Saat Senja Bersamamu

Saat Senja Bersamamu
Penjelasan Dohyon


__ADS_3

"Pa. Dohyon kok belum pulang ya sudah jam segini padahal." ucap Eunjung pada suaminya. Mereka sekarang duduk di teras depan.


"Mungkin dia ada tugas kelompok atau main bareng teman barunya kali." ucap Daehyun mencoba membuat istrinya tenang.


"Yah kan biasanya anak itu tidak pernah begini." ucapnya. Kali ini Eunjung berjalan mondar mandir seperti setrikaan.


Dari jauh sepasang suami istri itu melihat anaknya sedang berjalan ke arah rumahnya. Seperti biasa wajah Dohyon terlihat datar.


"Eh! Itu Dohyon." ucap Daehyun melihat anaknya mulai mendekat.


Eunjung melihat ke arah anaknya yang mulai sampai teras. Dohyon langsung menatap mereka.


"Aku pulang." ucapnya kemudian masuk kedalam rumahnya.


Kedua orang tuanya mengikutinya ke dalam. Dohyon berjalan menuju dapur dan mengambil segelas air lalu di minumnya. Sebenarnya saat tadi Dohyon sampai rumah banyak pertanyaan yang ingin Eunjung layangkan pada anaknya itu. Tapi apalah daya. Anaknya sungguh dingin.


Dengan berani Eunjung menghampiri anaknya. Dia menunggu anaknya menghabiskan minumannya. Melihat mamanya memperhatikannya dia langsung meletakkan gelasnya ke wastafel dan menatap mamanya.


"Kamu udah makan?" tanya Eunjung.


"Udah." ucapnya kemudian berlalu meninggalkan mamanya.


Eunjung terkejut mendengar jawaban anaknya itu. Sejak kapan anaknya mau makan malam di luar. Dia kembali mengikuti Dohyon ke arah kamar. Sepertinya pintunya belum dikunci. Saat Eunjung membuka pintu terlihat Dohyon lagi rebahan di atas ranjang sambil menutup mata.


"Kamu tadi kemana? Kok lama pulang." kini Eunjung duduk di pinggir ranjang.


"Ke rumah temen." jawabnya tanpa membuka matanya.


"Kenapa tidak bilang dulu tadi. Kalau gitukan mama sama papa nggak khawatir." ucap Eunjung. Eunjung berharap anaknya terbuka.


"Maaf." ucapnya masih menutup matanya.


"Emangnya rumah temen kamu jauh ya. Pasti capek jalan."


"Nggak kok ma. Deket sini kok. Udah ya aku mau ganti baju dulu." ucap Dohyon kemudian berdiri dan mengambil baju rumah di lemari.


Dengan terpaksa Eunjung keluar dari sana dan menahan semua pertanyaan yang ada di pikirannya. Sebenarnya dia akan membiarkan Dohyon kalau anaknya itu bersikap seperti biasa. Tapi sejak Dohyon bertanya berapa lama mereka tinggal di situ Eunjung yakin kalau anaknya segera berubah dan kembali ceria seperti dulu.

__ADS_1


Eunjung berjalan keruang tv dan duduk disebelah suaminya. Dia menatap kosong ke depan. Tidak tahu apa yang di pikirkannya.


"Kenapa ma?" tanya Daehyun.


"Nggak pa. Cuma mama kepikiran apa yang membuat Dohyon seperti itu." ucap Eunjung sedikit sendu.


"Yah kita berdoa saja agar anak kita kembali seperti dulu." ucap Daehyun menenangkan istrinya.


Sudah berapa kali mereka membicarakan masalah anaknya. Padahal hanya Dohyon anak satu-satunya yang mereka sayang. Mereka sangat peduli dengan Dohyon. Tapi karena dulu mereka berdua bekerja jadi mereka tidak tahu apa yang terjadi pada anaknya itu.


Sejak Dohyon berubah menjadi dingin dan selalu mengunci dirinya seharian dikamar saat itu Eunjung sangat khawatir. Karena merasa ada yang tidak beres akhirnya Eunjung memutuskan resign dari kantor tempat dia bekerja. Dia mau mendekatkan diri pada anak tunggalnya itu. Walaupun begitu Dohyon tetap bersikap dingin padanya.


☆☆☆☆


"Kamu dekat dengannya mi?" tanya Katashi pada anak pertamanya itu. Sekarang mereka lagi diruang tv.


"Nggak pa. Dia aja baru pindah dua hari yang lalu." ucap Hitomi yang sedang asyik menonton.


"Kenapa sudah dua hari ini dia selalu mengantar mu? Apa kalian pacaran?" Katashi sungguh penasaran.


"Pa. Udah dong. Lagian Dohyon juga anak baik. Biarkan aja lah." ucap Mina pada suaminya itu.


"Kalau mama bilang dia anak baik ya papa nggak perlu khawatir."


Kedua orang tuanya sekarang malah memperdebatkan yang tidak-tidak. Hitomi yang sedang menonton menjadi kesal. Dia pun berdiri dan melangkah menuju kamarnya.


"Kalau bukan karena berterima kasih aku juga nggak mau pulang bareng dia." ucap Hitomi saat sudah didalam kamarnya.


