Ryo Dan Nabila

Ryo Dan Nabila
3. Kesulitan Ekonomi Mulai Menerpa


__ADS_3

Setelah Beberapa saat ayah nabila terbangun dari tidurnya yang lelap... ia melihat kesamping dan terasalah tanganya yang lemas akibat di jadikan sandaran nabila yang tertidur sambil duduk di sebelahnya... ia tersenyum lemah... meliahat anak kesayangan nya itu tertidur lelap sambil mengengam erat tanganya yang mulai terlihat garis keriput waluapun sedikit..


Ia sedih dan juga merasa senang disaat ia terpuruk di saat ia lemah masih ada anak satu satunya yang masih setia menjaganya... ia pun mengerakkan tangan satunya lagi untuk mengelus lembut rambut anak kesayanganya itu...


seketika saja air matanya menetes dari matanya ia merasa menjadi ayah yang gagal disaat seperti ini.. kebangkrutan perusahaan yang ia kelola sejak ia masih muda dulu seakan lenyap seketika.. di saat ia berharap bisa mengembangkan perusahaanya lebih pesat.. akan tetapi orang kepercayaanya berhianat.. berhutang dengan perusahaan lain dengan jaminan aset perusahaan ia sendiri.. sunguh ia pun tak menyangka orang yang sangat ia percayai menghianatinya sendiri.


Flasback on..


Ayah nabila memiliki saudara tiri laki laki dari selingkuhan ayahnya bersama wanita gelap itu.. yang ia tidak tau siapa wanita tiri ayahnya yang ia tahu di kehidupan lalu..


Tiba tiba saja ayah kandungnya membawa seorang anak laki laki yang 3 tahun lebih tua darinya...


namun kakek nabila dulu berkata bahwa anak tersebut dari panti asuhan... karna dulu ayah nabila anak tungal yakni anak satu satunya dari kelurga terpandang tentu saja ia senang mendapatkan teman bermain sekaligus abang untuk tempatnya berlindung...


Namun lama kelamaan sifat abang nya yang dulu ramah kepadanya seakan akan berubah kepadanya ketika ia mengatakan bahwa ia anak kandung dari ayahnya nabila bersama wanita lain.. sontak saja membuat ibu ayahnya nabila syok dan tidak menerima keadaan tersebut... sehinga membuat ibunya sakit sakitan dan meningal dunia..


Keadaan kelurganya seketika hancur dan berantakan di usia ayah nabila yang masih tergolong muda... kehilangan ibu dan kebohongan ayahnya membuat perusahaan kakek nabila dulu jatuh..


Namun tentu saja ayah nabila tidak tinggal diam.. sesuai dengan surat pembagian harta ia pun mengambil aset nya secara jujur dan adil bersama abang tirinya yang tidak mau kalah dan serakah... ia pun mengalah dan hanya mengambil 25% dari harta keluarganya dan selebihnya ia serahkan kepada ayah dan abang tirinya...


Hanya dengan modal aset 25% itu lah dia mulai membangun perusahaanya sendiri.. yang bergerak di bidang teknologi komunikasi dan tranportasi , jatuh bangun ia membina perushaanya tersebut, manis dan pahitnya telah ia coba semua.


Namun dengan tekatnya yang kuat dan pemikiranya serta tangan dinginya yang mampu membuat perusahaanhya itu berkembang pesat dan terkenal oleh kalangan masyarkat...


kesuksessanya yang begitu besar dan luas tentu saja membuat siapa saja orang akan iri terhadapnya.. tidak terkecuali kakak tirinya itu... ia merasa sangat iri dan dengki terhadap adik tirinya, dan ia pun ia mulai menyusun rencana untuk mengambil aset perusahaan adik tirinya tersebut..


ia mulai mendakati adik tirinya memasang muka rubah yakni baik diluar dan busuk didalam.. ayah nabila yang terkenal akan baik dan ramah pada siapa saja pun menerima kebaikan kakak tirinya itu kembali dan menjalin kerja sama .. singkat cerita ia pun percaya kembali pada kakak tirinya dan mengelola perusahaan secara bersama sama tanpa adanya kecurigaan dan tidak ada kewaspaadan kakak tirinya pun kembali membuat ia jatuh untuk yang kedua kalinya ..


sungguh ia merasa sangat sakit hati dan benci se benci bencinya untuk kedua kalinya kepada kakak tirinya itu... namun apa mau dikata apa yang mau diubah ..


