Ryo Dan Nabila

Ryo Dan Nabila
Episode 1 Perusahaan Bangkrut...


__ADS_3

Kantor Perusahaan


halo.... halo.....


suara ayah nabila yang sedang mencoba untuk menelpon rekan kerjanya.....


halo.... tut...tut...tut.. (suara ponsel yang ditutup)


prang..... (suara vas bunga yang pecah karena dilempar dengan sengaja...)


sial.... mereka semua.... waktu saja bisnis ku lancar dan jaya mereka semua seperti lem yang selalu melengket padaku... dan sekarang di saat aku membutuhkan mereka ... mereka tidak ada satupun yang mau menolongku....(ucap ayah nabila dalam kesal dan marah)


tidak aku tidak bisa membiarkan bisnis ini bangkrut begitu saja aku sudah susah payah membangun bisnis ini dengab jeri payahku sendiri tidak bisa... tidak akan ku biarkan.. bagaimana jadinya nanti... aku mengunakan seluruh aset rumah dan aperttemen ku untuk membangun bisnis ini namun apa jadinya nanti jika bisnis ini bangkrut maka semua aset kekayaan ku disita oleh pihak bank... tidak ... tidak bisa aku biarkan...(ucap ayah nabika yang mencoba mencari solusi supaya perusahaan nya tidak bangkrut...)


setelah beberapa hari dan beberapa bulan... ayah nabila berusaha untuk mencari solusi agar perusahaan nya bangkit kembali... namun semua daya dan upuya nya sia-sia... lama kelamaan kedaan keuangan perusahan makin lama makin menurun sehinga ia terpaksa mengurangi beberapa karyawanya... tidak hanya itu saja ... kawanan media yang mengatahui bisnis nya bangkrut karena terlilit hutang yang besar.. mencoba selalu untuk mendapatkan konfirmasi atas berita tersebut.... karena media selalu mendesaknya membuat ayah nadia semakin tertekan dan terpukul... ayah nabila menjadi jarang tidur ... kurang makan... dan banyak minum -minuman keras untuk menghilangkan stresnya.... lama kelamaan nya pun kondisi ayah nadia pun bisa dikatakan memprihatinkan.... ia seprti orang kurus yang tak terurus lagi....


Di lain sisi....


Kuliah Universitas NE Teknologi dan Komunikasi...


Nabila yang mengetahui kedaan perusahan ayahnya memburuk membuat ia segera langsung pulang dari LE dengan tergesa gesa.. meningalkan kulianya yang tingal satu semester lagi... ia sangat terkejut dan sekaligus khawatir dengan keadan ayahnya...


Nabila kini memang hanya tinggal berdua dengan ayahnya ... ibunya telah lama meninggal dunia karena sakit asma... karena ia harus kuliah diluar negri ia harus berpisah dengan ayahnya kaerena ia ingin sukses dengan usaha nya sendiri... nabila di kenal ramah dan baik pada semua teman teman nya dan ia pun seorang gadis yang cantik, anggun cerdas dan teguh pendirian.... sejak ibunya meniggal ia mencoba menjadi anak yang teguh dan kuat walaupun ia dulu juga dikenal anak yang cengeng dan manja karena ia merupakan anak tunggal ... namun karena ia kini hanya berdua ayahnya ia membuang semua sifat kekanakanya itu ia belajar semua tugas yang belum ia pernah kerjakan seperti cuci pakaian atau pun pekerjaan rumah tangga yang lain... dan sekarang nabila telah menjadi seorang anak yang mandiri ...


walaupun perubahan sikapnya yang cuman sedikit mambuat ayahnya sudah bangga... jadi ayahnya tidak perlu khawatir melepas putri semata wayangnya itu sendiri... ayah nabila dikenal sangat menyayangi dan memanjakan anak satu satunya itu... maka karena dari itu ia sangat takut apa jadinya nanti kalau perusahaan ini bangkrut ... mau tinggal di mana ia nantinya.... ia tidak mau nabila merasa bahwa ayahnya ini tidak berguna dan meningalkan dirinya sendiri sebatang kara...

