
tok tok.. bunyi ketukan pintu rmah besar itu.. nabila pun langaung membukanya..
ya.. cari siapa ya..
tanya nabila dalam bahasa inggris..
is this rallly Mr. John Haouse??
tanya pegawai bank itu.. ia sengaja datang kerumah tersebut.. ingin menarik rumah beserta properti rumah itu.. karena john telah mengadaikannya..
right .... is there anything i can help you..??
tanya nabila pada dua orang itu..
mereka pun segera mengeluarkan dokumen penyitaan pada gadis itu..
sorry miss this house we confiscete..
jelas mereka lagi...
what..!!
ucap nabila tak percaya dan mendengar dan meliaht surat penyitaan itu.. ia tak percaya rumah mereka di sita oleh pihak bank..
wait wait.. this is wrong..
ucapnya tak percaya lagi.. mau tinggal di mana mereka nantinya.. jika rumah ini disita..
no, miss.. this house has been used as collateral by Mr. John to our bank .. jelasnya singkat lagi..
membuat nabila tak percaya akan ucapan mereka.. banyak kenangan manis di rumah besar ini.. ketika ibunya masih hidup.. namun.. ia melihat surat penyitaan itu asli dan sudah dilegalisir dan ditanda tangani itu..
ia melihat tanda tangan ayahnya di sana .. ia sedih.. dan juga tak menyangka jika ayahnya juga mengunakan rumah sebagai jaminan di bank..
apa yabg bisa ia buat dan lakukan.. jika ia ingin menebus rumah serta aset aset lainya itu.. pastilah membutuhka uang yang sangat banyak .. dan tentu saja ia saat ini tak mampu untuk membayar serta menebus uang tersebut..
ia hanya bisa meminta pada pegawai bank tersebut.. memberikan mereka waktu untuk mereka berkemas kemas dan pindah dari rumah tersebut...
sorry sir can we ask for time to be able to pack up and leave this house ucap nabila sungkan dan ragu itu.. ia meminta waktu untuk bisa meniggalkan rumah tersebut...
membuat mereka saling pandang dan kasihan pada nabilla.. dan akhirnya mereka pun hanya memberi waktu 3 hari.. sebelum mereka datang kembali dan menarik secara paksa rumah tersebut..
ok miss only three days.. after that we will come back asking and take this house.. ucapnya singkat.. memberi waktu pada nabila dan ayahnya untuk berkemas.. dan meninggalkan rumah itu..
thank you.. thank you very much
ucap nabila senang ia bisa berkemas secara baik baik dan meniggalkan rumah besar itu juga dengan baik baik..
__ADS_1
ok then we excuse me miss
ucap mereka pamit..
nabila mengantar mereka secara baik baik dsampai gerbang rumah itu..
ia melihat dan mengengam kertas sita itu .. ia pandang rumah besar dan mewah di hadapanya ini.. yang 3 hari lagi.. maka rumah itu bukanlah rumah mereka lagi..
kenapa...?? kenapa ayah.. mengadaikan dan menjual rumah ini.. tanya nabila sedih.. banyak kenagna manis mereka selama berada di rumah itu.. semasa ibunya masih hidup.. jika rumah itu di jual.. maka kenangan itu. hanya tertinggal dalam kenangan dan ingantanya.. tapi tak bisa merasa hawa serta melihat rumah itu lagi kedepanya ..
ingin ia marah pada ayahnya.. namun ia tak bisa.. ayah kesayanganya itu.. sudah banyak menderita.. karna perusahaan yang bakrut.. ia hanya memikirkan kedepanya.. bagaimana kehidupan mereka kedepanya.. mau tinggal di mana mereka nantinya...
ingin nabila menagis ... namun ia mencoba tegar.. ia akan mencoba yang terbaik untuk ayah dan dirinya itu.. jika tak memungkinkan melanjutkan keliahnya yang tinggal sedikit itu maka ia akan berhenti kuliah.. jika tabunganya tak cukup untuk membeli atau menyewa sebuah rumah unyuk mereka maka ia akan menjual segala barang barang mewahnya.. ia tak memikirkan kemeqahan dan keglamoran lagi.. yang terpenting untuk saat ini...
ayahnya sehat.. ia juga.. mereka bersama sama mengahdapi segala cobaan dan rintangan yang dilalui itu...
nabika pun memasuki rumah besar itu.. menyi.pan surat penarikan rumah itu di laci kamarnya.. dan menuju kamar ayahnya ia ingin menyampaikan bahwa pegawai bank datang kerumah mereka dan ingin mengambil rumah tersebut..
kau di sini nak..