Dia melangkah menuju kasur dan merebahkan tubuhnya. Dia menatap langit-langit rumahnya. Kalau dipikir-pikir orang yang seharusnya dia jauhi malah sering membantunya.


Sebenarnya saat kelas satu Hitomi tak pernah menjadi korban bully. Keluarganya saja tidak tahu kalau anaknya dibully sampai sakit kemarin itu. Itu karena saat kenaikan kelas ada siswa baru bernama Choi Yena.


Yena sendiri pindahan dari Seoul seperti Dohyon. Walau ayahnya pemilik yayasan di sekolah itu tapi sebelum pindah dia bersama ibunya di Korea. Orang tuanya bercerai dan di menjadi anak broken home.


Saat masuk ke kelas dia melihat seorang gadis lugu, mungil duduk di paling belakang. Gadis itu terlihat lemah seperti dirinya dulu. Ternyata dia mengetahui namanya. Hitomi. Hitomi Honda. Dia benci melihat seorang gadis yang terlihat rapuh seperti Hitomi. Sejak saat itu dia mencoba melampiaskan emosinya karena dia teringat masa lalunya.


Begitulah awal mulanya Hitomi menjadi bulan-bulanan Yena. Sebenarnya banyak yang ingin membantu. Tapi setelah mengetahui ayah Yena adalah pemilik yayasan tidak ada yang berani satu pun. Termasuk Miyuki teman Hitomi.

__ADS_1


Hitomi bingung memikirkan cara agar dia tidak terlibat lagi dengan Dohyon. Karena dengan begitu Yena tidak lagi mengurungnya atau bahkan melakukan yang tidak-tidak padanya.


Hitomi memilih tidur dan memikirkan itu membuatnya mengantuk. Lebih baik dia tidur cepat biar besok pagi bisa bangun cepat. Hitomi memejamkan matanya dan mulai masuk kedalam mimpi sampai melupakan sesuatu. Sesuatu itu pasti akan terjadi besok. Sesuatu yang tidak di inginkan Hitomi.


☆☆☆☆


"Selamat pagi." ucap Dohyon begitu sampai di meja makan. Ekspresinya masih sama. Datar.


"Pagi sayang~" ucap Eunjung. Menurut Daehyun istrinya itu sedikit berlebihan.


"Dohyon. Kamu belum cerita kenapa kamu pulang lama. Tadi malam papa belum komentar karena mungkin kamu capek dan memang masih malam. Coba kamu jelaskan." ucap Daehyun sedikit tegas.


Dohyon menatap papanya itu. Sebenarnya dia tidak mau mengatakannya. Dia takut mamanya salah paham. Lalu Eunjung datang meletakkan segelas susu di depan Dohyon.


"Sudah. Kalau kamu memang belum mau cerita juga nggak masalah kok." ucap Eunjung langsung mendapat tatapan Daehyun.


Dohyon kembali melihat papanya. Kemudian menatap mamanya yang sudah duduk di sebelah papanya. Ada dua pilihan di depannya. Ceritakan semua yang terjadi kemarin dan mamanya akan bereaksi berlebihan. Atau memilih diam tapi mendapat amarah dari papanya.


Dohyon menghela nafas kemudian meletakkan roti yang tadi sempat di pegangnya. Terpaksa dia harus menjelaskan yang sebenarnya tidak terlalu penting.


"Hmm sebenarnya bukan masalah besar sih." ucapnya berhenti sebentar.


"Kemarin, teman semeja ku menghilang dari pagi tapi nggak ada yang mencari jadi aku yang mencari. Ternyata dia dikurung di gudang. Jadi karena sudah sore aku mengantarnya. Begitu sampai rumahnya orang tuanya mengajak makan malam. Jadi agak lama aku pulang." jelasnya sedikit tak iklas.


Eunjung dan Daehyun saling menatap. Baru kali ini mereka melihat anak laki-laki yang ada di depan mereka ini mengurusi orang. Mata Eunjung beralih menatap Dohyon dengan mata berbinar. Sungguh dia sangat penasaran siapa teman semeja Dohyon.


Dohyon menatap mamanya. Sepertinya penjelasannya membuat mamanya itu menjadi berharap yang tidak-tidak pikirnya. Dia kembali memakan rotinya. Dia makan buru-buru dan langsung menenggak habis susunya. Lalu dia berdiri.


"Aku berangkat. Terima kasih makanannya." ucap Dohyon lalu pergi setelah mengambil tasnya.


"Ma. Menurut papa teman sebangkunya itu cantik. Kalau nggak kenapa dia begitu perhatian padanya." ucap Daehyun yang sedari tadi tak percaya mendengar perkataan anaknya itu.


"Ya kan pa. Tapi maksud mama tadi kalau memang dia nggak mau cerita kita cari tahu sendiri. Tapi dia memilih menceritakannya. Sepertinya dia masih takut kalau papa marah." ucap Eunjung terkekeh.


"Tentu dong. Papakan jarang marahnya. Kalau sering pasti dia nggak takut lagi." ucap Daehyun sambil makan.


Mereka pun melanjutkan sarapannya karena sebentar lagi Daehyun akan berangkat ke kantor.

__ADS_1


☆☆☆☆


__ADS_2