Buah yang telah busuk, baik dilur maupun di dalam itu telah jatuh dari pohon yang sudah layu dan mati . apa yang bisa ia ubah, apa yang bisa ia lakukan dan perbaiki.


Buah yang busuk tentu saja tidak bisa di ambil untuk dimakan dan batang yang telah layu dan mati tentu saja tidak bisa dipupuk lagi.


Kini ia benar benar telah di buat hancur oleh kakak tirinya.. ia sangat...


sangat - sangat menyesal akan dirinya yang dahulu yang mau percaya saja kepada kakak tirinya lagi walaupun ia tau akan sifat jelek dan buruknya kepadanya dahulu... andai saja ia menolak akan percaya pada kakak tirinya itu... namun mau gimana lagi mungkin sudah takdirnya mungkin sudah nasib nya ia harus mengalami kegagalan yang sangat pahit utuk usianya yang bisa dikata tak muda lagi...


Flasback end...


lama lama ia mengingat masa lalunya membuat ia sakit kepala tak tertangung membuat nabila bangun dari tidur yang baru sebentar itu.


ayah... pangilnya.. cemas


ya .. sayang.... jawabnya lirih... sambil memijat mijat pelan kepalanya yang pusing tujuh keliling memikirkan kehidupanya kedwpan bersama putrinya...


ayah gak papa tanyanya khawatir mengigat keadaan ayah nya yang belum sembuh total..


ada apa ayah apa kepala ayah pusing.. tanyanya lagi...


ngak sayang ayah ngak papa .. jawabnya ia tidak ingin membuat anaknya khawatir yang berlebihan...


mata nabila menyelidik ia tahu bahwa ayahnya tidak baik baik saja.. ia pun berdiri dan mulai memijat pelan kepala ayahnya... ia merasa tahu kegilisahan ayahnya saat ini...


Ayah jangan banyak pikiran dulu... untuk saat ini ayah hanya perlu istirahat banyak banyak.. nanti kalau ayah sudah mulai membaik.. mari kita bicarakan.. ya... nabila berkata lembut pada ayahnya seakan ia mengerti masalah ayahnya untuk saat ini...

__ADS_1


perasaan ayah seakan sedih dan bahagia sekali.. tanpa banyak kata anak kesayangannya satu satunya ini mengerti keadaannya tanpa banyak tanya ataupun menyalahi ayahnya yang menurut dia ia telah gagal menjadi seorang ayah yang baik untuk nabila...


Maafkan ayah nabila a... ayah... gagal menjadi sosok ayah yang baik untuk kamu... ayahnya berkata sendu sambil.. meneteskan air mata... dan sambil memegang lembut tangan putrinya yang sedang memijat kepalanya yang pusing...


ayah bilang apa sih... ayah... ayah adalah ayah yang terbaik untuk nabila .. ayah adalah ayah yang terhebat bagi nabila tidak ada ayah yang terbaik dan terhebat lagi selain ayah bagi nabila.. ia pun berkata sendu.. sambil menitikkan air matanya... ia pun berbalik menghadap ayahnya dan memegang erat tangan ayahnya....


ayah... nabila mohon jagan pernah berkata seperti itu lagi ya... nabila berkata sedih... matanya seakan berkaca kaca takut ia juga kehilangan ayah satu satunya yang sangat ia sayangi ini..


siapa yang akan menegurnya nanti bila ia membuat kesalahan.. dan siapa yang akan mengelus rambutnya halus lagi setiap ia membuat kelurga nya bangga nantinya kepada siapa ia akan bermanja manja lagi... kepada siapa ia akan menunjukkan sifat cengeng dan kekanak kanakan lagi... apabila ayahnya juga pergi.. seperti ibunya meningalkanya dulu...


Ayahnya yang mendengarkan perkataan putrinya sekaligus melihat ekspresi putrinya yang seakan takut kehilangan takut ditinggalkan.. tersenyum.. samar... walaupun nabila sudah tumbuh menjadi gadis dewasa ia tetap akan menjadi putri kecilnya dulu...


ia pun mengangkat tanganya dan membelai rambutnya halus..


maaf ayah sayang... ayah... gak akan pernah meningalkan kamu... sevelum ayah.. mendapat penganti ayah untuk menjaga kamu kedepanya.. kata ayah berkata lembut dan tersenyum..


hm... ngak mau... nabila ngak mau.. yang nabila mau ayah tetap sama nabila terus, yang nabila ayah sembuh dan selalu menegur nabila bila nabila buat salah.. ia berkata dengan manja dan cengengnya..