__ADS_1


Di Pesawat....


Nabila yang sedari tadi sudah gelisah bagaimana keadaan ayahnya yang sangat disayangi nya itu... ia takut.. ayahnya melakukan hal nekat seperti bunuh diri atau apapun itu.... pikiran melayang - layang kemana memikirkan segala sesuatu hal buruk yang mungkin terjadi pada ayahnya... Mohon... aku mohon ayah baik baik saja... (ucap nadia dalam hati yang dari tadi gelisah tak menentu)... ia harus bersabar untuk menemui ayahnya di Inggris... karena penerbangan pesawat yang sempat di tunda tadi karena cuaca buruk...


sementara itu....


Di dalam bilik kamar terlihat seorang yang terduduk lemah tak berdaya.. kamar itu berantakan sekali.. seperti tidak ada kehidupan didalamnya... gorden yang ditutup... baju .. vas bunga yang pecah.. lampu kamar yang tergelatak pun semakin membuat kamar gelap maupun redup karena tidak ada cahaya yang masuk... botol -botol minuman keras yang berserakan dan tergeletak di meja membuat suasana semakin suram dan buram.. memang kata orang minuman keras dapat menghilangkan sters ataupun kegundahan namung itu hanya sementara saja .. kenikmatan yang dirasakan sementara dapat berakibat buruk nantinya... kini kondisi orang itu sangatlah memprihatinkan... ia terliahat kurus lemah tak berdaya... perusahaanya yang bisa sudah dikatakan hancur tidak bisa ia selamatkan ia merasa tidak berguna dan tidak berdaya.. tidak ada orang yang berada disampingnya unyuk menghibur dia dalam keadaan terpuruk itu... istri yang sangat dicintainya telah lama pergi... sedangkan putri nya jauh di negeri orang.... ia orang yang nampak kurus dan tak terurus itu adalah ayahnya nabila... kondisinya semakin memburuk ... akibat ia banyak minum - minuman yang keras tanpa mengisi lambungya membuat asam lambungya naik... ia seperti di ambang - ambang kematian... ia sangat ingin pergi menyusul istrinya namun ia.. mengigat nabila akan sendiri nantinya jika ia juga pergi... dalam sedih dan kegundahan ia pun hanya bisa duduk terkulai dan tak berdaya sambil berkata lirih...


Nabila.... ayah merindukanmu (ucap ayah nabila dalam sedih)...


sementara itu... nabila yang sudah turun dari pesawat langsung memangil taksi untuk menuju kerumahnya... butuh waktu 30 menit.. namun kedaan jalan macet saat itu.. kerena sebuah insinden dan membuat ia harus bersabar sabar untuk sampai kerumahnya... dan dengan kesabarannya itu yang semula hanya membutuhkan waktu 30 menit menjadi 1 jam 45 menit ia menghabiskan waktu dijalan hampir 2 jam dan akhinya pun dia sampai di rumahnya keadaan rumah sangat kacau... tidak ada penjaga rumah .. pengawal maupun pembantu... karena keadaan keuangan yang makin menepis membuat ayah nadia memecat semau pengawal dan pembantunya dan kini tinggal lah ayah nadia sendiri di dalam rumah besar itu...


