Saat Senja Bersamamu

Saat Senja Bersamamu
Masalah Lagi


__ADS_3


Pagi ini Dohyon sudah siap-siap ingin berangkat kesekolah. Mama Dohyon menyarankan anaknya untuk menaiki sepeda saja. Tapi Dohyon menolak dan memilih berjalan kaki. Karena kalau berjalan dia akan pergi lebih cepat. Katanya dia suka menghirup udara pagi saat belum ramai orang.


"Aku berangkat." ucap Dohyon beranjak dari duduknya setelah selesai makan.


"Kamu yakin nggak mau naik sepeda aja?" tanya mamanya. Tapi Dohyon tidak menanggapinya dan langsung pergi.


Dohyon memakai sepatunya dan keluar rumah. Dia mulai berjalan santai menghirup udara segar yang dia sukai.


Ternyata rumahnya dengan rumah Hitomi hanya berjarak lima rumah. Itu pun dia mengetahui saat dia mengantar Hitomi.


Dia melihat ke arah rumah Hitomi. Sepedanya masih terlihat disana. Kemungkinan Hitomi belum berangkat. Dia terus berjalan sambil mendengarkan musik.


☆☆☆☆


"Ma. Hitomi berangkat ya." ucap Hitomi. Saat ini dia memakai sepatunya.


"Iya. Kamu hati-hati ya. Jangan sampai jatuh lagi." teriak mamanya.


Hitomi berjalan keluar menghampiri sepedanya. Dia mulai mengayuh sepedanya dengan kecepatan sedang. Hari ini dia cukup senang karena dia tidak terlambat bangun.


Dia mengayuh cukup jauh dari rumahnya. Yah kira-kira sudah mau sampai ke sekolahnya. Dari jauh dia melihat seorang berjalan sambil memakai headset. Seorang pria yang tidak asing lagi.


Sebenarnya dia ingin berhenti dan mengucapkan terima kasih. Tapi mengingat ancaman dari Yena dia harus menghindar dari Dohyon.


Hitomi semakin dekat dengan orang itu. Dia melirik sekilas kemudian melewati Dohyon begitu saja.


Dohyon yang dilewati melihat Hitomi. Dia berhenti sebentar melihat punggung Hitomi. Dia menghela nafas berharap tidak terjadi sesuatu pada perempuan itu nanti. Lalu dia melanjutkan langkahnya.


☆☆☆☆


Sampai dikelas Dohyon sudah melihat tas Hitomi berada di atas meja. Tapi orangnya tidak ada. Tidak tau pergi kemana.


Dohyon tidak peduli. Dia duduk dan masih mendengarkan musiknya sambil menutup matanya. Tak berapa lama bel masuk pun berbunyi. Dohyon melepas headsetnya. Dia melihat kursi Hitomi masih kosong. Apa terjadi sesuatu pikirnya. Tapi pikiran itu dia tepis karena guru pelajaran sejarah memasuki kelasnya.


Mereka sudah belajar satu jam tapi Hitomi tidak kelihatan juga. Bukan maksud apa-apa. Nanti kalau guru bertanya dia harus jawab apa. Merasa gelisah akhirnya Dohyon bertanya pada Miyuki yang ada di depannya.


"Miyuki." panggilnya. Yang punya nama menoleh kebelakang.


"Apa kau melihat Hitomi pergi kemana?" tanya Dohyon sedikit berbisik.


"Aku juga kurang tau. Tadi sebelum pergi dia bilang mau ke toilet. Tapi sampai sekarang belum kembali." ucap Miyuki yang juga berbisik lalu kembali melihat kedepan.


Dohyon mencoba berpikir positif. Mungkin saja Hitomi malas belajar sejarah jadi dia bolos.


Waktu berlalu juga. Sekarang sudah waktunya istirahat. Dohyon memilih ke kantin sebentar dan kembali lagi. Di kantin dia membeli sebungkus roti dan sekotak susu. Dia sejenak menatap roti miliknya. Dia jadi teringat Hitomi kemarin pingsan karena tidak makan siang. Dia mengambil sebungkus lagi dan membayarnya.