ayahnya tertawa lembut...


ha.. ha.. ha.. kamu sayang sudah besar masih saja seperti anak kecil.. lihat pipimu dan mulut mu yang manyun itu yang seperti ikan ******... kata ayah mulai mengejek anak satunya ini yang sangat terkenal manjanya itu...


hm.. ayah ini.. nabila serius tau... nabila gak mau yang lain yang nabila mau ayah selalu bersama nabila.. ia berkata sendu...


hah... sayang... ayah juga mau seperti itu.. menyaksikan kamu tumbuh jadi gadis kebangaan ayah melihat kamu menikah .. dan memberi ayah cucu untuk atah ajak main.. ia berkata sambil mengelus rambut putrinya halus....


ngak.. itu.. gak mungkin... nabila gak akan menikah... nabila gak akan meningalkan ayah seorang diri... ia berkata sambil cemberut..


itu.. gak mungkin nak... nantinya kamu pasti akan menikah ... pasti akan mempunyai anak.. dan apabilabiyu terjadi maka ayah akan senang menyaksikan kamu bahagia sama pasangan kamu... karena setiap orang pasti bertemu jodohnya... ia berkata lembut.. sambil menceramahi putri manjanya ini....


lalu.. kalau nabila menikah ayah gimana.. ayah sama siapa..? siapa yang akan jaga ayah? tanyanya bila ia menikah nanti...


apa... gak... nabila gak mau ayah tingal sendiri.. kalau nanti nabila menikah ... ayah harus ikut bersama nabila nantinya ia pun berkata serius juga...


hm.... benarkah...? ayahnya bertanya ambigu...


iyalah ... orang yang menikah sama aku nanti harus mau juga tingal sama kelurga kita nantinya ia berkata yakin


ayahnya hanya tersenyum lembut... mana mungkin ia tingal bersama putrinya nanti apalagi ia telah menikah.. ia tentunya tidak mau menjadi beban untuk putrinya maupun calon menantunya nanti... ia hanya berharap putrinya mendapat pendamping yang mencintai putrinya, menyangi putrinya dan menerima apa adanya baik itu kelebihan maupun kekurangan putri satu satunya itu.. dan menjalani mahligay rumah tangga yang sakinah mawwaddah dan warohmah... #amin.. ia berdoa dalam batin.. semoga ya rohman diatas sana mengabulkan doa terbaik untuk putri satu satunya ini...


baiklah... baiklah... ayah percaya sama kamu... yang penting kamu jangan sedih lagi.. ya... ia berkata lembut sambil menenangkanya..


hmm... baiklah.. jawab nabila lembut...


ayah....?nabila memangil ayahnya..


ya sayang....


apa ayah sudah makan..? tanyanya lembut


hm... belum sayang.. jawab sang ayah sambil tersenyum lembut..


baiklah.. nabila siapin dulu ya... ayah istirahat dulu ok.. nabila pamit.. sambil membaringkan ayahnya yang masih setia duduk bersandar di kasur itu..


baiklah...kata sang ayah sambil membaringkan tubuhnya yang masih lelah dan lemah itu...

__ADS_1


nabila pun pergi kedapur untuk membuat bubur untuk sang ayah... dirinya seakan lupa dengan keadaan rumah yang kurang terurus itu.. rumah yang berdebu, verpasir dan sedikit kotor itu berhasil membuat ia menghembuskan nafasnya pelan..


hah.... helanya... sampai lupa lagi kalau rumah berantakan ..


ia pun mulai membersihkan area dapur sedikit dan mulai memasak bubur untuk ayahnya.. ia ingin memberi makanan untuk ayahnya dulu baru lah ia beres beres rumah.. tanpa menungu lama bubur ayam kesukaan ayahnya telah siap dengan berbagai pelengkapnya...


ia pun mengetuk pintu kamar ayahnya...


ayah.. ayo makan bubur dulu pangilnya lembut sambil masuk ke kamar ayahnya...


ayah nya yang mulai bangun dari tidurnya itu dapat menghirup orama makanan salah satu kesukaannya itu.. ia pun mulai mendudukkan tubuh nya yang sedikit lemah itu...


nabila pun meletakan bubur itu di atas meja dekat kasur dan membantu ayahnya untuk duduk...


kamu masak apa nak.. ? tanya nya lembut..


masak bubur ayam kesukaan ayah.. jawabnya lembut sambil tersemyum kecil.. ia pun memberikan hasil masaknya itu pada ayah...


