beneran kalian berdua yang buatnya?" tanyaku
__ADS_1
"iya dong siapa dulu, gladis" jawab gladis menyombongkan diri
"kamu aja nih?" tanya arul kepada gladis
"iya sama kamu juga" jawab gladis ketus
Akupun tertawa karena tingkah mereka berdua sungguh lucu, seperti sepasang kekasih yang baru jadian.
Tak terasa aku sudah menunggu kevin selama 2 jam, dan ya sekarang waktu sudah menunjukkan angka 8. Aku menghubungi kevin namun tak ada jawaban. Tiba-tiba saja kevin datang dan membawa seorang gadis, gadis itu memang tak asing dia adalah angel.
"kamu kenapa pegang lengan pacarku kak" tanyaku kepada angel
"pacarmu, benarkah sayang?" jawab angel
"aku ingin putus denganmu" jawab kevin tegas
Aku tak menyangka ternyata tepat dihari jadianku yang ke 2 tahun bersamanya ternyata dia memutuskan hubungan kami, alasannya karena cinta pertamanya telah dia dapati. Sakit sekali aku mendengar ucapannya, seakan-akan dihujam oleh pedang didada. Aku masih ingat perkataan kevin malam itu.
__ADS_1
"tanggal ini kita memulai segalanya namun ditanggal ini juga aku ingin mengakhiri segala hubunganku denganmu, jujur aku hanya taruhan dengan ryan dan aku tau kau juga tau semuanya" jelas kevin sambil berlalu meninggalkanku sendiri dangan rasa harap agar semua ini hanya mimpi, tapi aku salah semua ini memang benar terjadi.
Aku selalu berpikir bahwa kevin sudah benar-benar mencintaiku namun ternyata aku salah. Aku memang pernah mendengar bahwa aku hanya dijadikan bahan taruhan oleh kevin dan ryan namun aku tak perduli, aku percaya bahwa kevin akan bisa jatuh cinta kepadaku.