Saat hendak pergi dari situ teman sekelasnya yang pernah mengajaknya bicara kemarin menghampirinya.


"Kau lapar sekali ya sampai membeli dua bungkus roti." ucapnya melihat roti yang dipegang Dohyon.

__ADS_1


"Terserahku mau beli berapa mau makan berapa." ucapnya lalu pergi meninggalkan anak itu.


Sampai di kelas pun dia tidak melihat Hitomi. Dohyon melihat meja Hitomi. Tasnya masih berada disana. Tapi orangnya belum juga datang. Dohyon pun berjalan ke arah mejanya. Suasana kelas masih kosong.


Dia memakan rotinya dan juga meminum susunya. Dia berpikir. Baru kali ini dia peduli terhadap seseorang. Sudah cukup lama dia tidak seperti ini.


Bel masuk pun berbunyi. Semua kembali masuk ke kelas satu persatu. Termasuk geng Yena. Geng Yena tadi juga tidak masuk saat Hitomi tidak ada. Miyuki masuk juga ke kelas. Tapi sendirian. Lalu Miyuki menghampiri Dohyon.


"Kau sudah lihat Hitomi dimana?" tanya Miyuki.


"Belum. Dia tidak bersama mu tadi?" tanya Dohyon.


"Tidak. Malah aku ini habis mencarinya keliling sekolah tapi tidak ketemu." ucap Miyuki.


Tunggu sebentar. Kalau Miyuki tidak melihatnya walau sudah mencari kemana Hitomi pergi? Dohyon sebenarnya tidak mau mengurusi orang lain. Tapi ini sungguh mengganggu.


"Mungkin dia sudah pulang kali. Kemarinkan dia sakit." ucap Miyuki.


"Kalau dia pulang pasti dia membawa tasnya." ucap Dohyon menunjuk tas Hitomi.


"Tunggu saja sampai pulang. Mungkin dia malas masuk kelas." ucap Miyuki kemudian duduk dikursinya.


Dohyon mulai mengosongkan pikirannya dari Hitomi. Karena guru fisika sudah masuk ke kelas. Mereka melanjutkan pelajaran tanpa Hitomi.


☆☆☆☆


Saat Hitomi sampai di kelas dia meletakkan tasnya dan duduk di kursinya. Geng Yena belum datang jadi dia bisa sedikit bernafas lega.


"Bagaimana keadaan mu?" tanyanya.


"Baik. Kemarin aku hanya kelaparan. Tidak perlu khawatir." ucap Hitomi santai.


"Tapi siapa yang membawaku ke uks?" tanya Hitomi. Dia tidak tau kalau Dohyon yang menggendongnya ke uks.


"Eh... Kemarin Dohyon tidak kasih tau?"


"Tidak? Aku terbangun sudah ada dia. Terus dia mengantarku pulang." ucap Hitomi.


"Dia yang membawamu ke uks." ucap Miyuki membuat Hitomi terkejut.


"Tapi aku tidak menyangka kalau dia juga perhatian. Ku kira dia hanya pria dingin yang tidak peduli situasi." ucap Miyuki lagi.


Hitomi hanya mengangguk mendengar omongan Miyuki tanpa sadar kalau Yena sudah mendengar percakapan mereka.


Yena mengirim pesan pada Hitomi. Dia menyuruh Hitomi untuk naik ke atap sendirian tanpa memberi tahu siapa pun. Hitomi menurutinya dan bilang pada Miyuki kalau dia ke toilet.


"Hey mau kemana?" tanya Miyuki karena sudah mau bel.


"Mau ke toilet sebentar." ucap Hitomi lalu berlari keluar kelas.


Sampainya di atap Hitomi sudah melihat Yena dan gengnya berkumpul. Kali ini tatapan Yena tidak seperti biasanya. Dia terlihat marah. Tapi Hitomi tidak tau apa penyebabnya.