ucap john yang baru terduduk di kadurnya itu.. mereka bercakap dengan bahasa infonesia fasih.. mengigat mereka juga berasal dari indonesia .. mereka menetap dan tinggal di inggris sejak nabila baru kecil...
ya yah...
ucap nabila sedih.. tak bisa menyembunyikan kesedihan didepan ayahnya ini..
tanya john.. membelai rambut anak gadis nya itu..
hm.. hiks.. ayab tahu... pegawai bank datang kemari.. ucap nabila mulai menitikkan air matanya kembali.. ia ingin tegar tapi tak bisa... jika ia sudah berbicara dengan ayahnya ini...
mereka datang...??
tanya john.. mengetahui maksud kedatangan mereka..
maaf nak.. ayah.. memang.. ayah yang jahat dan tak berguna.. tambah john.. ia mengetahui kesedihan nabilla ...ia juga merasa sedih dan menyesal telah mengadaikan dan menjual rumah kesayanganya ini.. banyak kenangan manis mereka selama mereka tinggal dirumah ini.. dan selama ibunya nabila masih hidup..
hm..mm..hiks.. tidak yah.. ayah.. tak salah..
ucap nabila tak ingin menyalahkan ayah kesayanganya itu..
hm.. maafkan ayah..
pinta john lagi pada putri satu satunya ini..
hm..ya...
balas nabila dan memeluk ayahnya itu.. ia menangis kecil di pelukan ayahnya itu.. merasa sedih harus meniggalkan rumah tersebut...
__ADS_1
hush.. cup cup.. cup.. tenanglah.. jangan menangis lagi.. ayah disini.. ucap john menenangkan nabila..
nabila pun menghapus air matanya.. dan melihat pada ayanhnya...
jadi.. kapan mereka akan mengambil rumah ini..?
tanya john lembut.. sambil menghapus air mata anak kesanyanganya itu..
3 hari lagi..
balas nabila singkat..
maaf...
ucap john.. lagi dan lagi..
hm..gak..jangan bilang seperti itu yah.. ayah gak salah.. ucap nabila menerimadan menenagkan ayahnya yang juga sedih itu...
sayang.. apakah kau maaih menyayangi ayah..?
tanya john takut ditinggal dan takut kehilangan putri kesayanganya ini...
hm.. ya.. nabila sangat menyayangi ayah..
balas nabila.. kembalj memeluk ayahnya itu..
mereka memeluk erat dan menangis berdua.. air mata john juga mengalir.. ia menyesali segala ketidak mampuanya saat ini.. untuk memberikan kebahagiaan pada anak semata wayangnya itu..
maaf.. nak..
ucal john lirih lagi.. ia juga meminta maaf pada istrinya yang telah meninggal.. ia merasa menyesal telah menjual rumah ini.. banyak kenangan manis yang masih ada di rumah itu...
sudahlah yah.. jangan berbicara seperti itu.. lagi.. ucap nabila melepas pelukanya.. ia menghapus air matanya dan juga ayahnya itu..
ya.. sayang..
balas john lembut.. ia menyayangi dan mengasihi putrinya ini..
sekarang apakh ayah lapar.. ? mari kita makan.. dan setelah itu.. kita berkemas.. kemas sedikit.. tanya dan ucap lembut nabila pada ayahnya..
ya sayang.. mari kita makan.. dan berkemas kemas.. secara perlahan lahan.. mengihat.. dan membawa segala kenangan yang berada di rumah ini.. balas john lembut..
nabila balas dengan tersenyum.. ia membantu ayahnya berdiri untuk makan di ruang makan itu.. mereka makan dengan hikamat.. masakan yang sederhana yang di buat nabila terasa begitu nikmat dan menghidupkan kembali kehangatan mereka berdua yang menyantapnya..
setelah selesai makan siang bersama nabila mengantar ayahnya ke kamar faforit ibunya itu.. ayah nabila ingin berlama lama berada di sana.. menduduki dirinya di kasur dan tempat duduk di kamar itu.. mengenang.. segala ingatan manisnya bersama istrinya semasa ia masih hidup dulu..
sedangkan nabila membuka lemari yang penuh akan baju dres yang mahal dan juga tas dan high hels mahalnya itu.. ia berniat menjual semuanya.. hanya meninggalkan beberapa baju untuk ia kenakan sehari hari..
__ADS_1
dan hasil yang didapat dari penjualan dres , tas , dan juga aksesoris mahalnya itu akan ia gunakan untuk mencari rumah untuk mereka tinggali.. nantinya.. tidak perlu yang mewah. asalkan nyaman dan dengan harga yang terjangkau.. ucap nabila dalam hati.. memfoto satu satu dres itu. dan menjadikan dirinya sendiri sebagai model.. untuk menarik minat pembeli agar membeli dres, tas dan perhiasanya..