Kedaan rumah besar itu sangat terbengkalai.. sampah yang berserakan dimana mana ... tanaman yang layu karena tak disiram dan kedaan rumah sudah berdebu dan bersarang lebah di mana mana... seperti tak berpenghuni dan tak ditingali... nabila tidak menghiraukan semua itu.. yang ia hiraukan sekarang ini adalah keadaan ayahnya.. setelah turun dari taksi dan membayar ongkosnya... ia melangkahkan kaki nya cepat menyelusuri seluruh ruangan rumah itu... nabila sekarang mencari keberadaan ayahnya...


nabila yang ingat dengan hal itupun langsung berdiri dan melangkah cepat keruangan tersebut... ia yakin bahwa ayahnya ada di sana... karena ruangan itu banyak meningalkan kenangan manis bagi ayah semasa ibunya hidup dulu... kini nabila telah sampai di depan pintu rungan atau kamar tersebut ia langsung membuka pintunya... namun pintu itu terkunci... ia pun mengetok pintu itu....


tok tok tok ... ayah... apakah kau disana...


ucap nabila cemas karena tak mendapat jawaban dari ayahnya... ia pun mencoba mengetok lagi...


tok....tok... ayah ... tolong jawab ayah... ini nabila.... apa ayah baik baik saja.... namun masih sama .. nabila tidak mendapat jawaban yang diinginkanya...


ayahnya tetap diam ... dan tidak menjawab... namun nabila yakin ayahnya berada di dalam sana... cemas dan gundah mengangu ia pun mencari cara agar pintu itu bisa dibuka...


ia mencari kunci cadangan namun tidak menemukanya ia mencoba untuk mendobrak pintu itu.. namun kekuatanya lemah sehingga pintu itu tak bergeming ... ia pun mengambil kursi.. dan mebantingkanya ke pintu itu.. namun kursi yang hancur... kehilangan cara ia pun memangil orang untuk membantu nya... untunglah ada pak tomo dan pak haris tetangga dekat mereka .. yang lewat depan rumah waktu itu... mereka juga sempat khawatir terhadap keadaan ayah nabila karena mereka telah lama tak nampak ayah nabila keluar dari rumah ia hanya mengurung diri saja... mereka sempat mengunjungi ayah nabila beberapa waktu lalu namun mereka sama seperti nabila tadi tidak mendapat jawaban dari ayah nabila untuk masuk makanya mereka pulang kembali... kebetulan hari ini mereka sepakat untuk mengunjungi ayah nabila lagi... mereka tadi sempat terkejut .. mendengar suara nabila mencari dan mendobrak pintu kamar lantai atas itu...

__ADS_1


mereka segera masuk kedalam rumah yang karena pintu rumah depan yang dibiarkan terbuka saja berselisih dua langkah ia langsung menemukan nabila karena nabila berlari keluar membutuhkan pertolongan...


Nabila.... pangil pak tomo dan pak haris serempak....


Bapak ucap nabila cemas.. takut... dan sedih...


kenapa nak.. ada apa dengan ayahmu(tanya pak tomo pada nabila sambil menenabgkanya)


pak.. bapak.. harus menolong nabila... ayah.. ayah... pak ayah mengunci dirinya diatas... nabila sudah berusaha memangilnya namun tidak ada jawaban... ucap nabila yang semakin cemas dan gelisah...


baiklah nak kau jangan cemas... kami akan menolongmu... haris mari kita keatas.. ucap tomo..


baik... mari nak nabilaa ucap haris..


mereka pun segera melangkah kerungan atas meninggalkan ruangan tengah itu..


john.. john... pangil tomo dan haris pada ayah nabila.. namun sama ayah nabila tidak menjawab mereka pun langsung mendobrak pintu itu.. dalam percobaan pertama gagal dan percobaan kedua pun berhasil... mereka berhasil mendobrak pintu itu...


Ruangan itu sangat gelap bau apek ,berantakan dan berdebu semua batuk batuk.. saat berhasil membuka pintu tersebut nabila tidak menhiraukan penciuman dan penglihatanya tergangu... ia segera menyalakan lampu itu... dan....


AYAH.... teriak nabila memangil ayahnya....


bersambung................


bagaimana kedaan ayah nabila saksikan kelanjutan nya di chapter berikutnya saya harap kalian semua suka cerita saya salam sayang... dari saya untuk kalian semua... terima kasih......

__ADS_1


__ADS_2