tampa banyak kata ayahnya pun langsung menyuapkan satu sendok kedalam mulutnya...


hm... enak masakan kamu sayang pujinya jujur sambil mengelus rambut nabila yang duduk di samping ayahnya... jujur ia tadi sangat mengiginkan masakan apapun yang diolah nabila... karna walaupun nabila terkesan cengeng, manja dan kekanakkan ia tetap bisa masak dan tergolong enak...


hm...benarkah.. ? ucapnya senang... sambil memperhatikan ayahnya makan habis tanpa sisa...


baiklah... ini obatnya yah ucapnya lembut sambil memberikan obat beserta minuman pada ayahnya..


terima kasih sayang... ayah meletakkan mangkuk kosong itu ke meja dan mulai meminum obat yang diberikan nabila...


baiklah ayah... sekarang ayah istirahat lagi ya ... nabila mau beres beres rumah dulu.. tuturnya lembut..


hm... sekali lagi makasih nak... ucap ayah yang mulai berbaring lagi di kasur itu... efek obatnya sangat bekerja cepat membuat ia mengantuk seketika


ya... balas nya lembut... sebelum pergi ia pun menyelimuti ayahnya lembut membawa mangkok yang kosong ke belakang dan menutup pintu kamar ayahnya lembut...


kruyuk....kruyuk.... bunyi perutnya yang lapar... ia seakan malu mendengar perutnya yang berbunyi itu...


hm... karena dari tadi aku lupa makan makanya kayak ini nih... ia bermenolok sendiri sambil geleng geleng kepala...


tanpa basa basi lagi ia pun pergi kedapur untuk membuat makanan yang akan ia makan...


melihat kulkas.. lemari.. dan persedian makanan yang mulai menipis seaakan membuat mood nya turun.. walupun dikulkas masih tersedia ikan ayam ataupun bahan lain yang masih bisa ia olah akan tetapi itu tidak akan tahan lama ... paling paling itu hanya bisa bertahan selama satu mingguan kedepan... dan kedepan nya lagi ia akan makan apa sama ayahnya..


mengigat perushaan ayahnya ynag kini tinggal namanya saja tentu tidak bisa menghasilkan pemasukan bagi kelurganya lagi .. membuat ia sedih... bagaimana nanti kedepanya... sedangkan sekarang ia sangat membutuhkan uang untuk bayar uang kuliah persemeternya... ya... nabila sedang kuliah sekarang ia berkuliah di Fakultas ternama di negeri orang mengigat kuliah nya Fakultas ternama maka ia masih banyak kegiatan dan pengeluaran hianga ia lulus nanti.


akan tetapi ia tidak boleh murung...


yang terpenting sekarang ayah baik baik saja masih ada makanan untuk di makan walaupun hanya satu minggu kedepan ...


untuk kedepannya lagi biarlah ia mengunakan tabunganya walaupun tidak seberapa .. untuk biaya persemester biarlah ia mulai berencana untuk kerja part time atau paruh waktu. namun mengigat kuliahnya yang jauh di negri orang sedangkan ayahnya disini dengan keadaan yang masih belum stabil tentu


mengigat dirinya yang saat ini ia masih kuliah ... yang terpenting sekarang kedaan ayahnya baik baik saja, ia akan berusaha untuk tidak mengeluh dan manja lagi walaupun sulit dipunkuri untuk menghilangkan sifat manjanya tersebut...


lama lama berkabung akan kesedihannya sesaat ia lupa untuk mengisi tenaga dan membersihkan kadaan rumah yang kurang terawat itu... ia pun bangkit dari duduknya mulai menyiapkan nasi dan lauk pendamping untuk ia santap, cepat sigap dan tampa menungu lama nasi dan ikan lele goreng terasi telah tersedia di meja makan ... ia pun melahap makanan tersebut sangat nikmat.. walaupun terkesan sederhana..


Yang paling penting tenaganya telah terisi dan ia pun mulai membersihkan rumah yang kurang terurus itu mulai dari lantai atas sampai bawah ia kerjakan seorang diri... cukup menyita waktu yang lama... karena keadan rumah yang kotor dan berdebu di mana pun ia menginjakkan kakinya ...

__ADS_1


Tanpa ia sadari hari.. sudah menujukkan pukul setengah empat pagi... hari hampir pagi dan ia pun belum istirahat dari tadi..


ia pun lanhsung tertidur di atas sofa mengigat badan yang sudah lelah karena membersihkan seluruh rumah...


__ADS_2