__ADS_1


"Ada perlu apa?" tanya Hitomi begitu sampai dihadapan Yena.


"Kau masih ingatkan apa peringatan aku kemarin?" tanya Yena dengan suara rendah.


"Masih. Kau menyuruhku untuk menjauh dari anak baru itu dan tidak mencoba mendekatinya." ucap Hitomi.


"Lalu kemarin apa?!" ucap Yena. Kali ini dia sedikit berteriak membuat Hitomi takut.


Hitomi masih belum mengerti ucapan Yena.


"Kemarin kau pulang bersama siapa?" tanya Yena. Sontak itu mengingatkan kejadian kemarin. Hitomi terdiam karena dia sudah tau penyebab Yena marah.


"Yak!!! Kau tuli ya?" ucap Yena mendekati Hitomi.


"Aku tanya kau pulang bersama siapa hah?!" bentak Yena. Tubuh Hitomi tersentak sangking terkejutnya


"Sa.. sa.. sama Dohyon...." lirih Hitomi.


Yena langsung menarik kerah baju hitomi dan menyeretnya ke gudang. Gudangnya masih diatas atap itu. Hitomi ketakutan dan memohon untuk dilepaskan. Yena melemparkan tubuh mungil Hitomi ke dalam gudang.


"Akhh!" pekik Hitomi kesakitan.


"Kau dengar ya. Kau akan disini sampai besok kalau ada yang melepaskan mu. Itu hukuman buat orang yang susah dibilangi." ucap Yena kemudian menutup pintu gudang dan menguncinya.


Hitomi hanya bisa menangis tersedu-sedu. Mau teriak pun percuma karena dia sudah tau sifat Yena.


Waktu pun berlalu. Tak terasa sudah waktunya jam makan siang. Tapi Hitomi masih berada di dalam gudang. Dia menangis lagi. Kali ini dia harus kelaparan lagi. Bukan karena kehabisan uang. Tapi karena terkurung di dalam gudang.


Dia berharap seseorang datang dan membukakan pintunya. Karena terlalu lama menangis Hiromi tertidur bersandar di pintu gudang.


☆☆☆☆


"Miyuki. Kau saja yang membawa tasnya ya." ucap Dohyon menghentikan langkah Miyuki. Ya ini sudah waktunya pulang.


"Rumahku berlawanan arah dengannya. Kau saja ya. Kau kan juga sudah tau rumahnya dimana. Lagian kau teman semejanya. Udah ya aku pulang dulu." ucap Miyuki kemudia kembali melangkah keluar kelas.


Dohyon menatap tas Hitomi.


"Kemana sebenarnya anak ini." ucap nya kemudian mengambil tas Hitomi.


Dia berpikir akan keliling sekolah sekali saja siapa tau bertemu dengan Hitomi. Dia pergi ke seluruh ruang kelas, perpustakaan, lab komputer dan lab kimia. Tapi tidak bertemu dengan Hitomi.


Kemudian dia ingin melihat seluruh sekolah dari atas. Dia menaiki tangga menuju atap. Sampai di atap dia menatap ke bawah menelusuri keberadaan Hitomi. Tapi nihil. Dia membalikkan tubuhnya dan hendak melangkah. Langkahnya terhenti melihat ruangan yang mencurigakan.


Di depan pintu ruangan itu terdapat tumpukan kursi dan meja yang sepertinya sengaja diletakkan untuk menutup pintu.


Dohyon mendekat keruangan itu. Disingkirkannya meja dan kursi itu. Diketuknya pintunya tidak ada jawaban. Kemudian dibukanya pintu itu perlahan. Terjatuhlah tubuh Hitomi ke belakang karena dia tidur bersandar pintu. Dengan sigap Dohyon menahan tubuh Hitomi agar tidak jatuh kelantai.


"Hey. Bangun. Sedang apa kau disini?"


☆☆☆☆

__ADS_1


__ADS_2